Halalbihalal Keluarga PUSunda Bali
Denpasar (Bali Post) -
Keluarga PUSunda (Perkumpulan Urang Sunda) yang berada
di Bali, Jumat (9/11) malam menggelar halalbihalal di
Restoran Jak Resto, Kuta. Halalbihalal bertema ''Dengan
semangat Halalbihalal 1428 H kita pererat tali
persaudaraan antarsesama umat''. Acara tersebut selain
dihadiri ratusan urang (orang - red) Sunda yang ada di
Bali juga hadir sejumlah pejabat tinggi di Bali seperti
Wakapolda Bali, utusan Kodam, muspida serta Wali Kota
Denpasar A.A.N. Puspayoga dan Cok Ratmadi yang juga
Ketua DPD PDI-P Bali.
Ketua PUSunda Bali, Jaka, mengatakan kegiatan
halalbihalal ini yang pertama melibatkan perwakilan dari
warga Sunda secara keseluruhan yang ada di Bali yang
terdiri atas beberapa perkumpulan Urang Sunda. Jumlahnya
saat ini mencapai ribuan KK dan puluhan ribu warga.
Menurut Jaka yang juga owner Restoran Jak Resto ini,
warga Sunda sangat luas mulai Banten sampai Ciamis dan
Serang hingga Cirebon. ''Jadi bukan hanya Bandung saja.
Yang terkenal selama ini orang Bandung saja,'' jelasnya.
Peguyuban tersebut tidak membedakan agama karena
kepercayaan agama adalah hak individual masing-masing.
Diharapkan melalui halalbihalal ini bukan saja akan
dapat semakin mempererat tali persaudaraan karena akan
saling mengenal satu sama lain. Jaka juga menegaskan
warga Sunda di perantauan yang menggeluti berbagai
profesi mulai PNS, usaha swasta serta bidang pekerjaan
lainnya agar saling membantu baik suka maupun duka.
''Kami juga menitip diri dan mohon pembinaan dari
pemerintah daerah agar bisa ikut berperan dalam
memajukan pembangunan di daerah ini,'' tambahnya.
Jaka minta Urang Sunda agar mematuhi aturan yang berlaku
di mana pun berada. ''Jangan sampai ada Urang Sunda tak
punya KTP, identitas, apalagi tak bekerja,'' pesannya.
Panitia Agus Samijaya, S.H. yang juga pengacara
mengatakan misi dan visi PUSunda selain turut berperan
dalam pembangunan di Bali juga dengan terorganisasinya
warga Sunda akan bisa saling membantu, mudah dimonitor
dan terhindar dari kegiatan yang merugikan baik itu
menyangkut soal keamanan, kenyamanan maupun aspek
lainnya. ''Intinya kami ingin di mana bumi dipijak di
sana langit dijunjung,'' jelasnya.
(031/*)