kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 9 Agustus 2006

 Nusatenggara


BBM Makin Sulit, Pengantre Ada yang Pingsan
 

Mataram (Suara NTB)-
Di hari ketiga terjadinya kelangkaan BBM, khusus premium di seluruh SPBU yang ada di Kota Mataram dan daerah lain di NTB semakin memanjang. Kalau pada Minggu lalu, di sejumlah SPBU di Kota Mataram tidak terlihat adanya antrean kendaraan, mulai Senin (7/8), antrean kendaraan roda dua dan empat sudah tidak bisa dihindari lagi. Bahkan, sejumlah pemilik kendaraan terpaksa menginap di SPBU, karena tidak ada bahan bakar di kendaraannya.

Belum lagi, sejumlah pemilik kendaraan, baik roda dua atau empat terpaksa mendorong atau menuntun kendaraannya ke SPBU terdekat, karena kehabisan bahan bakar. Dalam kondisi seperti itu, pengendara atau pemilik kendaraan terpaksa membeli bahan bakar di eceran, kendati harganya mencapai Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per liter.

Panjangnya antrean dan lamanya pasokan dari Depo Pertamina Ampenan ke SPBU membuat banyak pemilik kendaraan kesal. Ditambah lagi dengan adanya tingkah laku dari beberapa pemilik kendaraan menyerobot masuk antrean. Sebagaimana terjadi di SPBU Karang Jangkong Mataram, perang mulut antarpemilik kendaraan tidak bisa dihindari, karena menyerobot antrean. Namun, tidak sampai terjadi bentrok fisik. Belum lagi, ada pemilik kendaraan yang pingsan, karena terlalu lama mengantre.

Pantauan Suara NTB di sejumlah SPBU di Kota Mataram dan Lombok Barat, Selasa (8/8) kemarin, antrean kendaraan tidak bisa dihindari lagi. Di SPBU Karang Jangkong, misalnya, antrean panjang kendaraan di dua jalur pengisian, baik di Jalan Pejanggik, antrean mencapai Pajang Timur Mataram. Pun, di jalur Jalan Bung Hatta, antrean kendaraan hingga Jalan Panca Usaha Mataram. Begitu juga, di SPBU Kekalik Mataram, antrean cukup panjang hingga perempatan Pasar Pagesangan. Bahkan, satu jalur di sepanjang jalan Majapahit dari perempatan traffic light hingga depan SPBU dipenuhi kendaraan bermotor yang antre BBM, dan arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalur lainnya.

Di SPBU lainnya, seperti SPBU Primkopal TNI AL Ampenan, SPBU Mayura, SPBU Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, SPBU Sayang-Sayang dan SPBU Pelembak serta seluruh SPBU di Pulau Lombok mengalami hal serupa, terlihat antrean yang cukup panjang. Bahkan, kalau sebelumnya untuk sepeda mototr dibatasi tiga liter, kemarin menjadi dua liter dan roda empat 10 liter.

Milavi misalnya, harus antre sejak pukul 6 pagi dan baru mendapatkan giliran jam 11 siang. ''Ya, kalau tidak ngantre kayak begini, bagaimana saya bisa bepergian atau melakukan aktivitas,'' ujarnya. (ham)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)