kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 9 Agustus 2006

 Ekonomi


Besar, Peluang Investasi Reksa Dana di Bali
 

Denpasar (Bali Post) -
Potensi investasi reksa dana di Bali masih sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari besarnya dana pihak ketiga yang disimpan di bank yakni Rp 15 trilyun. Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) Denny R. Thaher mengatakan hal itu Selasa (8/8) kemarin di Kuta.

Untuk wilayah Bali, hingga periode Agustus 2006 MMI telah mengelola dana investor sebesar Rp 17 milyar. Angka tersebut cukup tinggi dibandingkan pengelolaan dana sebelumnya yang hanya Rp 640 juta. Namun bila dilihat total dana pihak ketiga di Bali yang mencapai Rp 17 trilyun, ia optimis ke  depan industri reksa dana memiliki potensi yang sangat besar untuk terus tumbuh dan berkembang di Bali.

Dijelaskan total aset kelolaan industri reksa dana sampai dengan 4 Agustus 2006 telah mencapai Rp 35,55 trilyun atau naik sekitar 25 persen dari awal tahun 2006 sebesar Rp 28,4 triliun. Saat ini investor sudah mulai cermat dalam memilih produk investasi. Target penurunan suku bunga SBI yang sampai dengan akhir tahun 2006 diprediksi mencapai kisaran 10-11 persen menyebabkan investor mulai mencari alternatif investasi lain untuk mempertahankan nilai investasinya. Dalam hal ini reksa dana diminati karena memberikan imbal hasil (return) yang lebih tinggi dari suku bunga deposito perbankan.

Ditanya belum banyaknya peminat investor di reksa dana, Deny Thaher mengakui akibat masih belum banyak yang memahaminya serta nilai investasi yang cukup tinggi. Ke depan sosialisasi harus lebih ditingkatkan lagi serta perlu penyesuaian nilai investasi. Sebab, bermain di reksa dana tak mesti sekaligus meski investor punya uang banyak. Namun dilakukan bertahap sesuai target yang diinginkan. (031)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)