kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 12 Nopember 2006

 Bali


Hujan
Deras--
Senderan
Proyek ''Tower'' dan ''Penyengker'' Pura Jebol

Negara (Bali Post) -
Akibat
hujan deras yang mengguyur Jembrana sejak Jumat (9/11) sore lalu, kondisi tanah di lokasi proyek tower di selatan Kantor Pemkab Jembrana tidak stabil. Bahkan senderan di sebelah utara yang telah dibangun rekanan sebelumnya, jebol sepanjang lima meter. Bagian bawah jembatan yang sudah dibangun juga tampak ambrol. Air juga terlihat cukup tinggi di bagian kanal sebelah utara, sehingga tanah yang ambrol menumpuk di kanal tersebut.

Sebuah traktor nampak diturunkan untuk mengeruk sisa tanah yang ambrol tersebut. Para buruh dari PT Lammia Kencana Utama yang mengerjakan proyek kanal sebelah timur, tampak masih sibuk bekerja dan membangun jembatan baru.

Pimpinan PT Lammia Kencana Utama, I.B. Susrama yang dikonfirmasi, Minggu (11/11) kemarin mengatakan yang jebol adalah senderan beton sebelah utara. Senderan itu jebol karena di bagian bawah digali untuk pondasi jembatan sebelah utara, sehingga sewaktu ada hujan lebat beberapa hari lalu senderan menjadi longsor. Proyek kanal timur dan pembuatan jembatan itu senilai Rp 999.500.000 dan sudah dimulai sejak 11 Oktober. Proyek akan berakhir 20 Desember mendatang.

 

Sampah Berhamburan

Hujan deras juga terjadi di Bangli, menjebolkan sekitar 6 meter tembok penyengker Pura Manggis yang merupakan sungsungan dadia beranggotakan 30 KK di Banjar Tegalasah Tembuku. Akibat kurang baiknya sistem drainase, guyuran hujan deras menyebabkan kondisi tembok labil. Kerugian yang

ditimbulkan diperkirakan Rp 150 juta.

Kapolres Bangli AKBP Drs. Onto Cahyono meminta agar masyarakat mewaspadai cuaca buruk dua minggu terakhir ini. Keperluan bepergian jika tidak terlalu penting, sebaiknya ditunda. Mengingat, berbagai kemungkinan sulit ditebak akibat hujan ini.

Di Tabanan, hujan lebat menyebabkan sampah berhamburan terbawa air. Setelah hujan reda, kota tampak kumuh karena sampah berhamburan di sekitar jalan. Sampah terparah terlihat di Jalan Diponegoro, Pesiapan dan di sekitar Pasar Tabanan serta Pasar Dauh Pala. Demikian pula pada beberapa terminal seperti Kediri dan Pesiapan tampak kotor dengan sampah plastik. Kepala DKLH Tabanan I Nyoman Satiana menyatakan pihaknya telah melakukan antisipasi memasuki musim hujan dengan melakukan penebangan pohon pelindung dan pohon besar yang dianggap berbahaya. (sur/upi/kmb17)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)