kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 12 Nopember 2006

 Bali


Unmas Menangkan 54 Judul Penelitian Dikti

UNTUK pertama kalinya Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar acara wisuda dua kali dalam satu angkatan karena banyaknya jumlah wisudawan. Pada wisuda ke-34 tahun ini, gelombang pertama digelar 1 Oktober lalu dan gelombang kedua digelar hari ini, Senin (12/11), di Hotel Westin Nusa Dua. Sarjana yang diwisuda untuk kedua angkatan mencapai 1.112 orang dari enam fakultas masing-masing Fak. Pertanian, FKIP, Fak. Hukum, Fak. Kedokteran Gigi, Fak. Ekonomi dan Fak. Teknik.

Rektor Unmas Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M., Minggu (11/11) kemarin mengungkapkan tahun ini Unmas termasuk PTS di Kopertis Wilayah VIII yang terbanyak memenangkan hibah penelitian Dikti yakni mencapai 54 judul. Sukses ini berkat kualitas dosen dan terjaminnya atmosfer akademik dan penelitian di kampus yang berimbas pada kualitas PBM dan mutu lulusan.

Untuk penelitian DP2M Ditjen Dikti, Unmas memenangkan 25 judul, yang terbanyak adalah penelitian dosen muda dan penelitian kerja sama masing-masing delapan judul. Tahun ini Unmas sudah mengusulkan 19 judul baru untuk mendapat dana tahun 2008. Sedangkan di bidang pengabdian, Unmas memenangkan 29 judul penelitian dan kerja sama, yang terbanyak adalah KKN alternatif (calistung) di enam desa, vucer multi tahun dan life skill masing-masing empat judul. Tahun ini Unmas yang mengelola 15 program studi terakreditasi juga memenangkan hibah kompetisi untuk inherent (pengembangan komunikasi dan informasi) dan sistem PPL dan lab mikro teaching masing-masing Rp 400 juta lebih. Bahkan penelitian produktivitas beras di Bali sedang berjalan setelah direspons positif oleh Dirjen Dikti Satryo Bojonegoro.

Sekalipun terbilang sukses, satu-satunya wanita rektor di Bali ini tetap rendah hati. Strateginya, pengembangan Unmas diarahkan pada lima isu pendidikan yakni relevancy, academic atmosphere, internal management, sustainbility, efficiency serta productivity. Kelima aspek ini disinergikan sehingga menghasilkan pelayanan dan PBM berkualitas, pendidikan terjangkau dan mutu lulusannya sesuai dengan pasar kerja.

Hasil survai Unmas, kata Tjok. Istri Sri Ramaswati, menunjukkan 99 persen lulusan Unmas yang berjumlah 9.905 sudah bekerja di swasta dan PNS. Bahkan 10 persen di antaranya kini menjadi pengusaha mandiri. ''Kami memang komit untuk menjadi PTS unggulan di Indonesia. Kuncinya, kami harus tampil berkualitas,'' ujarnya.

Jumlah mahasiswa Unmas setiap tahun meningkat secara signifikan yakni rata-rata 45 persen. Penambahan itu membuat Tjok. Istri Sri Ramaswati tak tinggal diam. Berbagai sarana pendukung dan fasilitas terus dilengkapi. Di antaranya penambahan ruang kuliah berlantai empat di Jl. Soka, pengembangan lab MIPA dan bahasa. Perpustakaan kampusnya menerapkan sistem digital dengan program sipisis dan telah disiapkan jasa internet 24 jam. Dengan demikian kampus Unmas selalu hidup dari pagi hingga malam hari. (sue/*)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)