Siap
Patenkan ''Ayam
Kedewatan''
DESA
Pakraman
Kedewatan
mempunyai
beragam
potensi yang mengantarkan
nama
Desa
Kedewatan menjadi
terkenal.
Bukan
hanya
keindahan alamnya
yang menjadi
daya
tarik turis,
juga
potensi lainnya
tak
kalah besarnya
seperti
makanan khas
ayamnya.
Dalam
keseharian
masyarakat
Kedewatan
ada
juga yang bekerja
sebagai
usaha home industry yang
hasilnya telah
dikenal.
Usaha
kecil
ini mulai
dari
usaha garmen (batik),
kerajinan
ukir
kayu, pelukis
hingga
ukir es.
Di
samping
itu, usaha
kecil yang paling
dikenal
bukan saja
di
kalangan masyarakat
Gianyar
dan Bali, bahkan
kini
telah menasional
hingga go international,
ialah
kuliner (makanan
khas)
ayam Kedewatan.
Kuliner
yang disebut
nasi
ayam Kedewatan
ini
jika diamati
tidak
jauh berbeda
dengan
kuliner serupa yang
ada di
daerah
lainnya.
Akan
tetapi,
rasa yang ada
di
makanan tersebut
membuat
kuliner ciptaan
warga
Kedewatan, Ibu
Mangku,
menjadi lebih
spesial.
Terhadap
rasa
itulah yang tidak
bisa
disamakan dengan
kuliner
serupa yang ada
di
daerah lainnya.
Dengan
ketenaran
kuliner
ayam Kedewatan
ini, yang
serta
merta secara
langsung
membawa
citra Desa
Pakraman
Kedewatan
membuat
warga dalam
hal ini
pemilik
lesehan Kedewatan,
Sang Putu
Putra,
ingin mempatenkannya.
''Mempatenkan
kuliner
ayam Kedewatan
saat
ini masih
dalam
proses,'' jelasnya.
Anak
dari
perintis kuliner
ayam
Kedewatan pertama
kali ini
mengatakan
mempatenkannya
makanan
khas Kedewatan
ini
hanya berlaku
bagi
orang berasal
luar
Desa Kedewatan yang
ingin
berusaha hal yang
sama.
Namun,
apabila warga
Kedewatan
sendiri
ingin membuat
kuliner yang
sama
maka
dengan senang
hati
dirinya akan
memberikannya.
Terkenalnya
kuliner
ayam Kedewatan
ini
tidak terlepas
dari
keberadaan Desa
Pakraman
Kedewatan.
Penuturan Sang
Putu
Putra sebelum
kuliner
ayam Kedewatan
menjadi
terkenal diawali
dengan
menjajakan makanan
tersebut
ke
tempat-tempat seperti
halnya
pedagang kaki
lima,
sekitar
dari tahun 1963.
Hingga
akhirnya
pariwisata
masuk
dan menu khas
Kedewatan
itu
menjadi terkenal
seperti
sekarang ini.
Bila
kita
datang ke
desa
wisata tersebut,
bukan
hanya warga
lokal
saja yang menikmati
ayam
Kedewatan, namun
banyak
wisatawan mancanegara
yang mencicipinya.
(dar)