Final LPBP III/2007 Badung
Sore Ini--
Menyerang
Versus
Serangan
Balik
Denpasar
(Bali Post) -
Kesebelasan
SMAN 1 Kuta (Smansaku)
ditantang SMA
Dwijendra
Buala (Dwira)
pada
babak final Liga
Pelajar Bali Post (LPBP)
III/2007 Kabupaten
Badung
di Lapangan
Banteng,
Seminyak,
Kuta,
Senin (12/11) sore ini
mulai
pukul 15.30 wita.
Smansaku
sudah
dua kali menjadi
juara,
yaitu pada LPBP
I/2005 dan LPBP II/2006.
Sementara
Dwira
menjadi finalis
tahun
lalu, dikalahkan
Smansaku 0-2
di
partai puncak.
Jika
berjaya
lagi berarti SMAN 1
Kuta
membuat hattrick
juara.
Sebaiknya,
kalau SMA
Dwijendra yang
menjadi
pemenang, ini
adalah
gelar pertamanya.
Kepala
SMAN 1 Kuta Drs. Made Rasta
mengharapkan
para
pemainnya bermain
habis-habisan
meski SMA
Dwijendra
sudah
dikalahkan 4-0 di
babak
penyisihan lalu.
Ia
mengaku
telah menyiapkan
bonus jika
timnya
mampu menjadi
juara
lagi.
Manajer
tim
Drs. Made Sudra
minta
asuhannya tampil
rileks,
namun tetap
disiplin
pada
posisi masing-masing.
''Anak-anak
mesti
bermain tenang
dan
jangan terpancing
irama yang
dikembangkan
lawan,''
katanya
beberapa hari
lalu.
Menurut
pelatih
Warta, duet penyerang
Dwira,
Agus Haryana
dan Adi
Dwipayana,
memiliki
teknik
dan stamina bagus
plus didukung
naluri
mencetak gol
tinggi.
Untuk mengatasi
pola
bertahan lawan,
ia
menginstruksikan
Andika
Putra dan
kawan-kawan
bermain
cepat dan
memanfaatkan
lebar
lapangan. ''Dengan
tampil
menyerang, peluang
akan
lebih banyak
tercipta,''
ujarnya.
Manajer
tim
SMA Dwijendra, Drs. Made
Yusta,
menyatakan ibarat
perang
genderang sudah
ditabuh.
Siap
atau
tidak siap,
pemainnya
harus
tampil puputan.
Ia
mengakui
timnya
di atas
kertas
masih di
bawah
Smansaku, namun
sepak bola
bukan
matematika.
Segala
sesuatu
bisa terjadi
di
lapangan. ''Kami
mengharapkan
keberuntungan,''
ungkap
Yusta.
Dwira
juga
menerapkan menyerang,
namun
cenderung bertahan.
Serangan
balik
cepat menjadi
senjata
utama. ''Kami
akan
berjuang
untuk
merebut gelar
terbaik.
Kami
harapkan anak-anak
bermain
ngotot, penuh
semangat
dan
taktis,''
ujar
pelatih
Nyoman Suasta.
Kepala
SMA Dwijendra, Ir.
Wayan
Wita, mengharapkan
para
pemainnya memanfaatkan
kesempatan
ini
dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya,
Smansaku
memang
lebih baik,
tetapi
bukan berarti
tidak
mempunyai titik-titik
kelemahan.
(kmb11)