Delegasi
UNCCC
Lepas
Jalak Bali
Negara (Bali Post) -
Delegasi
peserta UNCCC,
Sabtu (8/12)
mengunjungi
Taman
Nasional Bali Barat.
Mereka
mengunjungi
penangkaran
jalak
Bali (Leucopsar
rothscildi)
di
Tegala Bunder.
Menurut
Kepala Balai
Taman
Nasional Bali Barat
Paulus
Bambang Darmadja,
puluhan
ekor dari 138
ekor
jalak
Bali
yang ada
di
penangkaran dilepas
ke
habitatnya.
Delegasi
UNCCC, kata
Bambang,
menilai
penangkaran ini
merupakan
langkah yang
bagus
dilakukan di TNBB.
Penangkaran
jalak
Bali
di
areal TNBB berada
di
Tegala Bundar,
Sumber
Kelampok, Kecamatan
Gerokgak,
Buleleng.
Sementara
itu,
Minggu (9/12) kemarin,
Menteri
Kehutanan MS Ka'ban
juga
melepas puluhan
ekor
jalak Bali ke habitat
di TNBB.
Ka'ban
mengharapkan agar 138
ekor
curik putih yang
ditangkar
di TNBB
untuk dua
tahun
mendatang bisa
ditingkatkan
menjadi 200
ekor.
Menurut
Ka'ban
jumlah sebesar
itu
baru bisa
dikatakan
benar-benar
lestari.
Tukad
Pakerisan
Sementara
itu,
sejumlah delegasi
Minggu
kemarin juga
berkunjung
ke
Tukad Pakerisan
Gianyar.
Kunjungan
ini
merupakan salah
satu
kegiatan dalam UNCCC.
Para delegasi
ini
diperkenalkan Sungai
(Tukad)
Pekerisan ini
sebagai
contoh upaya
proteksi
kawasan
hulu yang dilakukan
oleh
masyarakat Bali.
Dirjen
Sumber
Daya Air Departemen
PU Ir. Iwan
Nursyirwan
Diar,
Dipl.H.E.
mengatakan,
sebanyak 68
daerah
aliran sungai (DAS)
yang ada
di Indonesia
mengalami
kondisi
kritis.
Kritisnya
kondisi DAS
lebih
banyak terjadi
di
daerah Jawa
dan
Sumatera. Dari
kerusakan yang
terjadi
di sepanjang
daerah
aliran sungai
ini
lebih banyak
diakibatkan
ulah
manusia.
Kunjungan
dilakukan 150
orang.
Selain
mengunjungi
daerah
Sungai Pekerisan,
para
delegasi juga
diperkenalkan
dengan
potensi kearifan
lokal.
Selain
Gunung Kawi,
mereka
juga melakukan
kunjungan
ke Pura
Tirta
Empul yang merupakan
mata air, yang
menjadi
bagian dari DAS
Pekerisan.
Selanjutnya
rombongan
mengunjungi
Payogan
serta Ubud.
(sur/dar)