Menkes
Marah
di Seraya ----
Masih
Ada
Warga Belum
Kantongi
Kartu
Askes Gakin
Amlapura
(Bali Post) -
Menteri
Kesehatan (Menkes)
Siti
Fadillah Sufari
marah
saat meninjau
pelayanan
kesehatan
di
Banjar Bungkulan,
Seraya
Barat, Karangasem,
Jumat (9/2)
siang
kemarin. Soalnya
saat
Menkes bertanya
kepada
seorang ibu
rumah
tangga yang mengajak
anaknya
berobat, ternyata
wanita
itu mengaku
belum
diberikan kartu
Askes
Gakin. Padahal,
dia
sendiri tergolong
dari
keluarga miskin.
Mengetahui
kenyataan
itu,
Meskes dengan nada
tinggi
bertanya kepada
staf
Dinas Kesehatan
Karangasem.
Diakui
Menteri, warga
miskin
berhak mendapatkan
Askes
Gakin. Kenyataannya,
banyak
keluarga miskin --
tidak
hanya di
Karangasem,
juga di
tempat lain --
tidak
mendapatkan Askes
Gakin.
Terkait
di
Karangasem, Menkes
minta
pihak Dinas
Kesehatan
bekerja
dengan baik
dan agar
dipantau
serta
diperhatian daerahnya.
''Dana Askes
Gakin
Rp 1 trilyun
kenapa
masih ada
warga
miskin yang belum
diberikan
kartu
Askes Gakin,''
ujar
Menkes.
Marah-marah
Saat
staf
Dinas Kesehatan
itu
dimintai klarifikasi
terkait
adanya warga yang
mengaku
belum mendapatkan
kartu
Askes Gakin,
oknum
staf dinas
itu tak
mau
menjawab. Dia
justru
marah-marah di
depan
wartawan yang hendak
minta
penjelasan. Tahun
lalu,
talangan dana
Askes
Gakin di RSUD
Karangasem
mencapai
lebih
dari Rp 700
juta.
Fadillah
Sufari yang
sudah
dua kali ke
Karangasem,
Jumat
kemarin, juga
menjanjikan
memberikan
dua unit
mesin
pengolah air laut
menjadi air
tawar
dengan total nilai
Rp 600
juta. Bantuan
itu,
kata Menteri
karena
Bupati Karangasem I
Wayan
Geredeg kerap
mengeluh
kepadanya
tentang
masyarakat Seraya
dan
kecamatan lainnya
di
Karangasem rutin
mengalami
krisis air
bersih
saat musim
kemarau.
''Tolong
nanti
kalau sudah
airnya
banyak, jaga
kesehatan,
juga
harus mencuci
tangan
sebelum makan,''
kata
Menkes di
depan
ratusan warga
Seraya.
Menkes
juga
berpesan agar bantuan
mesin
pengolah air laut
itu
dijaga dan
dipelihara
dengan
baik, sehingga
tidak
mangkrak. Dia yang
didampingi
Bupati
Geredeg saat
itu
juga menyerahkan
1.000 batang
bibit
pohon mahoni
bantuan
Kosgoro Bali. Bantuan
diterima
secara
simbolis oleh
Kadis
Kesehatan Karangasem
dr. IA Suci
Astiti,
M.Kes.
Bupati
Geredeg
mengatakan tak
perlu
memikirkan dana
operasional
dan
bagaimana mengelola
mesin
pengolah air laut
bantuan
Menkes itu.
Soalnya,
warga
Karangasem masih
banyak yang
rawan
krisis air bersih. ''Bantuannya
sudah
ada, yang penting
kita
ambil dulu.
Nanti
kita pikirkan
di mana
ditaruh.
Barangkali
di
temapt warga
pesisir
pantai yang rawan
krisis air
bersih.
Menteri dulu
menjanjikan
bantuan
mesin seperti
itu 10 unit,
tetapi
tahun ini
baru
direalisasikan dua
unit,'' katanya.
(013)