Teknologi
Tera di
Ambang Mata
Oleh
Made Kembar Sri
Budhi
Perkembangan
teknologi
informasi
dan
komunikasi telah
menunjukkan
jati
dirinya dalam
peradaban
manusia
dewasa ini.
Sudah
tentu tidak
dapat
diingkari dan
dipandang
sebelah
mata, peran
perkembangan
teknologi
informasi
telah
memberikan share yang
signifikan terhadap
nilai
tambah ekonomi.
Efisiensi
dalam
berbagai bidang,
khususnya
dalam
masalah waktu,
tenaga
dan biaya
melalui
kecepatan dan
ketepatan
informasi,
serta
performa fisik
telah
dapat ditingkatkan
dengan
sangat drastis,
sekaligus
berarti
telah mampu
mengefisienkan
penggunaan
tempat
dalam artian
kapasitas
ruang.
============
BUKAN
itu
saja, penampilan
fakta
kongkret dari
sebuah
situasi dan
kondisi yang
dapat
diakses dari
tempat
berbeda secara
bersamaan
dan
dengan durasi
tanpa
batas, telah
menganulir
akan
keragu-raguan terhadap
eksistensi
kejujuran
manusia.
Bahkan,
kejujuran itu
sendiri yang
tadinya
hanya sebagian
dapat
dideteksi melalui
sorot
mata, pada
saat
sekarang ini
dengan
kemampuan teknologi
mampu
mengolaborasi gelombang
emosi,
sehingga dapat
diidentifikasi
tingkat
kejujuran yang
diimplementasikan. Kehidupan
ke
depan sebagian
besar
akan dininabobokan
oleh
kemjuan teknologi
informasi
tersebut.
Kelompok
masyarakat yang
maniak
terhadap perkembangan
teknologi
informasi,
memiliki
kemampuan yang
sangat
tinggi dalam
memprovokasi,
dan
memberikan pengaruh
kepada
lingkungan. Dengan
bumbu
kecanggihan dan
kepraktisan yang
ditawarkan,
serta
pemahaman manfaat
ekonomis yang
diberikan
melalui
kemudahan dan
daya
guna yang ditimbulkan
oleh
kemajuan tersebut,
telah
mampu menyeret
lingkungan
untuk
menjadi pengikutnya,
sehingga
menjadi
anggota yang secara
tidak
langsung justru
menjadi
lebih fanatik
terhadap
ketergantungannya
pada
kemajuan teknologi
tersebut.
Jika
masyarakat
sudah
terlena terhadap
ketergantungan
akan
pemanfaatan kemajuan
teknologi,
mestikah
harus
apriori terhadap
perkembangan
sektor yang
satu
ini? Hanya yang
perlu
disinkronkan adalah
bagaimana
pesatnya
kemajuan
teknologi
tersebut,
dapat
diimbangi oleh
kedewasaan
pola
pikir masyarakat
dalam
peradaban masing-masing.
Sehingga
semua
manfaat positif yang
terkandung
di
dalamnya mampu
dimanifestasikan agar
mampu
membantu dan
mempermudah
kehidupan
masyarakat.
Harkat
kemanusiaan masih
tetap
terjaga seiring
dengan
kemajuan teknologi,
inilah
menjadi kewajiban
semua
pihak untuk
terus
ditanamkan agar keseimbangan
dapat
dipertahankan.
Tidak
dapat
dimungkiri dengan
kompleksnya
permasalahan yang
dihadapi
dalam
kehidupan, sudah
mampu
dibayangkan bagaimana
krodit
dan ruwetnya
jika
tidak diimbangi
dengan
perkembangan teknologi.
Teknologi
telah
membuat segalanya
menjadi
lebih sederhana
dan
sangat simpel.
Perkembangan
dari yang
sederhana
melalui
perjalanan mulai
dari
kapasitas ato,
pemko,
piko, nano,
mikro
dan mili,
sampai kilo, mega,
giga,
dan sebentar
lagi
tera. Kapasitas
tera
setara dengan
sepuluh
pangkat enam
kapasitas
giga (1
tera = 106 giga).
Jadi
dapat diprediksi
berapa
besarnya kapasitas
data dan
informasi yang
dapat
disimpan dari
sebuah
paket data yang hanya
sebesar
satu tera.
Kemampuan
ini
sebentar lagi
akan
merajai paket
komputer
dan
peralatan lainnya,
sehingga
betapa
mudahnya kemanjaan
yang diberikan
oleh
perkembangan teknologi.
Perkembangan
dari yang
sederhana
sampai
dengan sekarang
ini
telah banyak
menghabiskan
tahun
dan biaya
eksplorasi
serta
penelitian, sehingga
sepantasnyalah
masyarakat
dalam
memanfaatkan produk
teknologi
tersebut
dapat
menspesifikasi bagian
yang bermanfaat
dalam
kehidupan tanpa
mengurangi
nilai-nilai
kehidupan
itu
sendiri.
Dampak
Teknologi
Impak
perkembangan
teknologi
sudah
semua dapat
merasakan,
mulai
dari kecanggihan
video audio, pesawat
televisi, air conditioner,
telepon
seluler, ipod,
komputer
sampai
peralatan rumah
tangga.
