BBM Makin Sulit, Pengantre Ada yang Pingsan
Mataram (Suara NTB)-
Di hari ketiga terjadinya kelangkaan BBM, khusus premium
di seluruh SPBU yang ada di Kota Mataram dan daerah lain
di NTB semakin memanjang. Kalau pada Minggu lalu, di
sejumlah SPBU di Kota Mataram tidak terlihat adanya
antrean kendaraan, mulai Senin (7/8), antrean kendaraan
roda dua dan empat sudah tidak bisa dihindari lagi.
Bahkan, sejumlah pemilik kendaraan terpaksa menginap di
SPBU, karena tidak ada bahan bakar di kendaraannya.
Belum lagi, sejumlah pemilik kendaraan,
baik roda dua atau empat terpaksa mendorong atau
menuntun kendaraannya ke SPBU terdekat, karena kehabisan
bahan bakar. Dalam kondisi seperti itu, pengendara atau
pemilik kendaraan terpaksa membeli bahan bakar di eceran,
kendati harganya mencapai Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per
liter.
Panjangnya antrean dan lamanya pasokan
dari Depo Pertamina Ampenan ke SPBU membuat banyak
pemilik kendaraan kesal. Ditambah lagi dengan adanya
tingkah laku dari beberapa pemilik kendaraan menyerobot
masuk antrean. Sebagaimana terjadi di SPBU Karang
Jangkong Mataram, perang mulut antarpemilik kendaraan
tidak bisa dihindari, karena menyerobot antrean. Namun,
tidak sampai terjadi bentrok fisik. Belum lagi, ada
pemilik kendaraan yang pingsan, karena terlalu lama
mengantre.
Pantauan Suara NTB di sejumlah SPBU di
Kota Mataram dan Lombok Barat, Selasa (8/8) kemarin,
antrean kendaraan tidak bisa dihindari lagi. Di SPBU
Karang Jangkong, misalnya, antrean panjang kendaraan di
dua jalur pengisian, baik di Jalan Pejanggik, antrean
mencapai Pajang Timur Mataram. Pun, di jalur Jalan Bung
Hatta, antrean kendaraan hingga Jalan Panca Usaha
Mataram. Begitu juga, di SPBU Kekalik Mataram, antrean
cukup panjang hingga perempatan Pasar Pagesangan. Bahkan,
satu jalur di sepanjang jalan Majapahit dari perempatan
traffic light hingga depan SPBU dipenuhi kendaraan
bermotor yang antre BBM, dan arus lalu lintas terpaksa
dialihkan ke jalur lainnya.
Di SPBU lainnya, seperti SPBU Primkopal
TNI AL Ampenan, SPBU Mayura, SPBU Jalan Lingkar Selatan
Kota Mataram, SPBU Sayang-Sayang dan SPBU Pelembak serta
seluruh SPBU di Pulau Lombok mengalami hal serupa,
terlihat antrean yang cukup panjang. Bahkan, kalau
sebelumnya untuk sepeda mototr dibatasi tiga liter,
kemarin menjadi dua liter dan roda empat 10 liter.
Milavi misalnya, harus antre sejak pukul
6 pagi dan baru mendapatkan giliran jam 11 siang. ''Ya,
kalau tidak ngantre kayak begini, bagaimana saya bisa
bepergian atau melakukan aktivitas,'' ujarnya.
(ham)