kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 12 Nopember 2006

 Bali


Puting Beliung Memporakporandakan Puluhan Rumah

Denpasar (Bali Post) -
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Denpasar sejak Sabtu (10/11) malam hingga Minggu (11/11) pagi kemarin, meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah warga. Tercatat lebih dari seratus rumah, tempat usaha dan merajan (tempat suci-red) milik warga di Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat dan Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan hingga rusak berat.

Angin kencang yang diyakini warga sebagai angin puting beliung itu juga meluluhlantakkan empat unit bangunan plus satu bangunan kantin di SDN 14 Pemecutan.

Camat Denpasar Barat Drs. Made Mudra, M.Si., didampingi Kepala Desa Padangsambian Kaja I Gusti Kompyang Sukarta Wirawan mengatakan, pihaknya sudah mendata segala kerusakan akibat terjangan angin puting beliung tersebut. Total rumah warga yang rusak di Denpasar Barat mencapai 95 unit, termasuk satu unit toko swalayan yang menjual bahan bangunan. Enam rumah di antaranya mengalami kerusakan berat karena seluruh bagian atapnya lepas dan gentengnya hancur.

Puluhan rumah warga yang rusak itu tersebar di empat banjar/dusun di wilayah Desa Padangsambian Kaja yakni Banjar Pagutan (29 unit rumah), Banjar Batu Paras (41 unit rumah), Banjar Dukuh Sari (24 unit rumah) dan Banjar Lepang (satu unit toko swalayan).

Meski kerugian material yang ditimbulkan oleh terjangan angin puting beliung relatif besar, warga setempat masih bisa bernapas lega, karena tidak ada seorang pun warga yang menderita cedera serius pada musibah tersebut. ''Begitu hujan reda, puluhan pekerja yang dikerahkan oleh Dinas PU dibantu warga setempat bahu-membahu memperbaiki rumah-rumah yang rusak. Mayoritas rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap,'' kata Mudra.

Dihubungi terpisah, Camat Denpasar Utara I Made Mertajaya, S.Sos., M.M. juga telah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan. Di wilayah Denpasar Utara, kata dia, 23 unit rumah milik warga di Desa Pemecutan Kaja porak-poranda. Puluhan rumah yang rusak itu seluruhnya berkategori rusak parah yang tersebar di tiga banjar/dusun yakni Banjar Mekar Manis (17 unit rumah), Banjar Balun (5 unit rumah) dan satu unit rumah lagi berlokasi di Banjar Kerta Sari.

Selain meluluhlantakkan puluhan rumah warga, cabang dan dahan pohon pule yang patah diterjang angin puting beliung juga membuat porak-poranda atap empat unit bangunan yang difungsikan sebagai ruang belajar dan ruang guru di SDN 14 Pemecutan. Satu unit bangunan semipermanen yang difungsikan sebagai kantin di sekolah setempat juga terjungkal dan menimpa dua unit sepeda motor milik penjaga sekolah yang disimpan di dalamnya. ''Kalau rumah yang sebatas gentengnya diterbangkan angin, jumlahnya tak terhitung di kawasan Banjar Balun. Khusus untuk rumah yang rusak berat, sejumlah pekerja yang dikerahkan oleh Dinas PU dibantu masyarakat setempat sudah memperbaiki rumah-rumah tersebut,'' katanya.

Menurutnya, Wali Kota Denpasar A.A. Puspayoga didampingi Wakil Wali Kota Rai Dharmawijaya Mantra dan Sekkot I Nyoman Aryana langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan.

 

Langsung Diperbaiki

Sekkot Denpasar Drs. I Nyoman Aryana, M.Si. memastikan seluruh atap bangunan yang rusak di SDN 14 Pemecutan langsung diperbaiki. Malam kemarin, seluruh proses perbaikan atap yang rusak berhasil diselesaikan. Dengan begitu, keesokan harinya sekitar 430 siswa di sekolah setempat tetap bisa belajar seperti biasa alias tak perlu sampai diliburkan. ''Tadi (kemarin malam-red) sudah saya cek ke lapangan. Semuanya sudah tuntas diperbaiki,'' ujarnya.

Semula, kata dia, pihaknya sempat berinisiatif mengungsikan seluruh siswa SDN 14 Pemecutan ke SDN 8 Pemecutan yang merupakan tetangga dari sekolah tersebut. ''Ternyata, Dinas PU bisa merampungkan perbaikan atap sekolah itu lebih cepat dari yang diperkirakan. Saat ini, seluruh ruang belajar di sekolah itu dipastikan kondisinya sudah representatif untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Pihak sekolah tidak perlu meliburkan siswanya,'' tegasnya. (kmb13)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)