Hampir semua
komoditas
tersebut
menawarkan
kemanjaan
terhadap
tiap
inci dari
tubuh
manusia yang juga
kelihatannya
setiap
saat membutuhkan
sentuhan-sentuhan
kemanjaan
tersebut.
Tidak
sedikit masyarakat
yang kalang
kabut
karena AC tidak
jalan,
handphone tidak
ada
sinyal, komputer
hang, email yang diblokir,
sampai
pemanas air yang tidak
berfungsi.
Sangatlah
panjang
jika disebutkan
satu per
satu,
tetapi yang jelas
produk-produk
tersebut
jika
terdapat gangguan
membuat
situasi menjadi
tidak
nyaman dan
kerja
menjadi sangat
tidak
menggairahkan. Ini
artinya
betapa ketergantungan
terhadap
teknologi
semakin lama
semakin
mencengkram dalam
kehidupan
sehari-hari.
Tidak
ada
salahnya untuk
mencermati
dan
waspada, karena
dengan
berbagai kemudahan
yang ditawarkan
sedikit
demi sedikit
telah
mengubur kemampuan
manusia,
mematikan
kerja
psikomotorik, serta
intuisi
menjadi tidak
tajam
lagi. Padahal
semua
tahu bahwa
ketajaman
intuisi
sering memberikan
hasil
di luar yang
diperkirakan.
Jika
intuisi tidak
terasah
dengan adanya
kemudahan
tersebut,
ibarat
keterampilan jika
tidak
sering dipergunakan
maka
semakin lama menjadi
tidak
terampil lagi.
Tanggung
jawab
dibebankan pada
minimal diri
sendiri,
keluarga,
lingkungan
masyarakat
dan
pemerintah untuk
memberikan
harmonisasi
melalui
tambahan pendidikan
dan
keterampilan yang mampu
mengasah
ketajaman
intuisi
tersebut. Intuisi
dapat
mengalahkan kecanggihan
teknologi,
dan
intuisi sarat
dengan
nilai-nilai kemanusiaan
yang semestinya
terus
dipupuk, dan
dikembangkan
untuk
sebuah kehidupan yang
ideal.
Sementara
dampak
teknologi telah
mulai
terasa dengan
menyusutnya
rasa
kekeluargaan dan
kebersamaan.
Sebuah
rumah tangga
bisa
jadi bukan
merupakan
sebuah
tempat tinggal,
karena
di dalamnya
sudah
tidak terdapat
kehangatan.
Orangtua
sibuk
dengan pekerjaannya,
sehingga
tidak
sempat bercengkerama
dengan
anggota keluarga,
di
pihak lain anak-anak
sibuk
dengan permainan
video game, televisi
dan
ber-SMS-ria. Akhirnya
kontak
kemanusiaan di
dalam
rumah tangga
tersebut
menjadi
kering, tidak
memiliki
sukma,
dan rumah
hanya
menjadi sebatas
tempat
persinggahan yang
selanjutnya ditinggalkan
tanpa
memberikan kesan
apa-apa.
Kondisi
ini jelas
bukan
menjadi rumah
tangga yang
didambakan.
Kecenderungan
seperti
ini mestinya
sudah
terdeteksi sejak
awal,
dan ada
upaya
untuk mengarahkan
pada
rel yang seharusnya
dari
seluruh lingkungan
keluarga
sendiri.
Dampak lain
dari
kemajuan teknologi
telah
melahirkan budaya
plagiat
mulai dari
tempe,
tahu, batik, lagu,
karya
ilmiah, sampai
dengan
budaya yang diklaim
oleh
pihak lain. Ini
tidak lain
karena
kemajuan teknologi
tidak
seimbang dengan
kedewasaan
berpikir,
akhirnya
saling
melempar tanggung
jawab
dan bermuara
pada
menipisnya nilai
solidaritas
dan
kemanusiaan umat.
Semoga
semua mata
terbuka,
bukan
hanya untuk
melihat,
tetapi
mencermati keganjilannya
serta
berupaya untuk
memperbaikinya.
Penulis,
Dekan
Fakultas Ekonomi
Unud
-----------------------
Tidak
ada
salahnya untuk
mencermati
dan
waspada, karena
dengan
berbagai kemudahan
yang ditawarkan
sedikit
demi sedikit
telah
mengubur kemampuan
manusia,
mematikan
kerja
psikomotorik, serta
intuisi
menjadi tidak
tajam
lagi. Padahal
semua
tahu bahwa
ketajaman
intuisi
sering memberikan
hasil
di luar yang
diperkirakan.
Jika
intuisi tidak
terasah
dengan adanya
kemudahan
tersebut,
ibarat
keterampilan jika
tidak
sering dipergunakan
maka
semakin lama menjadi
tidak
terampil lagi.
---------------------
*
Jika
masyarakat sudah
terlena
terhadap ketergantungan
akan
pemanfaatan kemajuan
teknologi,
mestikah
harus
apriori terhadap
perkembangan
sektor yang
satu
ini?
*
Hanya yang
perlu
disinkronkan adalah
bagaimana
pesatnya
kemajuan
teknologi
tersebut,
dapat
diimbangi oleh
kedewasaan
pola
pikir masyarakat
dalam
peradaban masing-masing.
*
Dengan
demikian, semua
manfaat
positif yang terkandung
di
dalamnya mampu
dimanifestasikan agar
mampu
membantu dan
mempermudah
kehidupan
masyarakat.