Puting Beliung Memporakporandakan
Puluhan Rumah
Denpasar (Bali Post) -
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur
Denpasar sejak Sabtu (10/11) malam hingga Minggu (11/11)
pagi kemarin, meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah
warga. Tercatat lebih dari seratus rumah, tempat usaha
dan merajan (tempat suci-red) milik warga di Desa
Padangsambian Kaja, Denpasar Barat dan Desa Pemecutan
Kaja, Denpasar Utara mengalami kerusakan dengan kategori
rusak ringan hingga rusak berat.
Angin kencang yang diyakini warga sebagai angin puting
beliung itu juga meluluhlantakkan empat unit bangunan
plus satu bangunan kantin di SDN 14 Pemecutan.
Camat Denpasar Barat Drs. Made Mudra, M.Si., didampingi
Kepala Desa Padangsambian Kaja I Gusti Kompyang Sukarta
Wirawan mengatakan, pihaknya sudah mendata segala
kerusakan akibat terjangan angin puting beliung
tersebut. Total rumah warga yang rusak di Denpasar Barat
mencapai 95 unit, termasuk satu unit toko swalayan yang
menjual bahan bangunan. Enam rumah di antaranya
mengalami kerusakan berat karena seluruh bagian atapnya
lepas dan gentengnya hancur.
Puluhan rumah warga yang rusak itu tersebar di empat
banjar/dusun di wilayah Desa Padangsambian Kaja yakni
Banjar Pagutan (29 unit rumah), Banjar Batu Paras (41
unit rumah), Banjar Dukuh Sari (24 unit rumah) dan
Banjar Lepang (satu unit toko swalayan).
Meski kerugian material yang ditimbulkan oleh terjangan
angin puting beliung relatif besar, warga setempat masih
bisa bernapas lega, karena tidak ada seorang pun warga
yang menderita cedera serius pada musibah tersebut.
''Begitu hujan reda, puluhan pekerja yang dikerahkan
oleh Dinas PU dibantu warga setempat bahu-membahu
memperbaiki rumah-rumah yang rusak. Mayoritas rumah
warga mengalami kerusakan di bagian atap,'' kata Mudra.
Dihubungi terpisah, Camat Denpasar Utara I Made
Mertajaya, S.Sos., M.M. juga telah melakukan pendataan
terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Di
wilayah Denpasar Utara, kata dia, 23 unit rumah milik
warga di Desa Pemecutan Kaja porak-poranda. Puluhan
rumah yang rusak itu seluruhnya berkategori rusak parah
yang tersebar di tiga banjar/dusun yakni Banjar Mekar
Manis (17 unit rumah), Banjar Balun (5 unit rumah) dan
satu unit rumah lagi berlokasi di Banjar Kerta Sari.
Selain meluluhlantakkan puluhan rumah warga, cabang dan
dahan pohon pule yang patah diterjang angin puting
beliung juga membuat porak-poranda atap empat unit
bangunan yang difungsikan sebagai ruang belajar dan
ruang guru di SDN 14 Pemecutan. Satu unit bangunan
semipermanen yang difungsikan sebagai kantin di sekolah
setempat juga terjungkal dan menimpa dua unit sepeda
motor milik penjaga sekolah yang disimpan di dalamnya.
''Kalau rumah yang sebatas gentengnya diterbangkan
angin, jumlahnya tak terhitung di kawasan Banjar Balun.
Khusus untuk rumah yang rusak berat, sejumlah pekerja
yang dikerahkan oleh Dinas PU dibantu masyarakat
setempat sudah memperbaiki rumah-rumah tersebut,''
katanya.
Menurutnya, Wali Kota Denpasar A.A. Puspayoga didampingi
Wakil Wali Kota Rai Dharmawijaya Mantra dan Sekkot I
Nyoman Aryana langsung turun ke lapangan untuk melakukan
pemantauan.
Langsung Diperbaiki
Sekkot Denpasar Drs. I Nyoman Aryana, M.Si. memastikan
seluruh atap bangunan yang rusak di SDN 14 Pemecutan
langsung diperbaiki. Malam kemarin, seluruh proses
perbaikan atap yang rusak berhasil diselesaikan. Dengan
begitu, keesokan harinya sekitar 430 siswa di sekolah
setempat tetap bisa belajar seperti biasa alias tak
perlu sampai diliburkan. ''Tadi (kemarin malam-red)
sudah saya cek ke lapangan. Semuanya sudah tuntas
diperbaiki,'' ujarnya.
Semula, kata dia, pihaknya sempat berinisiatif
mengungsikan seluruh siswa SDN 14 Pemecutan ke SDN 8
Pemecutan yang merupakan tetangga dari sekolah tersebut.
''Ternyata, Dinas PU bisa merampungkan perbaikan atap
sekolah itu lebih cepat dari yang diperkirakan. Saat
ini, seluruh ruang belajar di sekolah itu dipastikan
kondisinya sudah representatif untuk melaksanakan
kegiatan belajar-mengajar. Pihak sekolah tidak perlu
meliburkan siswanya,'' tegasnya.
(kmb13)