kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 27 Januari 2007

 Nusatenggara

 

Rencana Pergantian Sekda NTB----
Benarkah
Nanang tak Mampu Kerjasama?

Mataram (Suara NTB)-
Isu
pergantian Sekda NTB Ir. Nanang Samodra, M.Sc., di awal tahun 2007 ini kian santer terdengar. Sejumlah nama calon sekda dari pejabat di lingkup Pemprop NTB telah diajukan ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri) menggantikan posisi Nanang Samodra sebagai Sekda NTB. Dari rumor yang beredar di Kantor Gubernur NTB, jika Gubernur NTB telah meminta kesediaan Nanang mengundurkan diri sebagai Sekda, karena dianggap tidak mampu bekerjasama dalam menjalankan pemerintahan di NTB.

Asisten III (Administrasi) Setda NTB Nasibun, S.H., MTP., yang dikonfirmasi Suara NTB Jumat (26/1) kemarin, tidak membantah, jika Gubernur NTB pernah mengajukan tiga nama sebagai calon Sekda NTB ke Depdagri. Pengajuan tersebut, kata Nasibun, diajukan pada bulan Februari 2006 lalu. Nama-nama calon Sekda NTB yang diajukan waktu itu, kata Nasibun, yakni Kepala Bappeda NTB Drs. H. L. Fathurrahman, M.Sc., Asisten II Setda NTB Drs. H. L. Abdul Malik, M.M., dan mantan Deputi di Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi H. L. Rusmiady, S.H. Namun, hingga kini, pihaknya belum mendapat jawaban atau persetujuan dari Depdagri mengenai nama-nama calon yang diusulkan tersebut.

Dibanding daerah lain di Indonesia, ungkap Nasibun, NTB dalam mengajukan calon sekda baru diproses sangat lambat, sejak Februari 2006. Namun, hingga memasuki akhir 2007, kata dia, pihaknya belum menerima jawaban dari Menteri Dalam Negeri. Nasibun mencontohkan, pengajuan calon Sekda Daerah Istimewa Yogyakarta, prosesnya sangat cepat, yakni nama calon sekda sudah keluar, dua minggu setelah diajukan.

Kendati demikian, mantan Kepala Biro Kepegawaian Setda NTB ini, membantah, jika akhir Januari 2007 ini, Gubernur NTB telah mengajukan nama-nama calon Sekda NTB ke Depdagri secara diam-diam. Apalagi, jika dikaitkan, rencana penggantian Nanang Samodra tersebut, karena dianggap tidak mampu bekerjasama dalam satu team work, sehingga Gubernur mengusulkan Nanang diganti dengan sekda yang bisa diajak kerjasama.

 ''Seperti sampeyan (Suara NTB-red) tanyakan beberapa waktu lalu, Bapak Gubernur dulu pernah mengajukan nama-nama calon Sekda ke Depdagri, tetapi hingga kini belum diproses,'' ungkapnya. ''Namun kini, kami belum mengajukan nama calon Sekda NTB yang baru,'' tambahnya, seraya membantah, Gubernur NTB kembali mengajukan nama Fathurrahman cs sebagai calon Sekda NTB.

 

Belum Doktor

Menyinggung posisi Nanang jika sudah diganti sebagai Sekda NTB akan dikemanakan? Padahal, usia Nanang masih relatif muda dan belum saatnya memasuki masa pensiun. Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB, kata Nasibun, akan berusaha mencarikan posisi eselon I yang tepat bagi Nanang Samodra di pusat. Gubernur, kata dia, tidak ingin putra daerah NTB disia-siakan dengan tidak diberikan jabatan atau posisisebagai eselon I.

Satu faktor yang menjadi kendala bagi Nanang Samodra, jika ingin diberikan jabatan di tingkat eselon I, lanjut dia, Nanang Samodra belum doktor atau S3. ''Minimal, jabatan eselon I di Jakarta harus sudah S3 atau doktor. Tetapi, Bapak Gubernur sudah berusaha memperjuangkan dan membicarakan masalah tersebut dengan Menteri Dalam Negeri dan Menpan agar Pak Nanang diberikan jabatan pas sesuai eselonnya dan tidak disia-siakan,'' terangnya, seraya membantah diusulkan pergantian Nanang Samodra bernuansa politis. (ham)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)