Tindakan
Tegas
Polri
di
Poso
tak Tiba-tiba
Jakarta (Bali Post) -
Tindakan
tegas yang
diambil
aparat kepolisian
di Poso
(Sulawesi
Tengah)
akhir-akhir ini
merupakan
hasil
dari sebuah
proses yang
sudah
berlangsung lama.
Sikap
tegas
itu perlu
diambil
Polri agar konflik
Poso
segera tuntas
dan
ketertiban segara
terwujud
di
wilayah rawan
konflik
tersebut.
''Tindakan
tegas
itu bukan
merupakan
tindakan yang
tiba-tiba.
Itu
sudah melalui
suatu
proses yang panjang,''
tegas
Kepala Badan
Reserse
Kriminal (Bareskrim)
Polri
Komjen Pol.
Bambang
Handarso Danuri
kepada
wartawan di
Mabes
Polri, Jakarta, Jumat
(26/1) kemarin.
Proses
yang ditempuh
Polri
itu, menurut
mantan
Kapolda Sumatera
Utara
ini, dilakukan
sejak
pertama kali konfik
Poso
pecah, yaitu
tahun 2006
lalu.
Sejak itu,
Polri
berupaya menyelesaikan
berbagai
kasus yang
terjadi
dengan berbagai
cara,
mulai
dari cara
persuasif
hingga
represif.
Pada
bagian lain,
ketika
dimintai tanggapannya
soal
adanya keluhan
sementara
kalangan yang
menyebut
Polri
bersikap pilih
kasih
dalam menindak
pihak-pihak yang
bersengketa
di Poso,
mantan
Direktur Reserse
Polda Metro
Jaya
ini menepisnya.
Menurut
alumnus Akademi
Kepolisian (Akpol)
1973 ini,
Polri
selalu berupaya
untuk
bertindak adil
dalam
menangani suatu
perkara.
Artinya,
sambung
Bambang Hendarso,
siapa pun yang
melakukan
pelanggaran
hukum,
pasti
akan diproses
secara
hukum pula tanpa
pandang
bulu.
''Kalau
memang hingga
saat
ini masih
ada
kasus-kasus lain yang belum
terungkap,
itu
bukan berarti
karena
didiamkan, tetapi
penyidikannya
masih
berjalan,'' tandasnya.
Di
tempat yang
sama,
Wakil Kepala
Divisi
Humas Polri
Brigjen
Pol. Anton Bachrul
Alam
mengatakan, polisi
telah
meminta bantuan
personel TNI
untuk
bersama-sama mengamankan
wilayah
Poso yang cukup
luas.
Bantuan
yang diminta
Polri
itu disampaikan
langsung
Kapolda
Sulteng Brigjen
Pol.
Badrodin
Haiti
kepada
Pangdam VII Wirabuana
Mayjen
Arif Budi
Sampurno.
Permintaan
bantuan
itu pun, menurut
mantan
Irwasda Polda Bali
ini,
sudah diizinkan
oleh
Mabes Polri.
(kmb5)