kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Paing, 16 Desember 2007 tarukan valas
 

OLAH RAGA


Lawan
PSIM ---
Bali FC Incar Satu Poin

Denpasar (Bali Post) -
Setetah
gagal total melawan Deltras Sidoarjo, Persegi Bali FC bertekad mencuri satu poin melawan tuan rumah PSIM Yogyakarta, yang akan dihadapi pada lanjutan kompetisi divisi utama Liga Djarum Indonesia (LDI) di Stadion Mandala, Krida, Minggu (16/12) sore ini.

Harapan itu disampaikan pelatih Persegi Bali FC, Henk Wullems, ketika dimintai konfirmasi lewat telepon, Sabtu (15/12) kemarin. Menurutnya, melawan PSIM yang hanya menyisakan satu pemain asing, relatif lebih ringan dibandingkan Deltras yang menggunduli Wayan Sukadana dkk. 0-4, Kamis (13/12) lalu.

Posisi kedua tim ini yang sama-sama di papan bawah, menguatkan fakta itu. Walau lebih ringan dari Deltras, Henk Wullems tidak mau takabur. Ia tetap mengharapkan timnya bermain disiplin, serius dan tidak ada sikap meremehkan tuan rumah yang dimotori Seto Nurdiantoro.

Menurutnya, gaya permainan puputan dengan melakukan zone marking ketat, dan juga penjagaan orang per orang diyakini sebagai solusi terbaik. ''Kami berharap anak-anak bermain all out, sehingga paling tidak bisa membawa pulang satu nilai,'' harap Henk Wullems.

Tentang Esteban Valencia, sejauh ini Henk masih belum bisa memastikan apakah masuk starter atau tidak. Soalnya, cederanya relatif bermasalah. ''Namun, kami masih tunggu sampai Minggu pagi ini,'' terang Henk. Seandainya Esteban tidak turun, Henk dengan terpaksa menurunkan pemain muda debutan Nyoman 'Rafik' Armawan. Kualitas pemain muda asal Tabanan ini sesungguhnya cukup bagus. Terbukti ia menyumbang gol kemenangan 1-0 timnya saat meladeni Perseman, Manokwari.

''Rafik bagus, hanya kurang jam terbang,'' nilai Henk. Rafik jika dipasang akan bertrio dengan Kartadnya dan Hariyanto di tengah, ketiganya menopang pertahanan yang digalang Sukadana, Nobert dan Dharma Putra. Bahkan, bersama dua wing back Sarbini Sandi dan Wawan Triono mendukung dua bomber Didier Belibi dan Oscar Aravena. Sementara berdiri di bawah mistar tetap Johan Charles.

Dua pemain Wayan Sukadana dan Kartadnya menyatakan PSIM yang pernah dikalahkan timnya 2-1 di Dipta, memang kekuatannya sudah menurun, seiring kaburnya pemain asingnya. Namun, Sukadana tetap meminta rekan-rekannya jangan gegabah, apalagi sikap memandang enteng lawan. ''Lawan tim apa pun spirit bermain ofensif dan semangat puputan harus menjadi bagian dari perjuangan,'' ujar Sukadana.

Di bagian lain, Ketua Panpel Ketut Wijaya, yang memimpin 90 rombongan pendukung Bali FC mengharapkan para pemain melupakan trauma kekalahan menyakitkan atas Deltras. ''Jadikan titik balik, dengan habis-habisan melawan PSIM sehingga paling tidak membawa pulang nilai,'' harap Wijaya, yang bersama rombongan menginap di Losmen Ceniga, milik warga Bali. (kmb11)

 

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com