kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 10 Desember 2007

 Bali


Ekonomi
Membaik, Kualitas Hidup
Masyarakat
Gianyar Turun

Gianyar (Bali Post) -
Data statistik tentang perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gianyar dari tahun ke tahun memang tak bisa dipungkiri bahwa menunjukkan perkembangan.
Anehnya, realita di tengah masyarakat justru memperlihatkan terjadinya penurunan kualitas hidup yang signifikan.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gianyar, Tjokorda Anom, menyebutkan hal ini membuktikan terjadinya kesalahan konsep dalam pembangunan. ''Dalam ilmu ekonomi, kejadian semacam ini disebut sebagai penanaman modal semu, yang esensinya merupakan tujuh dosa dalam pembangunan,'' jelas Tjok Anom tentang evaluasi pembangunan di Gianyar, kemarin.

Yang lebih penting dalam pembangunan adalah dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, baik itu dalam bidang lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Kalau yang terjadi justru sebaliknya, yakni penurunan kualitas hidup masyarakat, maka dampaknya bisa fatal bagi kelangsungan pembangunan ke depan. Masyarakat miskin akan tetap miskin atau bahkan bertambah miskin, sedangkan yang kaya justru makin kaya karena terjadi penumpukan aset pada kelompok tertentu.

Dikatakan, dari penelusuran di hampir seluruh Kabupaten Gianyar memperlihatkan adanya peningkatan jumlah penduduk miskin, bertambahnya pengangguran dan UKM yang gulung tikar. Hal ini terbukti dengan kondisi sarana dan prasarana publik di daerah yang cukup memprihatinkan. ''Kalau memang demikian, ke mana larinya ekonomi yang katanya mengalami pertumbuhan itu,'' tanya I Made Rajeg, seorang petani di daerah Payangan.

Rajeg mengaku makin sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. ''Kalau dulu masih bisa membiayai sekolah anak pertama saya sampai SMP. Sekarang saya kesulitan membiayai adiknya yang baru duduk di bangku SD,'' katanya.

Menurut Tjok Anom, apa yang dialami oleh I Made Rajeg tersebut juga banyak menimpa masyarakat Gianyar lainnya. Selama hampir setahun melakukan kunjungan ke berbagai daerah yang dijumpai hanya keluhan masyarakat tentang penurunan kualitas hidup. Menurut saya, kondisi ini terjadi karena pembangunan yang selama ini diterapkan oleh Pemkab Gianyar cenderung bersifat top down planning. Masyarakat hanya dijadikan objek. Sehingga partisipasi masyarakat baik dalam perencanaan pembangunan, pelaksanaan maupun monitoringnya sangat rendah. Ini harus diubah. (dar/*)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)