Nangluk
Merana,
Bupati Bharata
''Mapekelem
Sarwa
Selem''
Gianyar
(Bali Post) -
Minggu
(9/12) kemarin
bertepatan
dengan
rerahinan Tilem,
Sasih
Keenem, masyarakat
Gianyar
melakukan upacara
Nangkluk
Merana
di pantai
Lebih,
Desa Lebih,
Gianyar.
Upacara
Nangkluk Merana
sebagai
upaya untuk
melebur
merana atau
penyakit,
kotoran
dari isi
bumi
ini langsung
dihadiri
Bupati
Gianyar A.A. Gde
Agung
Bharata didampingi
Ny.
Nanik
Mirna
Agung Bharata
beserta
jajaran Pemkab
Gianyar,
Minggu (9/12)
kemarin.
Orang
nomor
satu di
Gianyar
itu tiba
di
lokasi pukul 10.00
wita
dan berbaur
dengan
ribuan warga yang
sudah
berdatangan sejak
pukul 04.00
dini
hari.
Upacara
Nangkluk
Merana yang
diselenggarakan
setiap
sasih keenam
ini
di-puput Ida Pedanda
Wayahan Bun
dari
Gria Sanur
Pejeng,
Tampaksiring.
Usai
pelakasanaan
persembahyangan,
Bupati
Bharata bersama
Pemangku
Segara
Lebih melaksanakan
pakelem
ke tengah
laut
dengan menaiki
perahu.
Ketua
Pelaksana
Upacara
Nangluk Merana yang
sekaligus
sebagai
Kabag Kesra
Setda
Gianyar Dewa
Oka
Sedhana mengatakan
pakelem yang
dilakukan
di
tengah laut
ini
sarwa selem.
Dalam
hal ini
upacara
pakelem dengan
menggunakan
ayam
hitam (siap
selem),
itik hitam (bebek
selem)
dan suci
sarwa
selem. Hal
ini
bertujuan untuk
melebur
merana atau
penyakit,
kotoran
dari isi
bumi
ini.
''Semua
merana (penyakit)
itu
kini sudah
dilebur
di laut agar
bumi
ini dijauhkan
dari
segala macam
penyakit
baik yang
menimpa
manusia, tumbuhan
dan
hewan sirna,''
terangnya.
Ritual Nangluk
Merana
juga dilanjutkan
dengan
upacara Mapedanaan,
Bupati
Bharata juga
bersama
Pemangku Segara
bersama-sama
naik ke
tempat
Medana-dana yang mempunyai
makna agar
bumi
ini beserta
isinya
selalu diberikan
kesejahteraan.
Bupati
Bharata
mengatakan bahwa
upacara
Nangluk Merana
di
samping untuk
melebur
segala penyakit
atau
kotoran juga
untuk
melebur pikiran-pikiran
yang kotor.
''Dengan
upacara
ini bumi
beserta
isinya terhindar
dari
penyakit dan
mendapatkan
kesejahteraan,''
ujarnya.
Pelaksanaan
upacara
Nangkluk Merana
dikoordinasikan
oleh
Pemkab Gianyar
melalui
Bagian Kesra.
Sedangkan
untuk
pelaksanaan dan
pengemong
Karya
Nangkluk Merana
diserahkan
kepada
Desa Pakraman
Lebih
terutama kelompok
nelayan.
(dar/*)