AS Disambut
Antusias
Warga
Tulikup
Siap
Perjuangkan
Perubahan ----
Gianyar
(Bali Post) -
Perubahan
rupanya
sudah menjadi
kebutuhan
hampir
seluruh masyarakat
di
Kabupaten Gianyar.
Hal ini
bisa
dilihat dari
tingginya
antusiasme
warga
di berbagai
daerah se-Gianyar
yang dikunjungi
pasangan
kandidat
bupati-wakil
bupati
dari Koalisi
Rakyat
Gianyar (KRG), Ir. Tjokorda
Oka
Artha Ardhana
Sukawati,
M.Si.
(Cok.
Ace) -
Dewa Made
Sutanaya, S.H.
atau yang
populer
disebut AS.
Dalam
kunjungannya
ke
Tulikup, Gianyar,
Senin (19/11)
lalu
misalnya, ternyata
warga
dan tokoh
masyarakat
menyambut
antusias
kehadiran
rombongan AS yang
dikenal
sebagai kandidat
dengan
visi perubahan.
"Pilkada
adalah momentum yang
sangat
penting untuk
menentukan
pilihan yang
terbaik agar
bisa
mewujudkan perubahan
dan
kebangkitan Gianyar
ke arah
yang lebih
baik.
Karena
itu,
kami mengajak
masyarakat agar
berhati-hati
dalam
menentukan pilihan.
Gunakan
hati nurani,"
tegas
prajuru adat
setempat, I Made
Letra,
di hadapan
lautan
massa
yang hadir.
Selain
Letra,
tampak juga
sejumlah
tokoh
masyarakat menyambut
rombongan AS
dalam
simakrama yang berlangsung
di
wantilan Pura
Penataran
Dalem
Pasek.
Di
antaranya
prajuru
adat I Made Tanana.
Sedangkan
AS ditemani
Cok.
Budi
Suryawan (CBS),
Ketua KRG
Dauh
Wijana, dan
sejumlah
tokoh
lainnya.
Mendengar
pernyataan
warga
dan tokoh
masyarakat yang
antusias,
Cok.
Ace, Sutanaya,
dan CBS
tampak senyum-senyum.
"Kami
sangat
senang masyarakat
Gianyar
ternyata sepaham
dengan AS
bahwa
perubahan memang
sangat
dibutuhkan di
Gianyar.
Ini
berarti
masyarakat sangat
sadar
selama ini
Gianyar
memang sedang
tertidur
pulas
dan harus
dibangunkan,"
ujar CBS.
Sementara
Cok. Ace
maupun
Sutanaya saat
itu
lebih banyak
memperkenalkan
diri
sebagai kandidat,
meskipun
juga
menyinggung dan
menanggapi
keluh
kesah warga.
Selesai
dari
Tulikup,
AS melanjutkan
perjalanan
ke tiga
daerah yang
berjauhan
yakni
Singakerta, Pengosekan
Ubud
dan Kelabang
Muding,
Tegallalang.
Tak
berbeda
dengan di
Tulikup,
di
ketiga lokasi
ini, AS
juga mendapat
sambutan
hangat
dari ribuan
warga
dan tokoh
masyarakat yang
siap
berjuang untuk
perubahan
Gianyar.
Di
Singakerta
misalnya,
Bendesa
setempat menyampaikan
komitmennya
untuk
tetap bersama-sama
dengan
Puri Ubud.
Alasannya,
terdapat
hubungan
historis yang
tidak
mungkin bisa
dihapuskan
antara
Singakerta dan
Puri
Ubud. (dar/*)