kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 10 Pebruari 2007

 Bali


Menkes
Marah di Seraya ----
Masih
Ada Warga Belum Kantongi Kartu Askes Gakin 

Amlapura (Bali Post) -
Menteri
Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Sufari marah saat meninjau pelayanan kesehatan di Banjar Bungkulan, Seraya Barat, Karangasem, Jumat (9/2) siang kemarin. Soalnya saat Menkes bertanya kepada seorang ibu rumah tangga yang mengajak anaknya berobat, ternyata wanita itu mengaku belum diberikan kartu Askes Gakin. Padahal, dia sendiri tergolong dari keluarga miskin.

Mengetahui kenyataan itu, Meskes dengan nada tinggi bertanya kepada staf Dinas Kesehatan Karangasem. Diakui Menteri, warga miskin berhak mendapatkan Askes Gakin. Kenyataannya, banyak keluarga miskin -- tidak hanya di Karangasem, juga di tempat lain -- tidak mendapatkan Askes Gakin.

Terkait di Karangasem, Menkes minta pihak Dinas Kesehatan bekerja dengan baik dan agar dipantau serta diperhatian daerahnya. ''Dana Askes Gakin Rp 1 trilyun kenapa masih ada warga miskin yang belum diberikan kartu Askes Gakin,'' ujar Menkes

Marah-marah

Saat staf Dinas Kesehatan itu dimintai klarifikasi terkait adanya warga yang mengaku belum mendapatkan kartu Askes Gakin, oknum staf dinas itu tak mau menjawab. Dia justru marah-marah di depan wartawan yang hendak minta penjelasan. Tahun lalu, talangan dana Askes Gakin di RSUD Karangasem mencapai lebih dari Rp 700 juta.

Fadillah Sufari yang sudah dua kali ke Karangasem, Jumat kemarin, juga menjanjikan memberikan dua unit mesin pengolah air laut menjadi air tawar dengan total nilai Rp 600 juta. Bantuan itu, kata Menteri karena Bupati Karangasem I Wayan Geredeg kerap mengeluh kepadanya tentang masyarakat Seraya dan kecamatan lainnya di Karangasem rutin mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.

''Tolong nanti kalau sudah airnya banyak, jaga kesehatan, juga harus mencuci tangan sebelum makan,'' kata Menkes di depan ratusan warga Seraya.

Menkes juga berpesan agar bantuan mesin pengolah air laut itu dijaga dan dipelihara dengan baik, sehingga tidak mangkrak. Dia yang didampingi Bupati Geredeg saat itu juga menyerahkan 1.000 batang bibit pohon mahoni bantuan Kosgoro Bali. Bantuan diterima secara simbolis oleh Kadis Kesehatan Karangasem dr. IA Suci Astiti, M.Kes.

Bupati Geredeg mengatakan tak perlu memikirkan dana operasional dan bagaimana mengelola mesin pengolah air laut bantuan Menkes itu. Soalnya, warga Karangasem masih banyak yang rawan krisis air bersih. ''Bantuannya sudah ada, yang penting kita ambil dulu. Nanti kita pikirkan di mana ditaruh. Barangkali di temapt warga pesisir pantai yang rawan krisis air bersih. Menteri dulu menjanjikan bantuan mesin seperti itu 10 unit, tetapi tahun ini baru direalisasikan dua unit,'' katanya. (013)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)