Puting
Beliung
Amuk Bali---
Ratusan
Rumah
Hancur
Gianyar
(Bali Post) -
Denpasar
dan
Gianyar, dua
wilayah yang
dihantam
angin
puting beliung,
Minggu (11/11)
pagi
kemarin.
Lebih
dari 200
rumah
hancur.
Puluhan
tempat
suci roboh
diterbangkan
angin.
Akibatnya
satu
orang
tewas, 22 luka-luka
yang 10 orang
di
antaranya luka
berat.
------------
Di
Gianyar,
angin
mengamuk di
sebelas
banjar.
Kesebelas
banjar
itu tersebar
di Desa
Ketewel
dan Batubulan
Kangin,
Kecamatan Sukawati,
Gianyar.
Untuk
Desa Ketewel
terdiri
atas Banjar
Kubur,
Bajar Gumicik,
Banjar
Tengah, Banjar
Puseh,
Banjar Luglug,
Banjar
Umanyar, Pasekan
dan
Pamesan.
Sementara
di
Batubulan Kangin
meliputi
Banjar
Kenanga, Puseh,
dan
Tangkeban. Data
pihak
kepolisian dan
pemkab
tercatat 190 bangunan
rusak.
Sedangkan
untuk
korban luka-luka
sebanyak 22
orang
dengan klasifikasi
luka
berat 10 orang.
Seorang
warga
menyebutkan, angin
puting
beliung terjadi
pukul 03.15
wita.
Menurut
Syarial,
pedagang yang
tinggal
di Jalan Prof. IB
Mantra, pagi
itu
dirinya terbangun
yang rencananya
pergi
ke pasar.
Saat
keluar,
tiba-tiba ada
suara
gemuruh yang disertai
dengan
kencangnya angin yang
menyambar
bangunan
di
sekitarnya.
Suasana
pun panik.
Warga
berhamburan
menyelamatkan
diri.
Petugas
piket yang
ada di
Pospol
Ketewel sempat
mengintruksikan
kepada
warga untuk
mengungsi.
Angin
puting
beliung susulan
datang 10
menit
kemudian.
Suaranya
gemuruh.
Atap
dan
bahan lainnya pun
beterbangan.
Di
Banjar
Kubur, Ketewel,
amukan
angin membuat
warga
panik.
Warga
berhamburan
keluar
rumah sambil
berteriak
histeris.
Hingga
pukul 08.00
warga
tampak cemas
dan
masih berkumpul
di
jalan.
Sementara
sore harinya
warga yang
atap
rumahnya diterbangkan
angin
itu tampak
telah
melakukan perbaikan
serta
ada yang beberapa
memasang
terpal
untuk mengantisipasi
jika
nantinya ada
hujan
turun.
Sementara
itu,
Bupati Gianyar A.A.
Gde
Agung Bharata, S.H.
bersama
kepala
dinas dan
instansi
terkait
sejak pagi
keliling
meninjau
korban
angin puting
beliung.
Peristiwa
ini
juga mendapat
perhatian
Gubernur Bali
Dewa Made
Beratha.
Gubernur
yang didampingi
Sekda
Gianyar Tjokorda
Putra
Nindia, S.H. langsung
mengunjungi
tiga
rumah yang rata dengan
tanah
di Banjar
Kubur.
Gubernur
Bali Dewa Made
Beratha
langsung memerintahkan
Sekda
Gianyar Tjokorda
Putra
Nindia untuk
mendata
para korban
musibah
angin puting
beliung
untuk segera
diberikan
bantuan.
''Pak Gubernur
memerintahkan
untuk
mendata semua yang
mengalami
musibah,
sehingga
bantuan
dapat segera
direalisasikan.
Untuk
tahap awal
akan
diberikan
bantuan
beras, bahan
makanan
termasuk bahan
bangunan,''
kata
Karo Humas
Pemprop Bali A.A.
Netra.
Gedung
Sekolah
Di
Denpasar
juga
terjadi musibah
serupa.
Tercatat
lebih
dari seratus
rumah,
tempat usaha
dan
merajan (tempat
suci
keluarga - red) milik
warga
di Desa
Padangsambian
Kaja,
Denpasar Barat
dan
Desa Pemecutan
Kaja,
Denpasar Utara
mengalami
kerusakan.
