Hujan
Deras--
Senderan
Proyek
''Tower'' dan
''Penyengker''
Pura
Jebol
Negara (Bali Post) -
Akibat
hujan
deras yang mengguyur
Jembrana
sejak
Jumat (9/11) sore lalu,
kondisi
tanah di
lokasi
proyek tower di
selatan
Kantor Pemkab
Jembrana
tidak
stabil.
Bahkan
senderan di
sebelah
utara yang telah
dibangun
rekanan
sebelumnya, jebol
sepanjang
lima
meter. Bagian
bawah
jembatan yang sudah
dibangun
juga
tampak ambrol.
Air
juga
terlihat cukup
tinggi
di bagian
kanal
sebelah utara,
sehingga
tanah yang
ambrol
menumpuk di
kanal
tersebut.
Sebuah
traktor
nampak diturunkan
untuk
mengeruk sisa
tanah yang
ambrol
tersebut.
Para
buruh
dari PT Lammia
Kencana
Utama yang mengerjakan
proyek
kanal sebelah
timur,
tampak masih
sibuk
bekerja dan
membangun
jembatan
baru.
Pimpinan
PT Lammia
Kencana
Utama, I.B. Susrama
yang dikonfirmasi,
Minggu (11/11)
kemarin
mengatakan yang jebol
adalah
senderan beton
sebelah
utara.
Senderan
itu
jebol karena
di
bagian bawah
digali
untuk pondasi
jembatan
sebelah
utara, sehingga
sewaktu
ada hujan
lebat
beberapa hari
lalu
senderan menjadi
longsor.
Proyek
kanal
timur dan
pembuatan
jembatan
itu
senilai Rp
999.500.000 dan
sudah
dimulai sejak 11
Oktober.
Proyek
akan
berakhir 20
Desember
mendatang.
Sampah
Berhamburan
Hujan
deras
juga terjadi
di
Bangli, menjebolkan
sekitar 6 meter
tembok
penyengker Pura
Manggis yang
merupakan
sungsungan
dadia
beranggotakan 30 KK di
Banjar
Tegalasah Tembuku.
Akibat
kurang
baiknya sistem
drainase,
guyuran
hujan deras
menyebabkan
kondisi
tembok labil.
Kerugian yang
ditimbulkan
diperkirakan
Rp 150
juta.
Kapolres
Bangli AKBP Drs.
Onto
Cahyono meminta agar
masyarakat
mewaspadai
cuaca
buruk dua
minggu
terakhir ini.
Keperluan
bepergian
jika
tidak terlalu
penting,
sebaiknya
ditunda.
Mengingat,
berbagai
kemungkinan
sulit
ditebak akibat
hujan
ini.
Di
Tabanan,
hujan
lebat menyebabkan
sampah
berhamburan terbawa
air. Setelah
hujan
reda,
kota
tampak
kumuh karena
sampah
berhamburan di
sekitar
jalan.
Sampah
terparah
terlihat
di
Jalan Diponegoro,
Pesiapan
dan di
sekitar
Pasar Tabanan
serta
Pasar Dauh
Pala.
Demikian
pula pada
beberapa terminal
seperti
Kediri
dan
Pesiapan tampak
kotor
dengan sampah
plastik.
Kepala
DKLH Tabanan I
Nyoman
Satiana menyatakan
pihaknya
telah
melakukan antisipasi
memasuki
musim
hujan dengan
melakukan
penebangan
pohon
pelindung dan
pohon
besar yang dianggap
berbahaya.
(sur/upi/kmb17)