Arnawa
Gerah, DPRD
Bangli
Usulkan
Proyek Titipan
Bangli
(Bali Post) -
Bupati
Bangli I Nengah
Arnawa,
S.Sos.,
M.M. mengaku
gerah dan
tak terima
atas sikap
ngotot anggota
Dewan yang meinta
jatah proyek
titipan berbentuk
proyek fisik
dan proyek
lainnya yang
didomplengkan di
dinas-dinas.
Usulan
ini berdalih
untuk menampung
kepentingan
rakyatnya yang dijaring
melalui reses.
Jumlahnya
tak
tanggung-tanggung, Rp 500
juta per orang
dalam APBD tahun
2008. Tahun 2007
wakil rakyat
Bangli diam-diam
sudah kecipratan
dana
serupa Rp
280 juta per
orang.
Demikian
dikatakan Nengah
Arnawa,
S.Sos.,
M.M., Sabtu (15/12)
kemarin.
Ia mengakui
realiasi serta
pertanggungjawaban
atas dana
sebesar itu
setelah
ditelusuri ternyata
bermasalah.
Masyarakat tak
tahu-menahu ada
dana
semacam itu.
Bahkan,
ada indikasi
terjadi
persentase sunatan
besar atas
anggaran itu.
Menurutnya,
adanya proyek
titipan atau
diistilahkan
proyek rayap
ini diatur
penuh oleh
Dewan.
Padahal
secara aturan
sangat tidak
dibolehkan.
Mereka
hanya berdalih
untuk menampung
reses Dewan.
''Ternyata
diberikan sekali,
sikap Dewan
makin
menjadi-jadi.
Tahun
ini anggaran
yang diminta Rp
15 milyar.
Masing -masing
Dewan meminta
jatah Rp
500 juta.
Padahal pertanggungjawaban
dana
itu nantinya
adalah Bupati
bukan anggota
Dewan,'' ujarnya.
Trauma
dengan kasus
APBD sebelumnya,
pihaknya memilih
tak hadir
selama proses
KUA dan PPAS. ''Saya
akan melakukan
penghadangan
realisasi Rp 15
milyar itu,''
ujarnya.
Belajar
dari pengalaman
serta
melencengnya pos anggaran
dari visi
dan misi
maka pihaknya
tak mau
diajak seperti
anak-anak.
'Saya tak
akan mau
diajak kompromi
lagi.
Semestinya
pengaturan
anggaran disesuaikan
dengan visi
dan misi,''
tegasnya.
Ia berharap
semua pihak
taat dalam
mengelola
anggaran untuk
mengoptimalkan
penggunaan dana
untuk membangun
Bangli.
(kmb17)