Angin
kencang
itu juga
meluluhlantakkan
empat unit
bangunan plus
satu
bangunan kantin
di SDN 14
Pemecutan.
Selain
kerusakan
bangunan,
tercatat
seorang
warga yang tinggal
di
Jalan Patih
Nambi, Made
Wijana,
tewas
tertimpa
pohon.
Korban
saat
itu melintas
di
Jalan Gatot
Subroto,
Denpasar.
Camat
Denpasar
Barat Drs. Made
Mudra,
M.Si.
didampingi Kepala
Desa
Padangsambian Kaja I
Gusti
Kompyang Sukarta
Wirawan
mengatakan, pihaknya
sudah
mendata segala
kerusakan
akibat
terjangan angin
puting
beliung tersebut.
Total rumah
warga yang
rusak
di Denpasar
Barat
mencapai 95 unit, termasuk
satu unit
toko
swalayan. ''Begitu
hujan
reda, puluhan
pekerja yang
dikerahkan
oleh
Dinas PU dibantu
warga
setempat secara
bahu-membahu
memperbaiki
rumah-rumah yang
rusak
tersebut.
Mayoritas
rumah
warga mengalami
kerusakan
di
bagian atap,''
kata
Mudra.
Camat
Denpasar
Utara I Made
Mertajaya,
S.Sos.,
M.M. juga
telah
melakukan pendataan
terhadap
rumah-rumah
warga yang
mengalami
kerusakan.
Di
wilayah
Denpasar Utara,
angin
memporak-porandakan 23 unit
rumah milik
warga
di Desa
Pemecutan
Kaja.
Puluhan
rumah
itu seluruhnya
berkategori
rusak
parah.
Selain
rumah
penduduk, atap
empat unit
bangunan yang
difungsikan
sebagai
ruang belajar
dan
ruang guru di SDN 14
Pemecutan
juga
rusak.
Satu unit
bangunan
semipermanen yang
difungsikan
sebagai
kantin di
sekolah
setempat juga
terjungkal
dan
menimpa dua unit
sepeda motor
milik
penjaga sekolah yang
ditaruh
di dalamnya.
Wali
Kota Denpasar A.A.
Puspayoga
didampingi
Wakil
Wali Kota Rai
Dharmawijaya Mantra
dan
Sekkot I Nyoman
Aryana
langsung turun
ke
lapangan untuk
melakukan
pemantauan.
Nyoman
Aryana, M.Si.
memastikan
seluruh
atap bangunan yang
rusak
di SDN 14 Pemecutan
langsung
diperbaiki.
Malam
kemarin, seluruh
proses
perbaikan atap yang
rusak
berhasil diselesaikan.
''Tadi (kemarin
malam-red)
sudah
saya cek
ke
lapangan.
Semuanya
sudah
tuntas diperbaiki,''
ujarnya.
(dar/ian/sua)
SBY
Janji Bantu
Korban
MUSIBAH
yang dialami
warga
Gianyar, mendapat
perhatian
Presiden
Susilo
Bambang Yudhoyono
(SBY).
Begitu
turun
dari pesawat
di
Bandara Ngurah
Rai, SBY
langsung
ke TKP
Banjar Kubur,
Desa
Ketewel.
SBY tiba
di
lokasi pukul 16.15
wita.
Ia
disambut
Gubernur
Bali Dewa
Beratha
dan Bupati
Gianuar AA
Gde
Agung
Bharata.
Presiden
yang melihat
dampak
angin puting
beliung
ini mendoakan agar
kondisi
lahir dan
batin
warga korban
lekas
pulih.
Kepada
Bupati
Agung Bharata,
Presiden
mengatakan
bahwa
atas kejadian
angin
puting beliung
ini
ia
yakin
masyarakat Bali cukup
cerdas
menyikapi bencana
terutama
dengan
pendekatan spiritual.
Terbukti,
banyak
upacara digelar
umat Hindu
di Bali
guna menangkal
atau
mencegah musibah
alam agar
tak
tambah parah.
SBY juga
minta agar
korban
musibah ini
segera
diinventarisasi.
Selanjutnya
data korban
dilaporkan
ke
Presiden sebagai
landasan
untuk
menurunkan bantuan
bencana
alam ke
Gianyar.
(dar)