Utusan
PBB Kecewa
dengan ASEAN
Singapura
-
Bali
Post/ap
BERBINCANG - Utusan khusus PBB untuk menangani kasus
Myanmar Ibrahim Gambari (kanan) berbincang dengan
Menteri Luar Negeri Myanmar U Nyan Win di sela-sela
pertemuan ASEAN, Selasa (20/11) kemarin.
Utusan
khusus PBB
untuk Myanmar
Ibrahim
Gambari sangat
kecewa
oleh keputusan yang
diambil
dalam KTT ASEAN.
Kekecewaan
ini
ia
sampaikan
setelah
konferensi membatalkan
jadwal
kehadirannya dalam
pertemuan
para
pemimpin Asia Tenggara
yang digelar
di
Singapura tersebut.
Utusan
kelahiran Nigeria
ini
tiba Selasa (20/11)
kemarin,
atau
sehari sebelum
ia
dijadwalkan memberikan
laporan
singkat kepada 10
pemimpin ASEAN plus
enam partner dialog
Australia, Cina, India,
Jepang, New Zealand
dan Korea
Selatan --
membahas
krisis Myanmar.
Namun,
pemimpin ASEAN
memutuskan
Senin
malam untuk
membatalkan
jadwal
laporannya setelah PM
Myanmar Thein
Sein
menolaknya.
Ia
berdalih
Gambari
harusnya hanya
memberikan
laporan
kepada DK PBB, bukan
kepada
pemimpin Asia Tenggara.
Thein
Sein ''memberikan
penerangan
bahwa
situasi di Myanmar
adalah
masalah
domestik
dan Myanmar
memiliki
kapabilitas
penuh
untuk mengatasi
masalahnya
sendiri,''
tutur PM
Singapura Lee
Hsien
Loong.
Pun saat
ditanya
reaksinya atas
semua
ini, Gambari
menjawab
datar, ''Tentu
saja
saya kecewa.
Ini
adalah
salah satu agenda
kedatangan
saya ke
sini.''
Berbicara
di
tempatnya menginap,
ia
menambahkan,
meski briefing
akan
memberikannya kesempatan
bagus
untuk saling
tukar
pikiran, namun
hal itu
bukanlah
menjadi agenda
besarnya.
Pertemuan
di
Singapura diharapkannya
bisa
menjadi sebuah bonus.
Pihak
pengamat
mengecam
keputusan
ini
hingga membawa
konferensi
ke arah
membingungkan
dan
merusak kredibilitas
ASEAN dengan
mengizinkan Myanmar
mendikte agenda.
PM New Zealand Helen Clark juga
menyampaikan
kekecewaannya
kemarin
atas keputusan
ini dan
akan
bertemu
dengan Gambari
secara
pribadi. Setelah ''beberapa
hari''
di Singapura,
Gambari
rencananya
akan
mengunjungi Vietnam, Laos
dan
Kamboja. (ton/afp)