Warga Belum Peduli Kebersihan Lingkungan
Denpasar (Bali Post) -
Berbagai upaya telah dilakukan untuk memotivasi
masyarakat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,
ternyata masih banyak warga yang kurang peduli. Hal ini
terlihat dari masih banyaknya warga Denpasar yang
membuang sampah sembarangan. Demikian terungkap dalam
rapat evaluasi tim penilai kebersihan antarbanjar, Jumat
(26/1) kemarin di Ruang Praja Madya Kantor Wali Kota
Denpasar.
Dalam rapat yang dipimpin Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Ir. Ketut Suandi, tim penilai mengungkapkan bahwa masih
banyak warga yang kurang peduli dengan kebersihan.
''Masih banyak ditemukan saluran drainase yang tertutup
sampah,'' tegas Nyoman Astawa, anggota tim penilai
di Kecamatan Denpasar Barat.
Astawa mengatakan tumpukan sampah tingginya menyamai
badan jalan. Padahal dalam musim penghujan seperti
sekarang, sampah yang menyumbat drainase rawan
menimbulkan banjir. Anggota tim lainnya juga
menyampaikan masih banyak ditemukan lahan kosong yang
dimanfaatkan warga untuk membuang sampah. Akibatnya
sampah menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.
Penilaian lomba kebersihan antarbanjar dilaksanakan
selama sebulan. Sebanyak 359 banjar adat menjadi sasaran
tim yang terdiri atas Dinas Lingkungan Hidup, Dinas
Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Kesehatan dan Bagian
Humas. Penilaian meliputi lingkungan perumahan,
drainase, tempat sampah di masing-masing rumah tangga,
jalan, kebersihan dan keteraturan pedagang/lapak dan
lingkungan pasar.
Lomba kebersihan antarbanjar yang dilaksanakan
serangkaian HUT ke-15 Kota Denpasar ini memperebutkan
piala bergilir Wali Kota Denpasar.
Ketut Suandi berharap agar lomba ini bisa memacu
semangat warga banjar dalam menjaga kebersihan
lingkungannya. Apalagi, saat ini Kota Denpasar juga
dipantau oleh tim dari pusat terkait pelaksanaan lomba
Adipura. Sebelumnya, hasil pemantauan awal tim penilai
lomba Adipura menyatakan kebersihan di kawasan pemukiman
dan pertokoan masih kurang.
(kmb12)