kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 21 Nopember 2007

 Bali


Ny
. Dewa Beratha:
KDRT Meningkat, Perkawinan Jadi Neraka

Denpasar (Bali Post) -
Kekerasan
dalam rumah tangga (KDRT) yang cenderung meningkat diprediksi akan menjadikan kaum wanita merasa tak nyaman dalam kehidupan berumah tangga. Kekerasan fisik yang melanda ibu-ibu potensial menjadikan bahtera perkawinan yang dianggap sakral dan suci terasa bagaikan neraka bagi korban KDRT.

''Saya ingatkan semua anggota keluarga agar menghormati arti keharmonisan sebuah keluarga. KDRT yang makin marak belakangan ini cenderung membuat perkawinan menjadi neraka bagi korban,'' ujar Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Bali  Ny. Dewa Beratha saat sosialisasi KDRT dan Perlindungan Anak di Gedung Narigraha, Selasa (20/11) kemarin. Ny. Dewa Beratha mengatakan KDRT kini tak saja menjadikan kaum lelaki atau suami sebagai tersangka, tetapi kekerasan ibu terhadap anak juga cenderung meningkat. Berdasarkan data P2TP2 pada tahun 2006 terjadi 218 kasus.

Ia mengingatkan agar setiap keluarga juga memperhatikan kehidupan anak. Perlindungan bagi anak hendaknya diterjemahkan dengan memberikan rasa aman, terjaminnya kelangsungan pendidikan dan kehidupan yang wajar. ''Ingat ada 10 hak-hak anak yang semestinya dipahami benar oleh orangtua. Hak yang paling strategis sesuai Deklarasi Mukadimah PBB adalah hak anak untuk mendapat perlindungan khusus,'' ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Tata Praja Pemprop Bali Gede Wardhana mengingatkan agar semua pihak menghindari terjadinya KDRT. Berpikir cerdas dan melakukan pengendalian emosi secara cermat diharapkan bisa menghindari dipilihnya jalan kekerasan untuk mengatasi masalah. Gubernur mengatakan KDRT cenderung memiliki dampak buruk bagi pekembangan mental anak termasuk ambruknya pertahanan keluarga.

Soialisasi KDRT dan perlindungan anak ini diikuti oleh ketua Tim PKK Kabupaten/Kota, Kecamatan, Pokja dan Sekretaris PKK se-Bali. Acara yang berlangsung sehari ini, menurut Ketua Panitia Drs. Nyoman Sura Adi Tenaya, M.Si., bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan gerakan PKK di semua tingkatan mencegah terjadinya KDRT. ''Kami juga mengundang sejumlah pembicara untuk menyampaikan materi-materi yang berkaitan dengan KDRT dan Perlindungan terhadap Anak,'' ujarnya. (044/*)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)