Prevalensi ''Thalasemia Karier'' pada Kelompok WUS
PROGRAM
pemberian tablet besi pada ibu hamil sudah berjalan
hampir dua dasawarsa, meskipun demikian prevalensi
anemia pada ibu hamil belum turun seperti yang
diharapkan. Sulitnya penurunan ini diduga ada faktor
lain selain kekurangan zat besi dan asam folat sebagai
penyebab anemi antara lain kemungkinan prevalensi
thalasemia pada ibu juga tinggi.
Penderita thalasemia karier mempunyai bentuk sel darah
merah agak pipih dan rapuh sehingga mudah pecah dan ini
berpengaruh pada kadar Hb. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui besarnya masalah prevalensi thalasemia
karier pada wanita usia subur dan bagaimana perkembangan
kadar Hb dan status gizi penderita tersebut.
Penelitian dilakukan di Kecamatan Cugenang dan Kecamatan
Kademangan, Kabupaten Cianjur. Dari setiap kecamatan
diambil empat desa dan di setiap desa diambil 40 WUS.
Subjek penelitian adalah wanita usia subur yang berasal
dari suku Sunda dengan umur 19-49 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi thalasemia
karier dengan pemeriksaan Fragilitas Osmotik Satu tabung
(Nestrof) sebesar 41,3%. Penderita thalasemia karier
mempunyai kadar Hb dan kadar feritin lebih rendah secara
bermakna dibandingkan dengan bukan penderita thalasemia
karier.
Tidak ada perbedaan antara penderita dan bukan penderita
menurut status gizi, umur, pendidikan dan pendapatan.
Setelah empat bulan penelitian perkembangan kadar Hb dan
status gizi penderita dan bukan penderita thalasemia
karier tidak ada perubahan yang bermakna.
Dengan menggunakan uji regresi logistik diperoleh model
yang baik untuk mendeteksi status anemia sebagai berikut:
Y = -4.47 + 1.35 X status besi + 1.18 x status
thalasemia karier.
(sut,
berbagai sumber)