kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 27 Januari 2007

 Pariwisata

Catatan Pariwisata Sepekan--------------
Penyelamatan
Alam Bali dan Krisis ''Leadership''

BELAKANGAN ini isu lingkungan makin mengemuka, baik dalam sekala global, regional, nasional maupun lokal. Intinya, kondisi lingkungan semakin tidak menentu akibat ulah manusia dan manusia pula yang menunai akibatnya. Banjir dan tanah longsor menelan korban, kekeringan, pergeseran musim, pemanasan global dan berbagai pencemaran lainnya.

-------------

Kondisi lingkungan yang memprihatinkan juga terjadi di Bali. Beberapa kali harian ini mengangkat head-line seputar masalah lingkungan: persediaan air tanah yang makin menipis, terjadinya konversi lahan produktif, penjarahan hutan lindung, menyusutnya subak dan pencemaran air danau. Dari waktu ke waktu kondisinya makin memprihatinkan.

Penyebabnya, tidak ada keseriusan untuk menyelesaikan persoalan lingkungan secara komprehensif. Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Bali - Nusra Ir. Raden Sudirman, M.M. menengarai salah satu penyebabnya karena krisis leadership. Artinya, para pemimpin, baik eksekutif maupun legislatif kurang peduli terhadap pelestarian alam dan lingkungan.

Dalam diskusi terbatas dengan sejumlah wartawan di Denpasar, Sabtu (26/1) kemarin, Sudirman menyodorkan hasil survai Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Lembaga Survai Nasional Sugeng Sarjadi. Hasil survai yang dilakukan tahun 2005 ini cukup mencengangkan. Antara lain 47 persen responden memilih bahwa kepala daerah kurang peduli terhadap pengelolaan lingkungan hidup.

Data di atas menggambarkan bahwa hampir separo kepala daerah di Indonesia, rendah kepeduliannya terhadap lingkungan hidup. Sebagaimana diketahui jumlah kabupaten/kota di Tanah Air mencapai 400-an dan propinsi berjumlah 33, maka jumlah bupati/wali kota yang kurang peduli itu mencapai 200-an dan 16 gubernur. "Mudah-mudahan tidak termasuk yang di Bali," ujar Sudirman.

Dalam konteks ini, Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Bali - Nusra ingin menegaskan bahwa isu lingkungan perlu diusung dalam proses politik, khususnya pilkada. Artinya, sejauh mana komitmen para kandidat untuk melestarikan lingkungan. Melalui proses demokrasi itu, baik parpol (termasuk kandidat) maupun para konsistuen perlu diedukasi tentang lingkungan.

Yang menarik, Sudirman juga menganalisis kemungkinan kekalahan Partai Republik (partainya George Bush) di AS karena isu lingkungan. Partai Republik kalah oleh Partai Demokrat dalam kongres (house of representative) dan Senat. Partai Demokrat di AS merupakan representasi dari paham liberalisme modern, sedangkan Partai Republik representasi liberalisme klasik.

·         gregorius

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)