kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 21 Nopember 2007

 Bali


Semangat
Puputan Margarana -----
Sumber
Inspirasi dan Motivasi Kerja Keras 

Puputan Margarana hendaknya jangan hanya menjadi peringatan seremonial setiap tahunnya. Yang lebih penting, mengaplikasikan nilai-nilai kejuangan untuk kehidupan yang lebih baik. Para pejuang khawatir kehilangan sejarah, mengingat makin menipisnya semangat patriotisme di kalangan generasi muda. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tiap tanggal 20 November di TPB Margarana digelar upacara peringatan hari Puputan Margarana. Selasa (20/11) kemarin, upacara tersebut mengingatkan peristiwa heroik 61 tahun silam (20 November 1946) di Banjar Kelaci. Pasukan I Gusti Ngurah Rai melakukan pertempuran puputan, hingga tidak ada satu pun yang selamat.

-----------------------

GUBERNUR Bali Dewa Made Beratha dalam sambutannya mengingatkan agar peringatan tersebut jangan hanya menjadi upacara seremonial, melainkan nilai-nilai kejuangan dapat diaplikasikan demi memperkokoh kesatuan untuk mencapai kesejahteraan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk memantapkan komitmen, menyatukan tekad dan langkah mewujudkan cita-cita para pahlawan. Dengan menjadikan puputan sebagai sumber inspirasi dan motivasi, setiap warga hendaknya bekerja keras, ulet, dan penuh pengabdian.

Dinyatakan Gubernur, akhir-akhir ini berbagai permasalahan mendera, seperti bencana alam, kasus narkoba, pencurian yang dapat berpotensi sebagai pemicu disintegrasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama dengan cara lebih meningkatkan upaya persatuan dengan meneladani nilai-nilai perjuangan. Setiap pemuda harus meningkatkan semangat perjuangan dalam membangun bangsa. Ia juga meminta agar para pejuang dan keluarga veteran mendapat perhatian yang baik.

Ketua MADA LVRI Bali I.B. Kompyang mengaku takut kehilangan sejarah, akibat makin menipisnya semangat perjuangan. Menurutnya, para generasi muda harus mewarisi nilai-nilai perjuangan dan memiliki semangat yang baik demi mengisi pembangunan. Demikian juga monumen Margarana harus tetap dipelihara karena menjadi simbol dari sebuah perjuangan heroik di Bali.

Upacara kemarin dihadiri oleh Ketua DPRD Bali I.B. Wesnawa, Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama, dan sejumlah pejabat lainnya serta keluarga pejuang. Ratusan veteran tampak hadir dengan usia yang telah uzur. Sangat memprihatinkan, mereka datang dengan diangkut menggunakan beberapa buah truk. Walau demikian, semangatnya tetap menyala untuk mengikuti upacara itu. (upi)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)