kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 10 Desember 2007

 Bali


Rawan
DB, Drainase Banyak Tersumbat

Denpasar (Bali Post) -
Perilaku
masyarakat perkotaan dalam mewujudkan hidup bersih dan sehat ternyata masih banyak hambatan. Hal ini terbukti dari banyaknya ditemukan drainase yang tersumbat, sehingga memicu penyakit demam berdarah (DB) di masyarakat. Kasus drainase banyak tersumbat ditemui di beberapa tempat di Denpasar Utara.

Temuan ini terjadi saat tim lomba kebersihan dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) antarbanjar se-Kota Denpasar melakukan penilaian pada hari ke-33, awal minggu pertama Desember 2007 lalu. Koordinator tim di Denpasar Utara Dewa Atmaja, S.T. mengatakan beberapa tempat di Denpasar Utara ditemukan drainase yang tersumbat dan berisi jentik. Melihat hal itu, pihaknya langsung menegur dan memberikan pembinaan kepada pemilik rumah untuk memperhatikan saluran pembuangan air. ''Kasus yang paling banyak drainasenya tersumbat, yakni di rumah-rumah kos,'' katanya.

Ketua Tim penilai dr. Luh Sri Armini yang ditemui, Minggu (9/12) kemarin, mengatakan lomba kebersihan dan PSN pada prinsipnya bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat agar selalu hidup bersih dan sehat.

Dikatakannya, dengan melakukan gerakan kebersihan secara rutin serta rajin mengontrol tempat-tempat yang memungkinkan nyamuk aedes aegypti untuk berkembang, kasus-kasus DB bisa ditekan. Selain lingkungan, benda-benda yang memungkinkan menampung air juga perlu mendapat perhatian.

Sri Armini yang juga Kepala Dinas Kesehatan Denpasar ini mengakui, memberantas secara tuntas munculnya kasus DB sama sekali tidak mungkin. Pasalnya, kasus ini merupakan siklus tahunan, di mana setiap musim hujan pasti akan muncul. ''Yang bisa kita lakukan adalah menekan munculnya kasus ini  melalui gerakan 3M, yaitu menguras, menutup dan menimbun barang-barang yang rentan digunakan nyamuk berkembang,'' katanya.

Made Gd. Sudiarta, S.E. selaku koordinator tim di wilayah Denpasar Barat mengatakan, kesadaran masyarakat sudah mulai tampak. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya swakelola sampah dari masyarakat setempat di samping rutin melakukan kegiatan gotong-royong sebulan sekali. Selain itu, di wilayahnya aktivitas para Jumantik tetap mengontrol keberadaan jentik nyamuk penyebar BD ke rumah-rumah. (kmb12)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)