kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Wage, 23 Nopember 2007

 Bali


''Pengabenan'' Pasek Suartha
 

Semarapura (Bali Post) -
Prosesi
pengabenan Inspektur Intelijen Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung (Kejakgung), Wayan Pasek Suartha berlangsung khidmat sejak pagi hingga siang hari di Pekuburan Desa Pakraman Kemoning, Klungkung, Kamis (22/11) kemarin. Usai pembakaran jenazah, sore harinya dilanjutkan prosesi nganyut dengan berjalan kaki menuju Tukad Unda, Klungkung. Selanjutnya, juga akan digelar upacara ngerorasin (12 hari) dan 40 hari.

Pasek Suartha, meninggal dunia di usia ke-59 akibat penyakit stroke yang dideritanya. Mantan Kajati Bali yang juga sempat menjadi jaksa yang menyeret Amrozi dalam kasus Bom Bali itu, meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Pertamina Jakarta setelah beberapa hari sebelumnya sempat terjatuh di kamar mandi dan terbentur di bagian kepala.

Kepergian bapak empat anak itu bukan hanya membuat keluarga besar Kejakgung berduka. Pejabat di lingkungan Pemkab Klungkung juga turut berkabung. Mengingat, salah seorang adik almarhum, Wayan Muliartha menjabat sebagai Kadis KLH Pemkab Klungkung. Para pejabat di Klungkung beramai-ramai menyampaikan turut berbelasungkawa dengan mendatangi rumah duka di Banjar Kemoning, Klungkung, Selasa (20/11) lalu.

Penuturan Muliartha, firasat dirinya akan kehilangan kakaknya itu sudah dirasakan sejak beberapa minggu sebelumnya. Almarhum yang biasanya bersikap agak saklek terhadap orang-orang yang ada di rumahnya, tiba-tiba ramah. Bahkan terhadap pembantu sekali pun. Tiap subuh, jaksa yang sempat berperan penting dalam proses sidang pelaku bom Bali I itu membangunkan pembantunya untuk diajak jogging. ''Itu tak biasa dilakukan. Belum lagi selama jogging, almarhum juga banyak bercerita dan memberi petuah kepada pembantunya,'' tutur Muliartha.

Sikap berbeda juga diperlihatkan almarhum di rumahnya di Bali. Almarhum meminta keluarga membangun angkul-angkul stil Bali yang nantinya khusus dilewati ketika meninggal. ''Mungkin itu petunjuk. Tetapi keluarga tak menyadarinya saat itu,'' tambahnya. (kmb20)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)