Rawan
DB, Drainase
Banyak
Tersumbat
Denpasar
(Bali Post) -
Perilaku
masyarakat
perkotaan
dalam
mewujudkan hidup
bersih
dan sehat
ternyata
masih
banyak hambatan.
Hal ini
terbukti
dari
banyaknya ditemukan
drainase yang
tersumbat,
sehingga
memicu
penyakit demam
berdarah (DB)
di
masyarakat.
Kasus
drainase
banyak
tersumbat ditemui
di
beberapa tempat
di
Denpasar Utara.
Temuan
ini
terjadi saat
tim
lomba
kebersihan dan PSN (pemberantasan
sarang
nyamuk) antarbanjar
se-Kota Denpasar
melakukan
penilaian
pada
hari ke-33, awal
minggu
pertama Desember 2007
lalu.
Koordinator
tim
di
Denpasar Utara
Dewa
Atmaja, S.T. mengatakan
beberapa
tempat
di Denpasar
Utara
ditemukan drainase
yang tersumbat
dan
berisi jentik.
Melihat
hal itu,
pihaknya
langsung
menegur
dan memberikan
pembinaan
kepada
pemilik rumah
untuk
memperhatikan saluran
pembuangan air.
''Kasus
yang paling banyak
drainasenya
tersumbat,
yakni
di rumah-rumah
kos,''
katanya.
Ketua
Tim penilai dr.
Luh Sri
Armini yang ditemui,
Minggu (9/12)
kemarin,
mengatakan
lomba
kebersihan dan PSN
pada
prinsipnya bertujuan
untuk
mengubah perilaku
masyarakat agar
selalu
hidup bersih
dan
sehat.
Dikatakannya,
dengan
melakukan gerakan
kebersihan
secara
rutin serta
rajin
mengontrol tempat-tempat
yang memungkinkan
nyamuk
aedes aegypti
untuk
berkembang, kasus-kasus
DB bisa
ditekan.
Selain
lingkungan,
benda-benda yang
memungkinkan
menampung air
juga
perlu mendapat
perhatian.
Sri Armini yang
juga
Kepala Dinas
Kesehatan
Denpasar
ini
mengakui, memberantas
secara
tuntas munculnya
kasus DB
sama
sekali
tidak mungkin.
Pasalnya,
kasus
ini merupakan
siklus
tahunan, di
mana
setiap musim
hujan
pasti
akan muncul.
''Yang bisa
kita
lakukan adalah
menekan
munculnya kasus
ini
melalui
gerakan 3M,
yaitu
menguras, menutup
dan
menimbun barang-barang
yang rentan
digunakan
nyamuk
berkembang,'' katanya.
Made Gd.
Sudiarta, S.E.
selaku
koordinator
tim
di
wilayah Denpasar
Barat
mengatakan, kesadaran
masyarakat
sudah
mulai tampak.
Hal ini
bisa
dibuktikan dengan
adanya
swakelola sampah
dari
masyarakat setempat
di
samping rutin
melakukan
kegiatan
gotong-royong
sebulan
sekali.
Selain
itu, di
wilayahnya
aktivitas
para
Jumantik tetap
mengontrol
keberadaan
jentik
nyamuk penyebar BD
ke
rumah-rumah.
(kmb12)