Terima
Bantuan
Calon Bupati --
Belum
Tentu
Pilih yang
Bersangkutan
Gianyar
(Bali Post) -
Aksi
pendekatan yang
dilakukan
oleh
kandidat incumbent dalam
hal
mendapatkan dukungan
dengan
memberikan bantuan
kepada
masyarakat, bisa
menimbulkan
rasa
ewuh pakewuh
di
kalangan masyarakat
pemilih.
Tim pemenangan
Cok Ace-Sutanya
dalam
hal ini
sangat
memaklumi hal
tersebut.
Masyarakat
saat
ini dibayangi
oleh
sesonggan
Bali
(istilah)
mirat
dana.
Demikian
dikatakan
Ketua Tim
Kampanye Made
Dauh
Wijana didampingi
Wayan
Nuasta dan
rekannya,
di
sekber, lewat
siaran
persnya, Minggu
(9/12) kemarin.
Di
tengah
kehidupan masyarakat
modern saat
ini
tentu hal
tersebut
tidak
berlaku.
Menurut
Dauh Wijana,
masyarakat
dalam
menerima bantuan
boleh-boleh
saja,
namun dalam
hal
menentukan pilihan
dalam
pilkada harus
menggunakan
pilihan
sebagaimana hati
nuraninya
untuk
perubahan. Dalam
hal ini
masyarakat
jangan
terjebak dengan
bantuan yang
diberikan,''
ungkapnya
sembari
mengevaluasi road show yang
dilakukan pihaknya
ke
masyarakat.
Dikatakan,
bantuan yang
diserahkan
sebagai
seorang bupati
adalah
merupakan hak
rakyat yang
berasal
dari APBD Gianyar.
Dauh
yang juga
anggota DPRD Bali
itu
menegaskan bahwa
bantuan yang
diberikan
tersebut
seolah-olah
seperti
utang budi.
Padahal
yang diberikan
adalah
uang rakyat.
Untuk
itu,
pihaknya perlu
memberikan
pemahaman
kepada
warga agar jangan
merasa
terikat dan
punya
utang budi
atas
bantuan yang diberikan.
"Masyarakat
tidak
perlu berutang
budi
atau mirat
dana,"
katanya
diplomatis.
''Terhadap
pemahaman
mirat
dana
ini,
Koaliasi Rakyat
Gianyar (KRG)
perlu
memberikan penjelasan
dan
pehamanan, agar opini
yang dibelokkan
di
masyarakat tidak
semakin
luas. Di
tengah
pemikiran masyarakat
modern istilah
mirat
dana
sangat
bertentangan.
Dalam
hal ini
masyarakat
dalam
menentukan pilihan
berdasarkan
konservatif.
Dalam
masyarakat
madani,
pilihan yang dilakukan
oleh
masyarakat bukan
berdasarkan
atas
bantuan sebagai
imbalan,''
katanya.
Ditambahkan,
paket AS
adalah
paket yang ideal bagi
Gianyar.
Hal ini
dikarenakan paket AS
merupakan
paket
calon independen yang
akan
memberikan
angin
perubahan lebih
baik di
Gianyar.
''Partai
politik yang
ada
dalam mengusung AS
hanya
sebagai lokomotif.
Padahal,
AS sekarang
ini
telah menjadi
milik
masyarakat Gianyar,''
tukasnya.
(dar/*)