Jika
Israel Menyingkir---
Lebanon Kerahkan 15.000
Pasukan
Beirut -
Perdana
Menteri Lebanon
Fuad
Saniora dengan
sedih
meminta agar diakhirnya
konflik
di Lebanon.
Sebab,
langkah
militer
Israel
sudah
makin brutal dan
tidak
menetapkan batasan
dalam
aksi serangannya.
Perselisihan
diplomasi
juga
terus terjadi
dalam
hal menyepakati
resolusi PBB
mengenai
gencatan
senjata.
Di
saat
bersamaan pemerintah
Lebanon secara
mutlak
menyetujui untuk
mengerahkan 15.000
pasukan
tambahan ke Lebanon
Selatan,
segera
setelah pasukan
Israel menyingkir.
Perdana
Menteri Israel,
Selasa (8/8)
kemarin
menyebutkan keputusan
Beirut untuk
mengirim
pasukan
dalam jumlah
besar
itu adalah
sebuah
langkah yang menarik.
Ia
mengatakan
dapat
meningkatkan harapan
diplomasi
meski Israel
mempertimbangkan
akan
terus melebarkan
serangannya.
Pejabat
senior Israel mengungkap
Israel menginginkan
pasukan
kuat internasional
agar ikut
bergabung
dengan
tentara Lebanon sebelum
mereka
setuju untuk
menarik
diri dari
tanah Lebanon.
Olmert
memaksa
negara-negara kuat
Barat
untuk terus
meningkatkan
diskusi
mereka dalam
merancang proposal
penempatan
pasukan
dan mengatakan
kabinet
pertahanannya
akan
menggelar
pertemuan
Rabu
hari ini.
Kabinet
akan
mempertimbangkan
pergerakan
lebih
dalam tentara Israel
menuju Lebanon
selatan
untuk menekan
gerilyawan
Hizbullah.
Diplomat Barat,
Senin
lalu mengatakan
keputusan
mutlak
dari pemerintah
Lebanon, termasuk
dua
menteri Hizbullah,
dapat
menjadi akil
balik
dalam negosiasi
dan
menjadi poin
perubahan
draf
resolusi DK PBB yang ingin
mengakhiri
pertempuran
selama
empat minggu
itu.
Sebelumnya
Lebanon mengatakan
mereka
tidak senang
dengan
draf awal
garapan AS-Prancis,
sembari
menuntut agar dicantumkan
seruan
untuk gencatan
senjata
dengan cepat
serta
penarikan mundur
tentara Israel
dari Lebanon
Selatan.
Israel kemudian
ingin
resolusi yang direvisi
agar semakin
jelas
menunjukkan pasukan
internasional
memiliki
mandat
penuh dengan
kapabilitas
militer
untuk menjauhkan
Hizbullah agar
tidak
kembali lagi
menduduki Lebanon
Selatan.
"Kemarin
saya
mendengar keputusan
pemerintah Lebanon
akan
mengirimkan 15.000 pasukan
angkatan
daratnya,"
papar
Olmert dalam
konferensi
pers. "Keputusan
ini
merupakan langkah
yang menarik
dan
akan kami
pelajari
semua
implikasinya, serta
untuk
melihat sejauh
mana
langkah itu
dapat
memperbaiki suasana,"
lanjutnya.
Unit Tempur
Olmert
menambahkan Israel
ingin
melihat angkatan
darat Lebanon
dikerahkan
menuju Lebanon
Selatan
bersama
dengan
dukungan
kuat
militer dari
beberapa
negara
asing.
"Pelaksanaan
pasti
mengenai ini (pasukan
internasional)
adalah
hal yang perlu
pembahasan
dengan
cepat," jelasnya.
"Mereka
nantinya
bukanlah
pasukan yang
bertugas
sebagai
pengawas namun
sebagai unit
tempur yang
efektif."
Pemerintah
Lebanon mengatakan
angkatan
darat
mereka
akan mencoba
mencari
tambahan kekuatan
pasukan
perdamaian milik PBB.
Namun,
mereka tidak
secara
eksplisit menjelaskan
apakah
Hizbullah
akan
disingkirkan
dari area
perbatasan.
Wilayah
selatan Lebanon
saat
ini berada
di
bawah kontrol
gerilyawan
Hizbullah.
Mereka
mengatakan
akan
melakukan
gencatan
senjata,
saat
tentara Israel meninggalkan
tanah Lebanon.
Namun,
Menteri
Pertahanan Israel Amir
Peretz
memberikan perintah
kepada AD-nya
untuk
bersiap bergerak
menuju
Litani River, sekitar
20 kilometer di
dalam Lebanon,
untuk
menekan serangan-serangan
roket
Hizbullah.
Sekitar
10.000 tentara Israel
saat
ini berjuang
melawan
Hizbullah di Lebanon
Selatan.
Olmert
menambahkan, "semakin
cepat
kami pergi
dari Lebanon
Selatan,
kami
akan semakin
senang." (ton/afp/rtr)