2.000 ton
minyak Tumpah
di Laut
Hitam
Timbulkan
Bencana
Lingkungan Besar ----
Moskow
-
Badai
hebat
di Semenanjung
Kerch
terletak
antara
Laut Hitam
dan
Lautan Azov
memakan
korban.
Badai
memicu deburan
gelombang
laut
raksasa hingga
setinggi
lima
meter. Dalam
kondisi
seperti ini
kapal-kapal tanker
berat
memuat minyak
tak
bisa berkutik.
Minggu
(11/11) kemarin
sebuah
kapal tanker milik
Rsia
pecah jadi
dua dan
tenggelam
menumpahkan 2.000 ton
minyak
menuju semenanjung
tersebut. Tanker
bernama Volganeft-139
pecah
jadi dua
sekitar
lima
kilometer dari
pesisir,
menimbulkan
masalah
lingkungan serius.
"Membutuhkan
waktu
beberapa tahun
untuk
menyelesaikan masalah
ini,"
tutur Oleg Mitvol,kepala
pengamat
keselamatan
lingkungan
negara
kepada teelvisi
Vesti 24.
Kondisi
angin
kencang membuat
tim
darurat
tidak mampu
bertindak
cepat
dalam mengumpulkan
minyak
di permukaan air.
Maxim Stepanenko,seorang
jaksa
regional,menyatakan biang
keladi
mengapa minyak
sampai
bisa tumpah
adalah tanker
sendiri.
Ia
mengatakan
desain tanker
sangat
kuno dan
tak
dirancang untuk
mampu
menerjang badai.
Tanker-tanker
macam ini
dibuat
pada era Soviet untuk
membawa
minyak di
sungai-sungai.
Sebuah
kapal
kargo lainnya
membawa 2.000 ton sulfur
juga
tenggelam tak
jauh
dari lokasi
kapal tanker
sebelumnya.
Sembilan
krunya
terdampar menggunakan
rakit
penyelamat ditengah-tengah
amukan
angin mencapai 108
kilometer perjam
di
perairan yang memisahkan
Rusia
dan Ukraina
tersebut.
Kapal
ke tiga
mengalami
kerusakan
dan total 50
kapal
dievakuasi dari
Kavkaz,
sebuah pelabuhan
komersial
Semenanjung
Kerch,
sekitar 1.200 kilometer
selatan Moskow,
lansir
kantor berita
Rusia. Dari
keterangan yang
ada
belum tercatat
korban
cedera atau
tewas
pasca
semua insiden.
Ketika
pecah Volganeft-139
sebenarnya
sedang
melepaskan jangkar
dan
diam. Tiga tugboat,
dua
dari Rusia
dan
satu Ukraina,
mencoba
menyambung kabel-kabel
guna
mencegah kapal
tenggelam
namun
tidak menemukan
hasil
memuaskan.
Rusia
dan
Ukraina telah
melakukan
kerjasama
dalam
menghadapi situasi.
Sebuah
kapal
Ukraina dan
heli
Rusia dalam
posisi standby
terbang
menuju lokasi
segera
setelah cuaca
membaik.
Menteri
Transportasi
Ukraina
dalam pernyataannya
menyebutkan
seluruh
pelabuhan negeri
sudah
diberikan peringatan
waspada
dan membantu
dalam
operasi penyelamatan
tanker Volganeft-139.
Televisiachon
Rusia
melaporkan tumpahan
minyak
dari tanker yang memuat
4.000 ton minyak
terus
berlanjut dan
insiden
terjadi di
perairan
Ukraina.
Kapal
naas ini
membawa
minyak dari
kota
Samara, Rusia
selatan
menuju terminal minyak
di
Ukraina. (ton/ap/afp)