kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 12 Nopember 2006

 Ekonomi


Naik
, Subsidi Migor di Banyuwangi

Banyuwangi (Bali Post) -
Masyarakat
tingkat bawah di Kabupaten Banyuwangi bisa bernapas lega. Ini menyusul naiknya jatah subsidi minyak goreng (migor) yang akan turun akhir bulan ini. Jumlahnya mencapai 50 persen lebih. Jatah ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan harga migor yang masih saja melambung.

Bulan ini Banyuwangi mendapat jatah sekitar 69.314 liter. Sebelumnya jatah yang diterima hanya sekitar 34.000 liter. Subsidi migor ini dikhususkan untuk masyarakat miskin dan industri kecil menengah (IKM). "Jatah yang kita terima lumayan besar. Di Jawa Timur, Banyuwangi tergolong tinggi," kata Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Penamanam Modal dan Koperasi Kabupaten Banyuwangi Made Maharta, Minggu (11/11) kemarin.

Penyaluran migor bersubsidi tersebut akan melibatkan sejumlah agen migor di Banyuwangi. Kebutuhan pokok itu akan digelontor sebanyak 13.000 ton per hari. Jatah ini akan dibagi dalam 24 kecamatan yang ada di Banyuwangi. Untuk menghindari penyerobotan sambung Made pihaknya telah melakukan survai data keluarga miskin di masing-masing kecamatan.

Setiap keluarga hanya diberikan jatah maksimal 2 liter. Harganya jauh lebih rendah dibanding harga pasar, yakni Rp 5.500 per liter. Jatah terpaksa diberlakukan sangat minim. Tujuannya untuk menghindari monopoli. "Ini kan migor bersibsidi, jadi harus dibagikan dengan hati-hati," kata pria asal Buleleng ini.

Bertambahnya jatah subdisi migor ini diharapkan bisa meringankan kebutuhan masyarakat miskin. Sejak beberapa bulan terakhir harga migor terus melambung. Akibatnya, banyak kelompok IKM yang gulung tikar. Khusus untuk IKM, penyaluran migor bersubsidi akan diberlakukan secara merata. Hanya IKM yang memenuhi kriteria yang berhak mendapatkannya.

Khusus subsidi kali ini, pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak akan menggelar operasi pasar. Alasannya, penyaluran akan diserahkan kepada masing-masing kecamatan. "Tapi tetap melalui agen di kabupaten," sambung Made. Untuk sementara hanya masyarakat yang terdata yang berhak mendapat jatah subsidi dari pemerintah pusat tersebut.

Sementara itu harga migor di sejumlah pasar di Banyuwangi masih saja tinggi. Meski sedikit menurun, harganya masih tetap dikeluhkan masyarakat. Harga di tingkat pengecer masih menembus Rp 8.500 per kilogram. Harga ini naik drastis dari harga normal sekitar Rp 5.000 per kilogram. (udi)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)