kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Pon, 28 September 2006

 Bali


Garap Atlet Karate ...

Hari Ini, Enam Tersangka Diperiksa
 

Amlapura (Bali Post)
Kamis (28/9) ini direncanakan mulai dilakukan pemeriksaan terhadap enam tersangka kasus persetubuhan dan menjual anak di bawah umur korban Bunga (15). Demi keamanan, sebagian tersangka diperiksa di Mapolda Bali. Hal itu berdasarkan informasi yang dihimpun Bali Post dari sumber terpercaya di lingkungan kepolisian Karangasem maupun Polda Bali, Rabu (27/9) kemarin. 

Surat pemanggilan keenam tersangka itu, kata sumber itu, sudah dilayangkan Selasa (26/9) lalu ke rumah para tersangka. Keenam tersangka kasus yang mendapat perhatian masyarakat Bali itu, di antaranya ada mantan orang penting di Karangasem, seorang oknum anggota Polres Karangasem, dan seorang oknum Kepala SMA swasta. Selain itu, tersangka Bripka I Made K (45) seorang sopir truk di Polres, oknum anggota Satpol PP Pemkab Karangasem Nyonya B (42), S (49), D (46), A (38), serta Sb (37).

Seperti diberitakan sebelumnya, terungkapnya kasus ini gara-gara Bunga menghilang dari rumahnya 11 hari. Ayahnya yang anggota Mapolsek Kubu kelimpungan mencarinya ke mana-mana. Akhirnya, Bunga ditemukan di sebuah hotel di Amed. Saat ditemukan, Bunga sempat menolak diajak pulang, berteriak histeris dan mengatakan dirinya sudah telanjur rusak tak mau lagi menjadi orang baik. Ayahnya terkejut dan curiga dengan kondisi anaknya yang tampak shock dan ketakutan. Sampai di rumahnya di Amlapura, seluruh keluarganya membesarkan hatinya. Dia meminta Bunga berterus terang apa yang telah menimpanya. Bunga semula mengaku dijebak di tempat penginapan atlet Kejurda Karate di Buleleng dalam rangka seleksi atlet Bali untuk terjun di tingkat nasional. Sejak saat itu, Bunga merasa dirinya telah hancur. Pada ajang seleksi atlet sekitar September 2005 itu, Bunga tak lolos diduga karena saat itu mengalami masalah berat. Padahal siswi kelas II sebuah SMA swasta di Amlapura itu, semula merupakan atlet berprestasi bahkan pernah meraih predikat best of the best. Saking cintanya kepada Lemkari, gadis cantik berkulit putih itu, kata ayah korban, sempat cedera lepas rahangnya dalam suatu pertandingan.

Sejak ada masalah, korban mulai sulit diatur orang tuanya dan sering membolos dari sekolah. Dinilai tak disiplin, Bunga lantas dikembalikan pihak sekolah kepada orang tuanya, sehingga gadis berambut lurus itu pindah sekolah ke SMA swasta.

Keluarga korban tak terima anak gadisnya diperlakukan tidak manusiawi seperti itu. Mereka lantas melaporkan kasus itu ke Mapolres Karangasem, dua pekan lalu.

Sumber di kepolisian mengatakan keenam tersangka telah dikuatkan dengan sejumlah saksi serta alat bukti permulaan yang cukup. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)