kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 21 Nopember 2007

 Mancanegara


Utusan
PBB Kecewa dengan ASEAN

Singapura -
Bali Post/ap
BERBINCANG - Utusan khusus PBB untuk menangani kasus Myanmar Ibrahim Gambari (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Myanmar U Nyan Win di sela-sela pertemuan ASEAN, Selasa (20/11) kemarin.

Utusan khusus PBB untuk Myanmar Ibrahim Gambari sangat kecewa oleh keputusan yang diambil dalam KTT ASEAN. Kekecewaan ini ia sampaikan setelah konferensi membatalkan jadwal kehadirannya dalam pertemuan para pemimpin Asia Tenggara yang digelar di Singapura tersebut.

Utusan kelahiran Nigeria ini tiba Selasa (20/11) kemarin, atau sehari sebelum ia dijadwalkan memberikan laporan singkat kepada 10 pemimpin ASEAN plus enam partner dialog Australia, Cina, India, Jepang, New Zealand dan Korea Selatan -- membahas krisis Myanmar.

Namun, pemimpin ASEAN memutuskan Senin malam untuk membatalkan jadwal laporannya setelah PM Myanmar Thein Sein menolaknya. Ia berdalih Gambari harusnya hanya memberikan laporan kepada DK PBB, bukan kepada pemimpin Asia Tenggara. Thein Sein ''memberikan penerangan bahwa situasi di Myanmar adalah masalah domestik  dan Myanmar memiliki kapabilitas penuh untuk mengatasi masalahnya sendiri,'' tutur PM Singapura Lee Hsien Loong.

Pun saat ditanya reaksinya atas semua ini, Gambari menjawab datar, ''Tentu saja saya kecewa. Ini adalah salah satu agenda kedatangan saya ke sini.'' Berbicara di tempatnya menginap, ia menambahkan, meski briefing akan memberikannya kesempatan bagus untuk saling tukar pikiran, namun hal itu bukanlah menjadi agenda besarnya. Pertemuan di Singapura diharapkannya bisa menjadi sebuah bonus.

Pihak pengamat mengecam keputusan ini hingga membawa konferensi ke arah membingungkan dan merusak kredibilitas ASEAN dengan mengizinkan Myanmar mendikte agenda.  PM New Zealand Helen Clark juga menyampaikan kekecewaannya kemarin atas keputusan ini dan akan bertemu dengan Gambari secara pribadi. Setelah ''beberapa hari'' di Singapura, Gambari rencananya akan mengunjungi Vietnam, Laos dan Kamboja. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)