kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 7 Januari 2007 tarukan valas
 

BERITA


MS, Komplotan Adil Ditangkap di Bali

Denpasar (Bali Post) -
Adil
(25) alias Dodi Prayoga alias Amaq Adi yang menebas warga Korsel di The Ubud Villages, ternyata bukan yang pertama ditangkap polisi. Sebelum memburu maling ke Lombok, Polres Gianyar sudah lebih dulu meringkus MS. Persembunyian Adil dkk. di Loteng dicium petugas, juga berkat pengakuan MS.

Polda Bali dan Polres Gianyar cukup lihai menyembunyikan informasi terkait penangkapan MS. Maklum, polisi punya pertimbangan khusus dalam menjaga hal-hal teknis demi kepentingan penyidikan. Toh begitu, keberadaan MS di sel Mapolres Gianyar akhirnya berembus keluar. Sumber pertama yang membocorkan justru Adil saat diinterogasi penyidik Reskrim Polres Loteng. ''Adil sempat ngumpat MS yang diduga memberi informasi kepada polisi di Bali. Tersangka pertama justru ditangkap di Bali,'' kata perwira Polres Loteng, Sabtu (6/1) kemarin.

Kompolotan perampok yang melukai pasutri asal Korsel, Lee Jong Tae (36) dan Kim Yung Ok (33) di The Ubud Villages  ternyata empat orang. Sebelum target Kapolda Irjen Purwoko berakhir (satu bulan-red), pasukan Kapolres Gianyar AKBP Alit Widana berhasil menangkap MS. Tim gabungan Polda Bali dan Polres Gianyar memburu tiga pelaku ke Lombok. Pada Jumat (5/1) pukul 19.30 wita, tim dari Bali yang dibantu Polres Loteng meringkus Adil di Dusun Lekor Timuk, Janapria, Loteng. ''Dua masih dikejar di Loteng. Identitas pelaku sudah jelas,'' bisik sumber di Polda.

Penangkapan dua perampok yang menebas wisman asal Korsel, tampaknya ditutup rapi oleh Polda dan Polres Gianyar. Kapolres Alit Widana tak bisa dimintai konfirmasi. HP milik perwira bertubuh agak tambun itu tak dihidupkan. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AS Reniban juga belum bisa memberi keterangan resmi. ''Anda tahu dari mana,'' katanya saat dimintai konfirmasi penangkapan MS.

Isu yang beredar di lapangan, tim dari Polres Gianyar sudah berangkat ke Loteng untuk menjemput Adil. Tersangka diperkirakan sudah berada di Bali, Minggu (7/1) siang. Kapolda Purwoko berencana memberi keterangan pers, termasuk memperlihatkan wajah kedua perampok yang sudah membuat citra Bali tercoreng di mata orang asing.

Perampok yang melukai pasutri Lee Jong dan Kim Yung ternyata komplotan penjahat yang sejak lama masuk TO (target operasi) Polri. Tim Polda sejak awal menduga para pelaku yang beraksi di The Ubud Villages adalah komplotan garong yang sudah pernah masuk sel.

Polisi yang membuka rekaman file perampok yang beraksi di Bali, mulai mendeteksi kondisi fisik para residivis tersebut. Data ini lantas dicocokkan dengan ciri-ciri penjahat yang melukai dua warga Korsel. Salah satu ciri yang khas dalam menjalankan misi kejahatan, mereka memanjat tembok dan membawa senjata tajam. Pembagian tugas kerja juga membedakan teknik pelaku dengan garong lain. Misalnya, ada yang masuk ke dalam kamar korban dan satu orang mengawasi situasi di luar. (kmb10)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com