kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 12 Nopember 2006

 Olahraga


Final LPBP III/2007 Badung Sore Ini--

Menyerang
Versus Serangan Balik

Denpasar (Bali Post) -
Kesebelasan
SMAN 1 Kuta (Smansaku) ditantang SMA Dwijendra Buala (Dwira) pada babak final Liga Pelajar Bali Post (LPBP) III/2007 Kabupaten Badung di Lapangan Banteng, Seminyak, Kuta, Senin (12/11) sore ini mulai pukul 15.30 wita.

Smansaku sudah dua kali menjadi juara, yaitu pada LPBP I/2005 dan LPBP II/2006. Sementara Dwira menjadi finalis tahun lalu, dikalahkan Smansaku 0-2 di partai puncak. Jika berjaya lagi berarti SMAN 1 Kuta membuat hattrick juara. Sebaiknya, kalau SMA Dwijendra yang menjadi pemenang, ini adalah gelar pertamanya.

Kepala SMAN 1 Kuta Drs. Made Rasta mengharapkan para pemainnya bermain habis-habisan meski SMA Dwijendra sudah dikalahkan 4-0 di babak penyisihan lalu. Ia mengaku telah menyiapkan bonus jika timnya mampu menjadi juara lagi.

Manajer tim Drs. Made Sudra minta asuhannya tampil rileks, namun tetap disiplin pada posisi masing-masing. ''Anak-anak mesti bermain tenang dan jangan terpancing irama yang dikembangkan lawan,'' katanya beberapa hari lalu.

Menurut pelatih Warta, duet penyerang Dwira, Agus Haryana dan Adi Dwipayana, memiliki teknik dan stamina bagus plus didukung naluri mencetak gol tinggi. Untuk mengatasi pola bertahan lawan, ia menginstruksikan Andika Putra dan kawan-kawan bermain cepat dan memanfaatkan lebar lapangan. ''Dengan tampil menyerang, peluang akan lebih banyak tercipta,'' ujarnya.

Manajer tim SMA Dwijendra, Drs. Made Yusta, menyatakan ibarat perang genderang sudah ditabuh. Siap atau tidak siap, pemainnya harus tampil puputan. Ia mengakui timnya di atas kertas masih di bawah Smansaku, namun sepak bola bukan matematika. Segala sesuatu bisa terjadi di lapangan. ''Kami mengharapkan keberuntungan,'' ungkap Yusta.

Dwira juga menerapkan menyerang, namun cenderung bertahan. Serangan balik cepat menjadi senjata utama. ''Kami akan berjuang untuk merebut gelar terbaik. Kami harapkan anak-anak bermain ngotot, penuh semangat dan taktis,''  ujar pelatih Nyoman Suasta.

Kepala SMA Dwijendra, Ir. Wayan Wita, mengharapkan para pemainnya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, Smansaku memang lebih baik, tetapi bukan berarti tidak mempunyai titik-titik kelemahan. (kmb11)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)