
Fokus perhatian ergonomi adalah berkaitan erat dengan
aspek-aspek manusia di dalam perencanaan man-made
objects (proses perancangan produk) dan lingkungan kerja.
Pendekatan agro ergonomi akan ditekankan pada penelitian
kemampuan keterbatasan manusia, baik secara fisik maupun
mental psikologis -- dan interaksinya dalam sistem
manusia-mesin yang integral. Secara sistematis
pendekatan ergonomi kemudian akan memanfaatkan informasi
tersebut untuk tujuan rancang bangun, sehingga akan
tercipta produk, sistem atau lingkungan kerja yang lebih
sesuai dengan manusia. Pada gilirannya rancangan yang
ergonomis akan dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas
dan produktivitas kerja, serta dapat menciptakan sistem
serta lingkungan kerja yang cocok, aman, nyaman dan
sehat.
----------------------
Agro Ergonomi
untuk Tingkatkan Produktivitas Petani
Oleh Nyoman Sucipta
UPAYA
peningkatan produktivitas petani secara terus-menerus
dan menyeluruh merupakan hal yang penting tidak saja
berlaku bagi setiap individu petani, juga bagi instansi
yang terkait di sektor pertanian. Dengan peningkatan
produktivitas maka tanggung jawab manajemen akan
terpusat pada upaya dan daya untuk melaksanakan fungsi
dan peran dalam kegiatan produksi. Khususnya yang
bersangkut-paut dengan efisiensi penggunaan
sumber-sumber input. Pendekatan agro ergonomi akan
memainkan peran yang penting dalam upaya meningkatkan
produktivitas petani.
---------------------------------
Beberapa peneliti di bidang ergonomi telah melakukan
upaya ke arah tersebut. Seperti pada penelitian dengan
memodifikasi meja pengumpan dan menambah peredam
kebiasaan pada mesin perontok padi, dapat meningkatkan
produktivitas kerja petani sebesar 46,49% (Sucipta,
2004). Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Sutjana (1998) yaitu produktivitas kerja penyabit padi
menggunakan sabit bergigi lebih tinggi dibandingkan
dengan menggunakan sabit biasa dan berbeda bermakna
setelah lima belas menit pertama, dan hasil penelitian
Erawan (2002) bahwa produktivitas kerja operator traktor
dari perbaikan rancang bangun handel yang mengacu aspek
antropometri meningkat sebesar 23,25%.
Pendekatan Agro Ergonomi
Ergonomi adalah suatu keilmuan yang multidisiplin,
karena di sini akan mempelajari pengetahuan-pengetahuan
dari ilmu kedokteran, biologi, ilmu psikologi dan
sosiologi. Pada prinsipnya disiplin ergonomi akan
mempelajari apa akibat-akibat jasmani, kejiwaan dan
sosial dari teknologi dan produk-produknya terhadap
manusia melalui pengetahuan-pengetahuan tersebut pada
jenjang mikro maupun makro.
Karena yang dipelajari adalah dampak dari teknologi dan
produk-produknya, maka pengetahuan yang khusus
dipelajari akan berkaitan engan teknologi seperti
biomekanik, antropometri teknik, teknologi produksi,
lingkungan fisik dan lain-lain.
Maksud dan tujuan dari ergonomi adalah mendapatkan suatu
pengetahuan yang utuh tentang permasalahan-permasalahan
interaksi manusia dengan produk-produknya, sehingga
dimungkinkan adanya suatu rancangan sistem manusia-mesin
yang optimal. Dengan demikian disiplin ergonomi melihat
permasalahan interaksi tersebut sebagai suatu sistem
dengan pemecahan-pemecahan masalahnya melalui proses
pendekatan sistem pula. Human engineering atau sering
pula disebut sebagai ergonomi didefinisikan sebagai
perancang man-machine interface sehingga pekerja dan
mesin atau produk lainnya bisa berfungsi lebih efektif
dan efisien sebagai sistem manusia-mesin yang terpadu.
Disiplin ini akan mencoba membawa ke arah proses
perancangan mesin yang tidak saja memiliki kemampuan
produksi yang lebih canggih lagi, melainkan juga
memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan
kemampuan dan keterbatasan manusia yang mengoperasikan
mesin tersebut.
Tujuan pokoknya adalah terciptanya desain sistem
manusia-mesin yang terpadu sehingga efektivitas dan
efisiensi kerja bisa tercapai secara optimal.
Disiplin human engineering atau ergonomi banyak
diaplikasikan dalam berbagai proses perancangan produk
ataupun operasi kerja sehari-harinya.
Sebagai contoh desain dari dials atau instrumental
displays (man-machine-interface) akan mempertimbangkan
aspek-aspek ergonomi ini. Demikian juga dalam sebuah
stasiun kerja, semua fasilitas kerja seperti peralatan,
material dan lainnya haruslah diletakkan di depan dan
berdekatan jarak jangkauan normal dengan posisi operator
bekerja. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi
gerakan.
Dengan mengaplikasikan aspek-aspek ergonomi atau human
engineering, maka dapat dirancang sebuah stasiun kerja
yang bisa dioperasikan oleh rata-rata manusia. Disiplin
ergonomi -- khususnya yang berkaitan dengan pengukuran
dimensi tubuh manusia (antropometri) -- telah
menganalisis, mengevaluasi dan membakukan jarak jangkau
yang memungkinkan rata manusia untuk melaksanakan
kegiatannya dengan mudah dan gerakan-gerakan yang
sederhana.
