kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 12 Nopember 2006

 Mancanegara


2.000 ton minyak Tumpah di Laut Hitam

Timbulkan
Bencana Lingkungan Besar ----

Moskow -
Badai
hebat di Semenanjung Kerch terletak antara Laut Hitam dan Lautan Azov memakan korban. Badai memicu deburan gelombang laut raksasa hingga setinggi lima meter. Dalam kondisi seperti ini kapal-kapal tanker berat memuat minyak tak bisa berkutik. Minggu (11/11) kemarin sebuah kapal tanker milik Rsia pecah jadi dua dan tenggelam menumpahkan 2.000 ton minyak menuju semenanjung tersebut. Tanker bernama Volganeft-139 pecah jadi dua sekitar lima kilometer dari pesisir, menimbulkan masalah lingkungan serius.

"Membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menyelesaikan masalah ini," tutur Oleg Mitvol,kepala pengamat keselamatan lingkungan negara kepada teelvisi Vesti 24.

Kondisi angin kencang membuat tim darurat tidak mampu bertindak cepat dalam mengumpulkan minyak di permukaan air. Maxim Stepanenko,seorang jaksa regional,menyatakan biang keladi mengapa minyak sampai bisa tumpah adalah tanker sendiri. Ia mengatakan desain tanker sangat kuno dan tak dirancang untuk mampu menerjang badai. Tanker-tanker macam ini dibuat pada era Soviet untuk membawa minyak di sungai-sungai.

Sebuah kapal kargo lainnya membawa 2.000 ton sulfur juga tenggelam tak jauh dari lokasi kapal tanker sebelumnya. Sembilan krunya terdampar menggunakan rakit penyelamat ditengah-tengah amukan angin mencapai 108 kilometer perjam di perairan yang memisahkan Rusia dan Ukraina tersebut.

Kapal ke tiga mengalami kerusakan dan total 50 kapal dievakuasi dari Kavkaz, sebuah pelabuhan komersial Semenanjung Kerch, sekitar 1.200 kilometer selatan Moskow, lansir kantor berita Rusia. Dari keterangan yang ada belum tercatat korban cedera atau tewas pasca semua insiden.

Ketika pecah Volganeft-139  sebenarnya sedang melepaskan jangkar dan diam. Tiga tugboat, dua dari Rusia dan satu Ukraina, mencoba menyambung kabel-kabel guna mencegah kapal tenggelam namun tidak menemukan hasil memuaskan.

Rusia dan Ukraina telah melakukan kerjasama dalam menghadapi situasi. Sebuah kapal Ukraina dan heli Rusia dalam posisi standby terbang menuju lokasi segera setelah cuaca membaik.  Menteri Transportasi Ukraina dalam pernyataannya menyebutkan seluruh pelabuhan negeri sudah diberikan peringatan waspada dan membantu dalam operasi penyelamatan tanker Volganeft-139.

Televisiachon Rusia melaporkan tumpahan minyak dari tanker yang memuat 4.000 ton minyak terus berlanjut dan insiden terjadi di perairan Ukraina. Kapal naas ini membawa minyak dari kota Samara, Rusia selatan menuju terminal minyak di Ukraina. (ton/ap/afp) 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)