Besar, Peluang Investasi Reksa Dana di Bali
Denpasar (Bali Post) -
Potensi investasi reksa dana di Bali masih sangat tinggi.
Hal ini dapat dilihat dari besarnya dana pihak ketiga
yang disimpan di bank yakni Rp 15 trilyun. Direktur PT
Mandiri Manajemen Investasi (MMI) Denny R. Thaher
mengatakan hal itu Selasa (8/8) kemarin di Kuta.
Untuk wilayah Bali, hingga periode Agustus 2006 MMI
telah mengelola dana investor sebesar Rp 17 milyar.
Angka tersebut cukup tinggi dibandingkan pengelolaan
dana sebelumnya yang hanya Rp 640 juta. Namun bila
dilihat total dana pihak ketiga di Bali yang mencapai Rp
17 trilyun, ia optimis ke depan industri reksa
dana memiliki potensi yang sangat besar untuk terus
tumbuh dan berkembang di Bali.
Dijelaskan total aset kelolaan industri reksa dana
sampai dengan 4 Agustus 2006 telah mencapai Rp 35,55
trilyun atau naik sekitar 25 persen dari awal tahun 2006
sebesar Rp 28,4 triliun. Saat ini investor sudah mulai
cermat dalam memilih produk investasi. Target penurunan
suku bunga SBI yang sampai dengan akhir tahun 2006
diprediksi mencapai kisaran 10-11 persen menyebabkan
investor mulai mencari alternatif investasi lain untuk
mempertahankan nilai investasinya. Dalam hal ini reksa
dana diminati karena memberikan imbal hasil (return)
yang lebih tinggi dari suku bunga deposito perbankan.
Ditanya belum banyaknya peminat investor di reksa dana,
Deny Thaher mengakui akibat masih belum banyak yang
memahaminya serta nilai investasi yang cukup tinggi. Ke
depan sosialisasi harus lebih ditingkatkan lagi serta
perlu penyesuaian nilai investasi. Sebab, bermain di
reksa dana tak mesti sekaligus meski investor punya uang
banyak. Namun dilakukan bertahap sesuai target yang
diinginkan. (031)