Rencana
Pergantian
Sekda NTB----
Benarkah
Nanang
tak Mampu
Kerjasama?
Mataram
(Suara NTB)-
Isu
pergantian
Sekda NTB Ir.
Nanang
Samodra, M.Sc.,
di awal
tahun 2007
ini
kian santer
terdengar.
Sejumlah
nama
calon sekda
dari
pejabat di
lingkup
Pemprop NTB telah
diajukan
ke
Departemen Dalam
Negeri (Depdagri)
menggantikan
posisi
Nanang Samodra
sebagai
Sekda NTB. Dari rumor yang
beredar di
Kantor
Gubernur NTB, jika
Gubernur NTB
telah
meminta kesediaan
Nanang
mengundurkan diri
sebagai
Sekda, karena
dianggap
tidak
mampu bekerjasama
dalam
menjalankan pemerintahan
di NTB.
Asisten
III (Administrasi)
Setda NTB
Nasibun, S.H., MTP., yang
dikonfirmasi
Suara NTB
Jumat (26/1)
kemarin,
tidak
membantah, jika
Gubernur NTB
pernah
mengajukan tiga
nama
sebagai calon
Sekda NTB
ke
Depdagri. Pengajuan
tersebut,
kata
Nasibun, diajukan
pada
bulan Februari 2006
lalu.
Nama-nama calon
Sekda NTB yang
diajukan
waktu
itu, kata
Nasibun,
yakni
Kepala Bappeda NTB
Drs. H. L. Fathurrahman,
M.Sc.,
Asisten II Setda NTB
Drs. H. L. Abdul Malik,
M.M., dan
mantan
Deputi di
Kementerian Negara
Komunikasi
dan
Informasi H. L. Rusmiady,
S.H. Namun,
hingga
kini, pihaknya
belum
mendapat jawaban
atau
persetujuan dari
Depdagri
mengenai
nama-nama
calon yang
diusulkan
tersebut.
Dibanding
daerah lain
di Indonesia,
ungkap
Nasibun, NTB dalam
mengajukan
calon
sekda baru
diproses
sangat
lambat, sejak
Februari 2006.
Namun,
hingga memasuki
akhir 2007,
kata
dia, pihaknya
belum
menerima jawaban
dari
Menteri Dalam
Negeri.
Nasibun mencontohkan,
pengajuan
calon
Sekda Daerah
Istimewa
Yogyakarta,
prosesnya
sangat
cepat, yakni
nama
calon sekda
sudah
keluar, dua
minggu
setelah diajukan.
Kendati
demikian,
mantan
Kepala Biro Kepegawaian
Setda NTB
ini,
membantah, jika
akhir
Januari 2007 ini,
Gubernur NTB
telah
mengajukan nama-nama
calon
Sekda NTB ke
Depdagri
secara
diam-diam. Apalagi,
jika
dikaitkan, rencana
penggantian
Nanang
Samodra tersebut,
karena
dianggap tidak
mampu
bekerjasama dalam
satu team work,
sehingga
Gubernur
mengusulkan
Nanang
diganti dengan
sekda yang
bisa
diajak kerjasama.
''Seperti
sampeyan (Suara
NTB-red) tanyakan
beberapa
waktu
lalu, Bapak
Gubernur
dulu
pernah mengajukan
nama-nama
calon
Sekda ke
Depdagri,
tetapi
hingga kini
belum
diproses,'' ungkapnya.
''Namun
kini, kami
belum
mengajukan nama
calon
Sekda NTB yang baru,''
tambahnya,
seraya
membantah, Gubernur
NTB kembali
mengajukan
nama
Fathurrahman cs
sebagai
calon Sekda NTB.
Belum
Doktor
Menyinggung
posisi
Nanang jika
sudah
diganti sebagai
Sekda NTB
akan
dikemanakan? Padahal,
usia
Nanang masih
relatif
muda dan
belum
saatnya memasuki
masa
pensiun. Menanggapi
hal
tersebut, Gubernur
NTB, kata
Nasibun,
akan
berusaha mencarikan
posisi
eselon I yang tepat
bagi
Nanang Samodra
di
pusat. Gubernur,
kata
dia, tidak
ingin
putra daerah NTB
disia-siakan
dengan
tidak diberikan
jabatan
atau posisisebagai
eselon I.
Satu
faktor yang
menjadi
kendala bagi
Nanang
Samodra, jika
ingin
diberikan jabatan
di
tingkat eselon I,
lanjut
dia, Nanang
Samodra
belum doktor
atau S3. ''Minimal,
jabatan
eselon I di Jakarta
harus
sudah S3 atau
doktor.
Tetapi, Bapak
Gubernur
sudah
berusaha memperjuangkan
dan
membicarakan masalah
tersebut
dengan
Menteri Dalam
Negeri
dan Menpan agar Pak
Nanang
diberikan jabatan pas
sesuai
eselonnya dan
tidak
disia-siakan,'' terangnya,
seraya
membantah diusulkan
pergantian
Nanang
Samodra bernuansa
politis.
(ham)