kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 12 Nopember 2006

 Desa Pekraman


Siap
Patenkan ''Ayam Kedewatan''

DESA Pakraman Kedewatan mempunyai beragam potensi yang mengantarkan nama Desa Kedewatan menjadi terkenal. Bukan hanya keindahan alamnya yang menjadi daya tarik turis, juga potensi lainnya tak kalah besarnya seperti makanan khas ayamnya. Dalam keseharian masyarakat Kedewatan ada juga yang bekerja sebagai usaha home industry yang hasilnya telah dikenal. Usaha kecil ini mulai dari usaha garmen (batik), kerajinan ukir kayu, pelukis hingga ukir es.

Di samping itu, usaha kecil yang paling dikenal bukan saja di kalangan masyarakat Gianyar dan Bali, bahkan kini telah menasional hingga go international, ialah kuliner (makanan khas) ayam Kedewatan.

Kuliner yang disebut nasi ayam Kedewatan ini jika diamati tidak jauh berbeda dengan kuliner serupa yang ada di daerah lainnya. Akan tetapi, rasa yang ada di makanan tersebut membuat kuliner ciptaan warga Kedewatan, Ibu Mangku, menjadi lebih spesial. Terhadap rasa itulah yang tidak bisa disamakan dengan kuliner serupa yang ada di daerah lainnya.

Dengan ketenaran kuliner ayam Kedewatan ini, yang serta merta secara langsung membawa citra Desa Pakraman Kedewatan membuat warga dalam hal ini pemilik lesehan Kedewatan, Sang Putu Putra, ingin mempatenkannya. ''Mempatenkan kuliner ayam Kedewatan saat ini masih dalam proses,'' jelasnya.

Anak dari perintis kuliner ayam Kedewatan pertama kali ini mengatakan mempatenkannya makanan khas Kedewatan ini hanya berlaku bagi orang berasal luar Desa Kedewatan yang ingin berusaha hal yang sama. Namun, apabila warga Kedewatan sendiri ingin membuat kuliner yang sama maka dengan senang hati dirinya akan memberikannya.

Terkenalnya kuliner ayam Kedewatan ini tidak terlepas dari keberadaan Desa Pakraman Kedewatan. Penuturan Sang Putu Putra sebelum kuliner ayam Kedewatan menjadi terkenal diawali dengan menjajakan makanan tersebut ke tempat-tempat seperti halnya pedagang kaki lima, sekitar dari tahun 1963. Hingga akhirnya pariwisata masuk dan menu khas Kedewatan itu menjadi terkenal seperti sekarang ini. Bila kita datang ke desa wisata tersebut, bukan hanya warga lokal saja yang menikmati ayam Kedewatan, namun banyak wisatawan mancanegara yang mencicipinya. (dar)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)