kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 9 Agustus 2006

 Kesehatan


Prevalensi ''Thalasemia Karier'' pada Kelompok WUS

PROGRAM pemberian tablet besi pada ibu hamil sudah berjalan hampir dua dasawarsa, meskipun demikian prevalensi anemia pada ibu hamil belum turun seperti yang diharapkan. Sulitnya penurunan ini diduga ada faktor lain selain kekurangan zat besi dan asam folat sebagai penyebab anemi antara lain kemungkinan prevalensi thalasemia pada ibu juga tinggi.

 

Penderita thalasemia karier mempunyai bentuk sel darah merah agak pipih dan rapuh sehingga mudah pecah dan ini berpengaruh pada kadar Hb. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya masalah prevalensi thalasemia karier pada wanita usia subur dan bagaimana perkembangan kadar Hb dan status gizi penderita tersebut.

 

Penelitian dilakukan di Kecamatan Cugenang dan Kecamatan Kademangan, Kabupaten Cianjur. Dari setiap kecamatan diambil empat desa dan di setiap desa diambil 40 WUS. Subjek penelitian adalah wanita usia subur yang berasal dari suku Sunda dengan umur 19-49 tahun.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi thalasemia karier dengan pemeriksaan Fragilitas Osmotik Satu tabung (Nestrof) sebesar 41,3%. Penderita thalasemia karier mempunyai kadar Hb dan kadar feritin lebih rendah secara bermakna dibandingkan dengan bukan penderita thalasemia karier.

 

Tidak ada perbedaan antara penderita dan bukan penderita menurut status gizi, umur, pendidikan dan pendapatan. Setelah empat bulan penelitian perkembangan kadar Hb dan status gizi penderita dan bukan penderita thalasemia karier tidak ada perubahan yang bermakna.

 

Dengan menggunakan uji regresi logistik diperoleh model yang baik untuk mendeteksi status anemia sebagai berikut: Y = -4.47 + 1.35 X status besi + 1.18 x status thalasemia karier.

(sut, berbagai sumber)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)