Contoh lain dari aplikasi disiplin ergonomi juga bisa
dilihat dalam proses perancangan peralatan kerja untuk
penggunaan yang lebih efektif. Perkakas kerja seperti
obeng atau gunting misalnya dengan pegangan (handle)
yang berbentuk kurva pada dasarnya merupakan hasil dari
human engineering studies.
Desain handle yang berbentuk kurva -- dan disesuaikan
dengan bentuk genggaman tangan -- akan memudahkan cara
pengoperasian peralatan tersebut. Dengan demikian
ergonomi adalah suatu cabang keilmuan yang sistematis
untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat,
kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu
sistem kerja, sehingga orang dapat hidup dan bekerja
pada sistem tersebut dengan baik; yaitu mencapai tujuan
yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif,
efisien, aman dan nyaman.
Sistem kerja di sini dimaksudkan sistem hubungan
manusia-mesin (teknologi) yang dipertimbangkan sebagai
sistem yang terpadu. Kalau di saat yang lalu perancangan
mesin semata-mata ditekankan pada kemampuannya untuk
berproduksi semata dengan atau sedikit sekali
memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan elemen
manusia maka sekarang dengan ergonomi proses perancangan
mesin akan memperhatikan aspek-aspek manusia dalam
interaksinya dengan mesin secara lebih baik lagi. Dengan
kata lain di sini manusia tidak lagi harus menyesuaikan
dirinya dengan mesin yang dioperasikan melainkan
sebaliknya, mesin dirancang dengan terlebih dulu
memperhatikan kelebihan dan keterbatasan manusia yang
mengoperasikannya.
Proses Budi Daya
Sebagai suatu ilmu, ergonomi telah berkembang mulai dari
mempelajari manusia sebagai ''kotak hitam'' yang
menghasilkan budi daya (teknologi dan produk-produknya)
sampai mempelajari proses terjadinya budi daya tersebut
di dalam diri manusia sendiri. Manusia -- yang merupakan
salah satu komponen dari suatu sistem kerja -- dengan
segala aspek, sifat dan tingkah lakunya merupakan
makhluk yang kompleks. Untuk mempelajari manusia, tidak
cukup ditinjau dari satu segi ilmu saja. Oleh sebab
itulah maka untuk mengembangkan ergonomi memerlukan
dukungan dari berbagai disiplin keilmuan seperti
kedokteran (faal/anatomi), psikologi, antropologi,
biologi, di samping berbagai disiplin teknologi lainnya.
Dengan demikian, fokus perhatian ergonomi adalah
berkaitan erat dengan aspek-aspek manusia di dalam
perencanaan man-made objects (proses perancangan produk)
dan lingkungan kerja.
Pendekatan agro ergonomi akan ditekankan pada penelitian
kemampuan keterbatasan manusia, baik secara fisik maupun
mental psikologis -- dan interaksinya dalam sistem
manusia-mesin yang integral. Secara sistematis
pendekatan ergonomi kemudian akan memanfaatkan informasi
tersebut untuk tujuan rancang bangun, sehingga akan
tercipta produk, sistem atau lingkungan kerja yang lebih
sesuai dengan manusia. Pada gilirannya rancangan yang
ergonomis akan dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas
dan produktivitas kerja, serta dapat menciptakan sistem
serta lingkungan kerja yang cocok, aman, nyaman dan
sehat.
Ergonomi didefinisikan sebagai a discipline concerned
with designing man-made objecst (equipments) so that
people can use them effectively and savely and creating
environments suitable for human living and work. Dengan
demikian jelas bahwa pendekatan ergonomi akan mampu
menimbulkan functional effectiveness dan
kenikmatan-kenikmatan pemakaian dari peralatan fasilitas
maupun lingkungan kerja yang dirancang.
Maksud dan tujuan utama dari ergonomi diarahkan pada
upaya memperbaiki performans kerja manusia seperti
menambah kecepatan kerja, akurasi, keselamatan kerja di
samping untuk mengurangi energi kerja yang berlebihan
serta mengurangi datangnya kelelahan yang terlalu cepat.
Di samping itu disiplin ergonomi diharapkan pula mampu
memperbaiki pendayagunaan sumber daya manusia serta
meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan
kesalahan manusia (human errors).
Pendekatan khusus ergonomi ialah aplikasi yang
sistematif dari segala informasi yang relevan, yang
berkaitan dengan karakteristik dan perilaku manusia di
dalam perancangan peralatan, fasilitas dan ingkungan
kerja yang dipakai.
Penulis, Guru Besar pada Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Udayana Denpasar
---------------
*
Tujuan pokok ergonomi adalah terciptanya desain sistem
manusia-mesin yang terpadu sehingga efektivitas dan
efisiensi kerja bisa tercapai secara optimal.
*
Mengaplikasikan aspek-aspek ergonomi atau human
engineering, maka dapat dirancang sebuah stasiun kerja
yang bisa dioperasikan oleh rata-rata manusia.
*
Fokus perhatian ergonomi berkaitan erat dengan
aspek-aspek manusia di dalam perencanaan man-made
objects (proses perancangan produk) dan lingkungan kerja.
*
Pendekatan agro ergonomi ditekankan pada penelitian
kemampuan keterbatasan manusia, secara fisik maupun
mental psikologis -- dan interaksinya dalam sistem
manusia-mesin yang integral.