MS, Komplotan
Adil Ditangkap
di Bali
Denpasar
(Bali Post) -
Adil
(25) alias Dodi
Prayoga alias Amaq
Adi yang menebas
warga Korsel
di The Ubud
Villages, ternyata
bukan yang
pertama ditangkap
polisi.
Sebelum
memburu maling
ke
Lombok,
Polres Gianyar
sudah lebih
dulu meringkus
MS. Persembunyian
Adil dkk.
di
Loteng dicium
petugas, juga
berkat pengakuan
MS.
Polda
Bali dan Polres
Gianyar cukup
lihai
menyembunyikan informasi
terkait
penangkapan MS. Maklum,
polisi punya
pertimbangan
khusus dalam
menjaga hal-hal
teknis demi
kepentingan
penyidikan.
Toh
begitu,
keberadaan MS di
sel Mapolres
Gianyar akhirnya
berembus keluar.
Sumber
pertama yang
membocorkan justru
Adil saat
diinterogasi
penyidik Reskrim
Polres Loteng.
''Adil
sempat ngumpat
MS yang diduga
memberi informasi
kepada polisi
di
Bali.
Tersangka
pertama justru
ditangkap di
Bali,''
kata perwira
Polres Loteng,
Sabtu (6/1)
kemarin.
Kompolotan
perampok yang
melukai pasutri
asal Korsel,
Lee Jong Tae (36)
dan Kim Yung Ok (33) di The
Ubud Villages
ternyata
empat orang.
Sebelum
target Kapolda
Irjen Purwoko
berakhir (satu
bulan-red),
pasukan Kapolres
Gianyar AKBP Alit
Widana berhasil
menangkap MS. Tim
gabungan Polda
Bali
dan Polres
Gianyar memburu
tiga pelaku
ke
Lombok.
Pada Jumat
(5/1) pukul 19.30
wita, tim
dari Bali yang
dibantu Polres
Loteng meringkus
Adil di
Dusun Lekor
Timuk, Janapria,
Loteng. ''Dua
masih dikejar
di Loteng.
Identitas
pelaku sudah
jelas,'' bisik
sumber di
Polda.
Penangkapan
dua perampok
yang menebas
wisman asal
Korsel, tampaknya
ditutup rapi
oleh Polda
dan Polres
Gianyar.
Kapolres
Alit Widana tak
bisa dimintai
konfirmasi.
HP milik perwira
bertubuh agak
tambun itu
tak dihidupkan.
Kabid
Humas Polda
Bali Kombes Pol.
AS Reniban juga
belum bisa
memberi
keterangan resmi.
''Anda
tahu dari
mana,'' katanya
saat dimintai
konfirmasi
penangkapan MS.
Isu
yang beredar di
lapangan,
tim dari
Polres Gianyar
sudah berangkat
ke Loteng
untuk menjemput
Adil.
Tersangka
diperkirakan
sudah berada
di
Bali,
Minggu (7/1) siang.
Kapolda
Purwoko berencana
memberi
keterangan pers,
termasuk
memperlihatkan wajah
kedua perampok
yang sudah
membuat citra
Bali
tercoreng di
mata orang
asing.
Perampok
yang melukai
pasutri Lee Jong
dan Kim Yung
ternyata komplotan
penjahat yang
sejak lama masuk TO (target
operasi) Polri.
Tim
Polda sejak
awal menduga
para pelaku
yang beraksi di
The Ubud Villages
adalah komplotan
garong yang sudah
pernah masuk
sel.
Polisi
yang membuka
rekaman file perampok yang
beraksi di
Bali, mulai
mendeteksi kondisi
fisik para
residivis
tersebut. Data ini
lantas dicocokkan
dengan ciri-ciri
penjahat yang
melukai dua
warga Korsel.
Salah
satu ciri
yang khas dalam
menjalankan misi
kejahatan, mereka
memanjat tembok
dan membawa
senjata tajam.
Pembagian tugas
kerja juga
membedakan teknik
pelaku dengan
garong lain.
Misalnya,
ada yang masuk
ke dalam
kamar korban
dan satu
orang mengawasi
situasi di
luar. (kmb10)