Ny.
Dewa
Beratha:
KDRT Meningkat,
Perkawinan
Jadi
Neraka
Denpasar
(Bali Post) -
Kekerasan
dalam
rumah tangga (KDRT)
yang cenderung
meningkat
diprediksi
akan
menjadikan
kaum
wanita merasa
tak
nyaman dalam
kehidupan
berumah
tangga.
Kekerasan
fisik yang
melanda
ibu-ibu potensial
menjadikan
bahtera
perkawinan yang dianggap
sakral
dan suci
terasa
bagaikan neraka
bagi
korban KDRT.
''Saya
ingatkan semua
anggota
keluarga agar menghormati
arti
keharmonisan sebuah
keluarga.
KDRT yang makin
marak
belakangan ini
cenderung
membuat
perkawinan menjadi
neraka
bagi korban,''
ujar
Ketua Tim Penggerak
PKK Propinsi
Bali Ny.
Dewa
Beratha
saat sosialisasi KDRT
dan
Perlindungan Anak
di
Gedung Narigraha,
Selasa (20/11)
kemarin.
Ny.
Dewa
Beratha
mengatakan KDRT kini
tak
saja menjadikan
kaum
lelaki atau
suami
sebagai tersangka,
tetapi
kekerasan ibu
terhadap
anak
juga cenderung
meningkat.
Berdasarkan
data P2TP2 pada
tahun 2006
terjadi 218
kasus.
Ia
mengingatkan agar
setiap
keluarga juga
memperhatikan
kehidupan
anak.
Perlindungan
bagi
anak hendaknya
diterjemahkan
dengan
memberikan rasa
aman,
terjaminnya kelangsungan
pendidikan
dan
kehidupan yang wajar.
''Ingat
ada 10
hak-hak anak yang
semestinya
dipahami
benar
oleh orangtua.
Hak
yang paling strategis
sesuai
Deklarasi Mukadimah
PBB adalah
hak
anak untuk
mendapat
perlindungan
khusus,''
ujarnya.
Sementara
itu,
Gubernur Bali dalam
sambutannya yang
dibacakan
Asisten
Tata Praja
Pemprop Bali
Gede
Wardhana mengingatkan
agar semua
pihak
menghindari terjadinya
KDRT.
Berpikir
cerdas
dan melakukan
pengendalian
emosi
secara cermat
diharapkan
bisa
menghindari dipilihnya
jalan
kekerasan untuk
mengatasi
masalah.
Gubernur
mengatakan KDRT
cenderung
memiliki
dampak
buruk bagi
pekembangan mental
anak
termasuk ambruknya
pertahanan
keluarga.
Soialisasi
KDRT dan
perlindungan
anak
ini diikuti
oleh
ketua Tim PKK Kabupaten/Kota,
Kecamatan,
Pokja
dan Sekretaris PKK
se-Bali.
Acara yang
berlangsung
sehari
ini, menurut
Ketua
Panitia Drs. Nyoman
Sura
Adi Tenaya,
M.Si.,
bertujuan
untuk
meningkatkan pemahaman
dan
kemampuan gerakan PKK
di
semua tingkatan
mencegah
terjadinya KDRT.
''Kami
juga
mengundang sejumlah
pembicara
untuk
menyampaikan materi-materi
yang berkaitan
dengan KDRT
dan
Perlindungan terhadap
Anak,''
ujarnya. (044/*)