Naik,
Subsidi
Migor di
Banyuwangi
Banyuwangi
(Bali Post) -
Masyarakat
tingkat
bawah di
Kabupaten
Banyuwangi
bisa
bernapas lega.
Ini
menyusul naiknya
jatah
subsidi minyak
goreng (migor)
yang akan
turun
akhir bulan
ini.
Jumlahnya
mencapai 50
persen
lebih.
Jatah
ini
diperkirakan mampu
memenuhi
kebutuhan
harga
migor yang masih
saja
melambung.
Bulan
ini
Banyuwangi mendapat
jatah
sekitar 69.314 liter.
Sebelumnya
jatah yang
diterima
hanya
sekitar 34.000 liter.
Subsidi
migor
ini dikhususkan
untuk
masyarakat miskin
dan
industri kecil
menengah (IKM).
"Jatah
yang kita
terima
lumayan besar.
Di Jawa
Timur,
Banyuwangi tergolong
tinggi,"
kata
Kabid Perdagangan
Dinas
Perindustrian Perdagangan
Penamanam Modal
dan
Koperasi Kabupaten
Banyuwangi Made
Maharta,
Minggu (11/11)
kemarin.
Penyaluran
migor
bersubsidi tersebut
akan
melibatkan
sejumlah
agen
migor di
Banyuwangi.
Kebutuhan
pokok
itu akan
digelontor
sebanyak 13.000 ton per
hari.
Jatah ini
akan
dibagi
dalam 24 kecamatan
yang ada
di
Banyuwangi. Untuk
menghindari
penyerobotan
sambung
Made pihaknya
telah
melakukan survai data
keluarga
miskin
di masing-masing
kecamatan.
Setiap
keluarga
hanya
diberikan jatah
maksimal 2 liter.
Harganya
jauh
lebih rendah
dibanding
harga
pasar, yakni
Rp 5.500 per liter.
Jatah
terpaksa
diberlakukan
sangat minim.
Tujuannya
untuk
menghindari monopoli.
"Ini
kan
migor
bersibsidi, jadi
harus
dibagikan dengan
hati-hati,"
kata
pria asal
Buleleng
ini.
Bertambahnya
jatah
subdisi migor
ini
diharapkan bisa
meringankan
kebutuhan
masyarakat
miskin.
Sejak
beberapa
bulan
terakhir harga
migor
terus melambung.
Akibatnya,
banyak
kelompok IKM yang gulung
tikar.
Khusus
untuk IKM, penyaluran
migor
bersubsidi
akan
diberlakukan
secara
merata.
Hanya IKM yang
memenuhi
kriteria yang
berhak
mendapatkannya.
Khusus
subsidi kali
ini,
pemerintah Kabupaten
Banyuwangi
tidak
akan
menggelar
operasi
pasar. Alasannya,
penyaluran
akan
diserahkan
kepada
masing-masing kecamatan.
"Tapi
tetap melalui
agen di
kabupaten,"
sambung
Made.
Untuk
sementara
hanya
masyarakat yang terdata
yang berhak
mendapat
jatah
subsidi dari
pemerintah
pusat
tersebut.
Sementara
itu
harga migor
di
sejumlah pasar
di
Banyuwangi masih
saja
tinggi.
Meski
sedikit
menurun, harganya
masih
tetap dikeluhkan
masyarakat.
Harga
di
tingkat pengecer
masih
menembus Rp 8.500 per
kilogram.
Harga
ini
naik drastis
dari
harga normal sekitar
Rp 5.000 per kilogram.
(udi)