Ulangan
Umum
Terpadu Silakan
---
Ujian
Pemantapan
Tetap
Digelar Jelang UN
Denpasar
(Bali Post) -
Dinas
Pendidikan
Propinsi Bali
merespons
positif
usulan Ketua
Dewan
Pendidikan Kota Denpasar
pentingnya
digelar
ulangan umum
terpadu
untuk mempersiapkan
siswa
menghadapi ujian
nasional (UN).
''Jika
kabupaten/kota ada
keinginan
melakukan
ulangan
umum terpadu,
kami
pikir tak
masalah.
Tetapi
mesti
berkoordinasi dengan
guru-guru dan
pihak
sekolah, sehingga
tidak
keluar dari
standar
kompetensi-kompetensi dasar
(SKKD) yang telah
ditetapkan,''
kata
Kasubdin Dikmenum
dan
Dikmenjur Disdik Bali
Drs. Ketut
Wija, M.M.,
Selasa (20/11)
kemarin.
Kaitannya
dengan
pelaksanaan kurikulum
tingkat
satuan pendidikan (KTSP),
sekolah
memiliki otonomi
untuk
membuat kurikulum.
Karena
itu,
penilaian ulangan-ulangan,
ulangan
sumatif menjadi
kewenangan guru
atau
sekolah sesuai
dengan SKKD.
Namun,
lanjut
Wija, dalam
menyongsong UN,
Dinas
Pendidikan berupaya
mengambil
langkah-langkah
strategis
dengan
melakukan ujian
pemantapan.
Demikian
juga
menghadapi UN kali ini.
Ujian
pemantapan
ini
dalam rangka
mengukur
standar
kompetensi lulusan (SKL).
Nilai
minimal kelulusannya
tentu
ditetapkan lebih
tinggi
dari nilai minimal
kelulusan
dalam UN.
Seperti
diberitakan
sebelumnya,
Ketua
Dewan Pendidikan Kota
Denpasar Ir.
Putu
Rumawan Salain
mengatakan,
konsistensi
pemerintah
meningkatkan
standar
nilai minimal kelulusan
UN setiap
tahun
ajaran, wajib
disikapi
dengan
serius oleh
Dinas
Pendidikan Propinsi
Bali maupun
kabupaten/kota se-Bali.
Salah
satu
strategi yang bisa
diterapkan
adalah
menggelar ulangan
umum
terpadu (terutama
untuk
mata pelajaran yang
di-UN-kan) yang
diberlakukan
serentak
di
seluruh SMP dan SMA/SMK
di Bali.
Wija
menambahkan,
standar
nilai minimal kelulusan
UN pada
tahun ajaran
ini
dirancang 5,25.
Jumlah
mata
pelajaran yang di-UN-kan
juga
ditambah. Untuk
SMA jurusan
IPA ditambah
tiga
mata pelajaran
lagi
yaitu Fisika,
Kimia
dan Biologi. SMA
jurusan
bahasa,
ditambah Matematika,
Sastra Indonesia
dan
Sejarah Budaya (Antropologi).
Jurusan
IPS ditambah
Matematika,
Geografi
dan
Sosiologi. SMK
tidak
ada tambahan.
Sedangkan
SMP ditambah IPA.
(08)