Lawan
PSIM ---
Bali FC Incar
Satu
Poin
Denpasar
(Bali Post) -
Setetah
gagal total
melawan Deltras
Sidoarjo, Persegi
Bali FC bertekad
mencuri satu
poin melawan
tuan rumah
PSIM Yogyakarta, yang
akan dihadapi
pada lanjutan
kompetisi divisi
utama Liga
Djarum Indonesia (LDI)
di Stadion
Mandala, Krida,
Minggu (16/12) sore
ini.
Harapan
itu disampaikan
pelatih Persegi
Bali FC, Henk
Wullems, ketika
dimintai
konfirmasi lewat
telepon, Sabtu
(15/12) kemarin.
Menurutnya,
melawan PSIM yang
hanya menyisakan
satu pemain
asing, relatif
lebih ringan
dibandingkan
Deltras yang menggunduli
Wayan Sukadana
dkk. 0-4,
Kamis (13/12)
lalu.
Posisi
kedua
tim ini
yang sama-sama di
papan bawah,
menguatkan fakta
itu.
Walau
lebih ringan
dari Deltras,
Henk Wullems
tidak mau
takabur.
Ia tetap
mengharapkan
timnya bermain
disiplin, serius
dan tidak
ada sikap
meremehkan tuan
rumah yang
dimotori Seto
Nurdiantoro.
Menurutnya,
gaya
permainan puputan
dengan melakukan
zone marking ketat,
dan juga
penjagaan orang
per orang
diyakini sebagai
solusi terbaik.
''Kami
berharap
anak-anak bermain all out,
sehingga paling
tidak bisa
membawa pulang
satu nilai,''
harap Henk
Wullems.
Tentang
Esteban Valencia, sejauh
ini Henk
masih belum
bisa memastikan
apakah masuk
starter atau
tidak.
Soalnya,
cederanya relatif
bermasalah.
''Namun, kami
masih tunggu
sampai Minggu
pagi ini,''
terang Henk.
Seandainya
Esteban tidak
turun, Henk
dengan terpaksa
menurunkan pemain
muda debutan
Nyoman 'Rafik'
Armawan.
Kualitas
pemain muda
asal Tabanan
ini sesungguhnya
cukup bagus.
Terbukti
ia
menyumbang gol
kemenangan 1-0
timnya saat
meladeni Perseman,
Manokwari.
''Rafik
bagus, hanya
kurang jam
terbang,'' nilai
Henk.
Rafik jika
dipasang
akan
bertrio dengan
Kartadnya dan
Hariyanto di
tengah, ketiganya
menopang
pertahanan yang digalang
Sukadana, Nobert
dan Dharma Putra.
Bahkan,
bersama dua
wing back Sarbini Sandi
dan Wawan
Triono mendukung
dua bomber Didier
Belibi dan Oscar
Aravena.
Sementara berdiri
di bawah
mistar tetap
Johan Charles.
Dua
pemain Wayan
Sukadana dan
Kartadnya
menyatakan PSIM yang pernah
dikalahkan timnya
2-1 di Dipta,
memang
kekuatannya sudah
menurun, seiring
kaburnya pemain
asingnya.
Namun,
Sukadana tetap
meminta
rekan-rekannya jangan
gegabah, apalagi
sikap memandang
enteng lawan.
''Lawan
tim apa
pun spirit bermain
ofensif dan
semangat puputan
harus menjadi
bagian dari
perjuangan,''
ujar Sukadana.
Di
bagian lain,
Ketua Panpel
Ketut Wijaya,
yang memimpin 90
rombongan pendukung Bali FC
mengharapkan para
pemain melupakan
trauma kekalahan
menyakitkan atas
Deltras. ''Jadikan
titik balik,
dengan
habis-habisan melawan PSIM
sehingga paling
tidak membawa
pulang nilai,''
harap Wijaya,
yang bersama
rombongan menginap
di Losmen
Ceniga, milik
warga
Bali.
(kmb11)