kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 10 Desember 2007

 Ekonomi


Jaring
Diseruduk Kapal---
Nelayan
Manggis Resah

Amlapura (Bali Post) -
Jaring
milik 20 kelompok nelayan di Kecamatan Manggis, Karangasem diseruduk kapal. Akibatnya, nelayan menderita kerugian puluhan juta rupiah dan tak mendapatkan ganti rugi. Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Nelayan Dasa Bala Antiga Manggis Karangasem Wayan Kuatiarta, Minggu (9/12) kemarin di Karangasem.

Kuatiarta yang juga Klian Banjar Pengalon itu mengatakan, jaring nelayannya disapu kapal terjadi Sabtu (8/12). ''Kami tak bisa berbuat apa-apa, kalau kami tahu kapal yang merusak jaring nelayan kami bisa menuntut ganti rugi. Kalau tak tahu kapal yang mana berulah, nelayan cuma bisa gigit jari tak mampu berbuat apa-apa. Nelayan juga tak mungkin mengejar kapal dengan perahu nelayan mereka,'' keluhnya.

Dikatakan, tak hanya kapal tangker yang bolak-balik membawa BBM ke Depo Pertamina Manggis. Kapal penyebrangan Padangbai-Lembar serta kapal pesiar juga kerap menyapu jaring yang dipasang nelayan. Akibatnya, nelayan di wilayah pantai Manggis resah. Jaring ikan mereka sejak dulu kerap diseruduk kapal. Padahal harga jaring sangat mahal, sudah rugi jaring hilang ikan juga jarang dapat.

Musim ikan sangat jarang, kini pendapatan ikan nelayan turun. Dulu musim ikan sehari kelompok nelayan bisa memperoleh 10 ton, kini sekitar 4 ton sudah bagus, katanya.

Nelayan di Manggis sangat resah. Masalahnya, memasang rumpon (rumah ikan) juga sudah dilarang, dengan alasan menghalangi lalu litas kapal. ''Kami mengajukan permohonan kepada pemerintah agar diizinkan memasang satu rumpon untuk banyak kelompok nelayan. Soalnya kami nelayan juga perlu makan,'' katanya.

Kuatiarta berharap nelayan diberi kesempatan memasang jaring penangkap ikan barang sejam yakni pukul 05.30 - 06.30 wita. Hal itu agar nelayan bisa menghidupi keluarganya. Pemerintah juga sudah memberikan bantuan alat pendingin ikan senilai Rp 575 juta. Alat itu belum bisa difungsikan, belum ada bangunan untuk menaruh dan mengoperasikannya. ''Kalau nelayan tak dapat ikan, apa gunanya alat pendingin ikan itu,'' keluhnya. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)