kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 21 Nopember 2007

 Bali


Tekan
Buta Huruf-----------------
Karangasem
Peroleh Anugerah Aksara Pratama 

Amlapura (Bali Post)-
Karangasem
berupaya menekan angka buta aksara dan angka sampai ke pelosok pedesaan. Hal itu membuahkan hasil, jumlah penduduk buta aksara menurun drastis dan Karangasem memperoleh penghargaan Anugrah Aksara Pratama dari Presiden RI yang diterima beberapa waktu lalu di NTB. 

Hal itu disampaikan Kasi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Karangasem Drs. Putu Arnawa, S.Ag. M.Si., didampingi Kabag Humas dan Protokol Setdakab Karangasem Komang Agus Sukasena, SIP., Selasa (20/11) kemarin di Amlapura.  

Arnawa dan Kadis Pendidikan Karangasem Drs. Wayan Wirta mengatakan, pihaknya gencar menggarap program penuntasan buta aksara dan angka melalui program keaksaraan fungsional (KF). Program itu digelar di kecamatan Kubu yang selama ini dikenal paling banyak angka buta huruf dan kemiskinan.  

Dua kelompok belajar fungsional yang aktif saat ini di banjar persiapan Eka Darma Pilihan, Tianyar Timur dan empat Kelompok terdiri 40 orang di Kresek, Munti Gunung, Kubu. Saat ditinjau Kasi PLS Arnawa, warga belajar di Kresek Munti Gunug minta dibantu buku-buku agama Hindu terutama untuk kelas V SD yang mudah dipelajari. Tujuannya agar masyarakat yang di wilayahnya sulit menerima siaran Bali TV yang banyak menyiarkan darma wacana bisa lebih banyak mendapat pelajaran agama Hindu. Hal itu penting, agar masyarakat setempat kuat secara sradha dan bakti, sehingga  tahan menghadapi tantangan hidup.  

Petugas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kecamatan Kubu Gede Surata menyampaikan di Munti Gunung beberapa hari lalu, warga belajar dari anak-anak, remaja, ibu rumah tangga (RT) dan kepala RT berbaur belajar di balai banjar tiga kali seminggu. Mereka tak malu, justru bersemangat.  

''Saya kagum dengan semangat belajar warga buta huruf di Kubu. Keinginannya untuk bisa membaca sangat tinggi, bahkan kalau mereka sudah bias membaca mengatakan bakal membeli HP agar bisa SMS (mengirim layanan pesan singkat,'' katanya

Selain belajar juga diberikan keterampilan hidup, seperti menganyam kerajinan yang bahannya ada di alam sekitarnya, seperti lontar di Kubu. Warga itu juga minta diberikan keterampilan menganyam dengan desain yang lebih bervariasi sesuai kebutuhan pasar, sehingga hasil kerajinan mereka tak hanya bisa dipasarkan di pasar local, tetapi juga ke luar daerah bahkan ekspor.  (013/*)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)