kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 9 Agustus 2006

 Mancanegara


Jika Israel Menyingkir---
Lebanon Kerahkan 15.000 Pasukan
 

Beirut -
Perdana
Menteri Lebanon Fuad Saniora dengan sedih meminta agar diakhirnya konflik di Lebanon. Sebab, langkah militer Israel sudah makin brutal dan tidak menetapkan batasan dalam aksi serangannya. Perselisihan diplomasi juga terus terjadi dalam hal menyepakati resolusi PBB mengenai gencatan senjata.

Di saat bersamaan pemerintah Lebanon secara mutlak menyetujui untuk mengerahkan 15.000 pasukan tambahan ke Lebanon Selatan, segera setelah pasukan Israel menyingkir.

Perdana Menteri Israel, Selasa (8/8) kemarin menyebutkan keputusan Beirut untuk mengirim pasukan dalam jumlah besar itu adalah sebuah langkah yang menarik. Ia mengatakan dapat meningkatkan harapan diplomasi meski Israel mempertimbangkan akan terus melebarkan serangannya.

Pejabat senior Israel mengungkap Israel menginginkan pasukan kuat internasional agar ikut bergabung dengan tentara Lebanon sebelum mereka setuju untuk menarik diri dari tanah Lebanon.

Olmert memaksa negara-negara kuat Barat untuk terus meningkatkan diskusi mereka dalam merancang proposal penempatan pasukan dan mengatakan kabinet pertahanannya akan menggelar pertemuan Rabu hari ini. Kabinet akan mempertimbangkan pergerakan lebih dalam tentara Israel menuju Lebanon selatan untuk menekan gerilyawan Hizbullah

Diplomat Barat, Senin lalu mengatakan keputusan mutlak dari pemerintah Lebanon, termasuk dua menteri Hizbullah, dapat menjadi akil balik dalam negosiasi dan menjadi poin perubahan draf resolusi DK PBB yang ingin mengakhiri pertempuran selama empat minggu itu.

Sebelumnya Lebanon mengatakan mereka tidak senang dengan draf awal garapan AS-Prancis, sembari menuntut agar dicantumkan seruan untuk gencatan senjata dengan cepat serta penarikan mundur tentara Israel dari Lebanon Selatan.

Israel kemudian ingin resolusi yang direvisi agar semakin jelas menunjukkan pasukan internasional memiliki mandat penuh dengan kapabilitas militer untuk menjauhkan Hizbullah agar tidak kembali lagi menduduki Lebanon Selatan.

"Kemarin saya mendengar keputusan pemerintah Lebanon akan mengirimkan 15.000 pasukan angkatan daratnya," papar Olmert dalam konferensi pers. "Keputusan ini merupakan langkah yang menarik dan akan kami pelajari semua implikasinya, serta untuk melihat sejauh mana langkah itu dapat memperbaiki suasana," lanjutnya.

 

Unit Tempur

 

Olmert menambahkan Israel ingin melihat angkatan darat Lebanon dikerahkan menuju Lebanon Selatan bersama dengan  dukungan kuat militer dari beberapa negara asing.

"Pelaksanaan pasti mengenai ini (pasukan internasional) adalah hal yang perlu pembahasan dengan cepat," jelasnya. "Mereka nantinya bukanlah pasukan yang bertugas sebagai pengawas namun sebagai unit tempur yang efektif."

Pemerintah Lebanon mengatakan angkatan darat mereka akan mencoba mencari tambahan kekuatan pasukan perdamaian milik PBB. Namun, mereka tidak secara eksplisit menjelaskan apakah Hizbullah akan disingkirkan dari area perbatasan.

Wilayah selatan Lebanon saat ini berada di bawah kontrol gerilyawan Hizbullah. Mereka mengatakan akan melakukan gencatan senjata, saat tentara Israel meninggalkan tanah Lebanon.

Namun, Menteri Pertahanan Israel Amir Peretz memberikan perintah kepada AD-nya untuk bersiap bergerak menuju Litani River, sekitar 20 kilometer di dalam Lebanon, untuk menekan serangan-serangan roket Hizbullah.

Sekitar 10.000 tentara Israel saat ini berjuang melawan Hizbullah di Lebanon Selatan. Olmert menambahkan, "semakin cepat kami pergi dari Lebanon Selatan, kami akan semakin senang." (ton/afp/rtr)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)