kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 10 Desember 2007

 Nusantara


KPK jangan Terbawa Politik

Jakarta (Bali Post) -
Suhu
politik yang memanas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, dikhawatirkan berimbas pada kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pimpinan baru lembaga penegakan hukum tersebut diharapkan mewaspadai kemungkinan adanya upaya mempengaruhi yang datangnya dari berbagai kekuatan politik.

Peringatan ini disampaikan Wakil Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean usai mengikuti peringatan Hari Antikorupsi Dunia di Jakarta, Minggu (9/12) kemarin. Untuk mencegahnya, lanjutnya, hanya ada satu cara. Pimpinan KPK harus memiliki komitmen kuat agar tidak terpengaruh dan mudah ditarik ke area politik oleh kekuatan-kekuatan politik atau partai.

''Kalau pimpinan baru KPK tidak berkomitmen kuat, saya khawatir pengaruh-pengaruh itu akan ada. KPK itu lembaga hukum, bukan lembaga politik. Sangat diharapkan KPK jangan sampai terbawa-bawa kekuatan politik,'' saran mantan Sekretaris Jampidsus Kejaksaan Agung tersebut.

Panggabean mengingatkan pada pimpinan baru agar tidak otoriter. Ketua KPK bukanlah penentu dalam setiap kebijakan KPK. Alasannya, kepemimpinan KPK itu kolektif. Jadi, tiap kebijakan diambil bersama-sama dan juga menjadi tanggung jawab bersama.

Untuk kepemimpinan KPK periode 2007-20011, lanjutnya, jangan lagi berkeluh-kesah dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.  Mereka bisa berjalan lebih baik ketimbang kepemimpinan KPK sebelumnya. Pasalnya, kepemimpinan yang baru ini tidak perlu lagi membangun sistem dan sarana serta prasarana. Semuanya sudah tersedia dan lengkap. Pimpinan baru akan bekerja lebih mudah, karena KPK kini sudah mapan. Mereka bisa langsung berjalan. (kmb3)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)