kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 12 Nopember 2006

 Bali


Puting
Beliung Amuk Bali---
Ratusan
Rumah Hancur

Gianyar (Bali Post) -
Denpasar
dan Gianyar, dua wilayah yang dihantam angin puting beliung, Minggu (11/11) pagi kemarin. Lebih dari 200 rumah hancur. Puluhan tempat suci roboh diterbangkan angin. Akibatnya satu orang tewas, 22 luka-luka yang 10 orang di antaranya luka berat.

------------
 

Di Gianyar, angin mengamuk di sebelas banjar. Kesebelas banjar itu tersebar di Desa Ketewel dan Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Untuk Desa Ketewel terdiri atas Banjar Kubur, Bajar Gumicik, Banjar Tengah, Banjar Puseh, Banjar Luglug, Banjar Umanyar, Pasekan dan Pamesan. Sementara di Batubulan Kangin meliputi Banjar Kenanga, Puseh, dan Tangkeban. Data pihak kepolisian dan pemkab tercatat 190 bangunan rusak. Sedangkan untuk korban luka-luka sebanyak 22 orang dengan klasifikasi luka berat 10 orang.

Seorang warga menyebutkan, angin puting beliung terjadi pukul 03.15 wita. Menurut Syarial, pedagang yang tinggal di Jalan Prof. IB Mantra, pagi itu dirinya terbangun yang rencananya pergi ke pasar. Saat keluar, tiba-tiba ada suara gemuruh yang disertai dengan kencangnya angin yang menyambar bangunan di sekitarnya. Suasana pun panik. Warga berhamburan menyelamatkan diri. Petugas piket yang ada di Pospol Ketewel sempat mengintruksikan kepada warga untuk mengungsi. Angin puting beliung susulan datang 10 menit kemudian. Suaranya gemuruh. Atap dan bahan lainnya pun beterbangan.

Di Banjar Kubur, Ketewel, amukan angin membuat warga panik. Warga berhamburan keluar rumah sambil berteriak histeris. Hingga pukul 08.00 warga tampak cemas dan masih berkumpul di jalan. Sementara sore harinya warga yang atap rumahnya diterbangkan angin itu tampak telah melakukan perbaikan serta ada yang beberapa memasang terpal untuk mengantisipasi jika nantinya ada hujan turun.

Sementara itu, Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata, S.H. bersama kepala dinas dan instansi terkait sejak pagi keliling meninjau korban angin puting beliung. Peristiwa ini juga mendapat perhatian Gubernur Bali Dewa Made Beratha. Gubernur yang didampingi Sekda Gianyar Tjokorda Putra Nindia, S.H. langsung mengunjungi tiga rumah yang rata dengan tanah di Banjar Kubur. Gubernur Bali Dewa Made Beratha langsung memerintahkan Sekda Gianyar Tjokorda Putra Nindia untuk mendata para korban musibah angin puting beliung untuk segera diberikan bantuan. ''Pak Gubernur memerintahkan untuk mendata semua yang mengalami musibah, sehingga bantuan dapat segera direalisasikan. Untuk tahap awal akan diberikan bantuan beras, bahan makanan termasuk bahan bangunan,'' kata Karo Humas Pemprop Bali A.A. Netra.

 

Gedung Sekolah

Di Denpasar juga terjadi musibah serupa. Tercatat lebih dari seratus rumah, tempat usaha dan merajan (tempat suci keluarga - red) milik warga di Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat dan Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara mengalami kerusakan. Angin kencang itu juga meluluhlantakkan empat unit bangunan plus satu bangunan kantin di SDN 14 Pemecutan.

Selain kerusakan bangunan, tercatat seorang warga yang tinggal di Jalan Patih Nambi, Made Wijana, tewas tertimpa pohon. Korban saat itu melintas di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. 

Camat Denpasar Barat Drs. Made Mudra, M.Si. didampingi Kepala Desa Padangsambian Kaja I Gusti Kompyang Sukarta Wirawan mengatakan, pihaknya sudah mendata segala kerusakan akibat terjangan angin puting beliung tersebut. Total rumah warga yang rusak di Denpasar Barat mencapai 95 unit, termasuk satu unit toko swalayan. ''Begitu hujan reda, puluhan pekerja yang dikerahkan oleh Dinas PU dibantu warga setempat secara bahu-membahu memperbaiki rumah-rumah yang rusak tersebut. Mayoritas rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap,'' kata Mudra.

Camat Denpasar Utara I Made Mertajaya, S.Sos., M.M. juga telah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Di wilayah Denpasar Utara, angin memporak-porandakan 23 unit rumah milik warga di Desa Pemecutan Kaja. Puluhan rumah itu seluruhnya berkategori rusak parah.

Selain rumah penduduk, atap empat unit bangunan yang difungsikan sebagai ruang belajar dan ruang guru di SDN 14 Pemecutan juga rusak. Satu unit bangunan semipermanen yang difungsikan sebagai kantin di sekolah setempat juga terjungkal dan menimpa dua unit sepeda motor milik penjaga sekolah yang ditaruh di dalamnya.

Wali Kota Denpasar A.A. Puspayoga didampingi Wakil Wali Kota Rai Dharmawijaya Mantra dan Sekkot I Nyoman Aryana langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan. Nyoman Aryana, M.Si. memastikan seluruh atap bangunan yang rusak di SDN 14 Pemecutan langsung diperbaiki. Malam kemarin, seluruh proses perbaikan atap yang rusak berhasil diselesaikan. ''Tadi (kemarin malam-red) sudah saya cek ke lapangan. Semuanya sudah tuntas diperbaiki,'' ujarnya. (dar/ian/sua)

 

 

SBY Janji Bantu Korban

MUSIBAH yang dialami warga Gianyar, mendapat perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Begitu turun dari pesawat di Bandara Ngurah Rai, SBY langsung ke TKP Banjar Kubur, Desa Ketewel.

SBY tiba di lokasi pukul 16.15 wita. Ia disambut Gubernur Bali Dewa Beratha dan Bupati Gianuar AA Gde Agung Bharata. Presiden yang melihat dampak angin puting beliung ini mendoakan agar kondisi lahir dan batin warga korban lekas pulih.

Kepada Bupati Agung Bharata, Presiden mengatakan bahwa atas kejadian angin puting beliung ini ia yakin masyarakat Bali cukup cerdas menyikapi bencana terutama dengan pendekatan spiritual. Terbukti, banyak upacara digelar umat Hindu di Bali guna menangkal atau mencegah musibah alam agar tak tambah parah.

SBY juga minta agar korban musibah ini segera diinventarisasi. Selanjutnya data korban dilaporkan ke Presiden sebagai landasan untuk menurunkan bantuan bencana alam ke Gianyar. (dar)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)