Unmas
Menangkan 54
Judul
Penelitian
Dikti
UNTUK
pertama
kalinya Universitas
Mahasaraswati (Unmas)
Denpasar
menggelar
acara
wisuda dua kali
dalam
satu angkatan
karena
banyaknya jumlah
wisudawan.
Pada
wisuda ke-34 tahun
ini,
gelombang pertama
digelar 1
Oktober
lalu dan
gelombang
kedua
digelar hari
ini,
Senin (12/11), di
Hotel Westin Nusa
Dua.
Sarjana yang diwisuda
untuk
kedua angkatan
mencapai 1.112
orang
dari enam
fakultas
masing-masing
Fak.
Pertanian, FKIP, Fak.
Hukum,
Fak. Kedokteran
Gigi,
Fak. Ekonomi
dan Fak.
Teknik.
Rektor
Unmas
Tjok. Istri Sri
Ramaswati, S.H., M.M.,
Minggu (11/11)
kemarin
mengungkapkan tahun
ini
Unmas termasuk PTS
di
Kopertis Wilayah VIII
yang terbanyak
memenangkan
hibah
penelitian Dikti
yakni
mencapai 54 judul.
Sukses
ini berkat
kualitas
dosen
dan terjaminnya
atmosfer
akademik
dan
penelitian di
kampus yang
berimbas
pada
kualitas PBM dan
mutu
lulusan.
Untuk
penelitian DP2M
Ditjen
Dikti, Unmas
memenangkan 25
judul, yang
terbanyak
adalah
penelitian dosen
muda
dan penelitian
kerja
sama masing-masing
delapan
judul. Tahun
ini
Unmas sudah
mengusulkan 19
judul
baru untuk
mendapat
dana
tahun 2008. Sedangkan
di
bidang pengabdian,
Unmas
memenangkan 29 judul
penelitian
dan
kerja sama, yang
terbanyak
adalah KKN
alternatif (calistung)
di enam
desa,
vucer multi tahun
dan life skill
masing-masing
empat
judul. Tahun
ini
Unmas yang mengelola
15 program studi
terakreditasi
juga
memenangkan hibah
kompetisi
untuk inherent (pengembangan
komunikasi
dan
informasi) dan
sistem PPL
dan lab
mikro teaching masing-masing
Rp 400
juta lebih.
Bahkan
penelitian produktivitas
beras
di Bali sedang
berjalan
setelah
direspons positif
oleh
Dirjen Dikti
Satryo
Bojonegoro.
Sekalipun
terbilang
sukses,
satu-satunya wanita
rektor
di Bali ini
tetap
rendah hati.
Strateginya,
pengembangan
Unmas
diarahkan pada
lima
isu
pendidikan yakni
relevancy, academic atmosphere, internal management,
sustainbility, efficiency
serta productivity.
Kelima
aspek ini
disinergikan
sehingga
menghasilkan
pelayanan
dan PBM
berkualitas, pendidikan
terjangkau
dan
mutu lulusannya
sesuai
dengan pasar
kerja.
Hasil
survai
Unmas, kata
Tjok.
Istri Sri Ramaswati,
menunjukkan 99
persen
lulusan Unmas yang
berjumlah 9.905
sudah
bekerja di
swasta
dan PNS. Bahkan 10
persen
di antaranya
kini
menjadi pengusaha
mandiri. ''Kami
memang
komit untuk
menjadi PTS
unggulan
di Indonesia.
Kuncinya,
kami
harus tampil
berkualitas,''
ujarnya.
Jumlah
mahasiswa
Unmas
setiap tahun
meningkat
secara
signifikan yakni
rata-rata 45 persen.
Penambahan
itu
membuat Tjok.
Istri Sri
Ramaswati
tak
tinggal diam.
Berbagai
sarana
pendukung dan
fasilitas
terus
dilengkapi. Di
antaranya
penambahan
ruang
kuliah berlantai
empat
di Jl.
Soka,
pengembangan lab MIPA dan
bahasa.
Perpustakaan kampusnya
menerapkan
sistem digital
dengan program
sipisis
dan telah
disiapkan
jasa internet 24 jam.
Dengan
demikian kampus
Unmas
selalu hidup
dari
pagi hingga
malam
hari. (sue/*)