Pura Luhur Tamba Waras----------------
Tempat Memohon Kesehatan Lahir Batin
Pura Luhur Tamba Waras secara geografis terletak di
lereng sebelah selatan Gunung Batukaru, tepatnya di Desa
Sangketan, Penebel, Tabanan. Pura yang berada pada satu
garis dengan Pura Luhur Batukaru ini terletak pada
ketinggian sekitar 725 meter dari permukaan laut. Untuk
mencapai pura ini pemedek harus menempuh jarak sekitar
22 km dari kota Tabanan. Jika dilihat dari struktur pura,
Pura Luhur Tamba Waras atau juga disebut Tambo Waras
berkedudukan sebagai gudang farmasinya jagat raya.
Fungsi ini dapat dibuktikan dengan munculnya berbagai
sarana penting yang berfungsi sebagai bahan obat-obatan,
di samping berkaitan erat dengan sejarah, di mana
seorang raja dapat disembuhkan dengan mengaturkan
permohonan di tempat yang awalnya berupa hutan belantara
Batukaru ini.
============================================================
PURA
Tamba Waras ini berdiri sekitar abad ke-12. Menurut
beberapa catatan sejarah, Raja Tabanan yakni Cokorda
Tabanan sakit keras dan tidak ditemukan pengobatannya.
Para abdi mencarikan obat sesuai dengan petunjuk gaib
yang diterima, di mana akan ada asap sebagai petunjuknya.
Setelah berjalan di dalam hutan Batukaru, dijumpai asap
mengepul yang berasal dari sebuah kelapa di tanah di
dalam rumpun bambu. Setelah memohon di tempat itu,
didapatkanlah obat. Setelah obat tersebut diaturkan
kepada raja, ternyata sang raja sembuh dan sehat kembali.
Di tempat itu dibangunlah tempat pemujaan yang dinamakan
Tambawaras.
Kata Tambawaras berasal dari kata tamba + waras. Tamba
artinya obat, sedangkan waras artinya normal kembali.
Pura Luhur Tamba Waras bermakna pemujaan kekuatan
manifestasi Ida Sang Hyang Widhi dalam fungsi sebagai
penyedia gudang farmasi alam semesta (bhuwana agung).
Dengan demikian permohonan kerahayuan, kesehatan,
kebijaksanaan untuk mencapai kesejahteraan merupakan
objek pemujaan di pura ini.
Pura ini salah satu Pura Catur Angga, berstatus sebagai
Sad Kahyangan Jagat Bali. Pura Luhur Tamba Waras
termasuk dalam jajar kemiri, yakni juringan yang
membangun kekuatan. Gunung Batukaru dengan
puncaknya Kedaton merupakan bentuk manifestasi Hyang
Widhi sebagai pelindung kehidupan sarwa prani, dengan
menganugerahkan pangurip gumi. Adapun pura jajar kemiri
yang dimaksud adalah Pura Luhur Muncaksari dan ke
bawahnya Pura Tamba Waras yang terletak di sebelah kanan
Pura Luhur Batukaru.
Sementara di sebelah kiri terdapat Pura Patali dan Pura
Besikalung. Kesempurnaan antara kedua sisi ini dapat
memperkuat alam semesta. Dengan demikian Pura Luhur
Tamba Waras merupakan satu kekuatan penyangga keutamaan
fungsi Ida Batara Sang Hyang Tumuwuh yang berstana di
Luhur Batukaru.
Kesehatan lahir dan batin merupakan modal awal untuk
menjalani hidup dengan benar. Pura Tamba Waras adalah
kekuatan pemberi anugerah di bidang kesehatan lahir
batin dan kelestarian alam semesta. Manifestasi
Catur Loka Pala Batukaru sebagai Aswinodewa.
Kebijaksanaan, kejujuran, kemuliaan hati merupakan
kesehatan batin untuk menjalani kehidupan yang lebih
baik, di samping kesehatan jasmani atau fisik yang kuat.
Kedua hal ini dapat dimohonkan di pura ini, baik dengan
melakukan yoga maupun pelaksanaan ritual yang didasari
dengan hati yang suci guna memohon berkat-Nya.
Desa Adat Sangketan merupakan krama adat Pekandel.
Sementara Jero Subamia merupakan pangenceng dari pura
ini. Buda Umanis Prangbakat merupakan piodalan yang
diselenggarakan di pura ini. Sementara karya mamungkah,
mupuk pedagingan dan ngenteg linggih dilaksanakan mulai
Saniscara Pon Pahang (10 Juni) lalu dan berakhir Buda
Pon Watugunung (13 September) mendatang, dengan puncak
karya Rabu (2/8) lalu.
Melasti dan Masandekan
Ada tradisi unik yang dijalankan saat piodalan di pura
ini yakni pamelastian dengan simpang dan masandekan pada
beberapa pura yang dilalui. Upacara melasti di Tanah
Lot, dengan memakan waktu perjalanan selama tiga hari
dengan berjalan kaki dari Pura Tamba Waras menuju segara.
Selama perjalanan Ida Batara akan simpang di beberapa
pura dan masandekan di Pura Puseh Desa Adat Kota Tabanan.
Selain itu, Ida Batara masandekan di Puseh Penatahan
Desa Wanasari, Pura Pesimpangan Kuwuban Luhur Batukaru
serta bermalam di Pura Desa Adat Kota Tabanan. Keesokan
harinya kembali melanjutkan perjalanan menuju pantai
Tanah Lot dengan sebelumnya masandekan di Pura Desa Adat
Demung dan Pura Dangin Bingin.
Sekembalinya dari melasti marerepan di Pura Puseh Desa
Adat Kota Tabanan. Hari ketiga, baru dilakukan prosesi
mamendak Ida Batara rawuh dari melasti di Pura Luhur
Tamba Waras.
Wakil Bupati Tabanan IGG Putra Wirasana selaku
pengenceng pura yang merupakan penglingsir Jro Subamia
terlihat mendampingi berbagai upacara yang berlangsung.
Dengan dilaksanakan yadnya di tempat ini diharapkan umat
mampu menjaga keseimbangan alam Bali.
Selain itu, Mangku Gede Tamba Waras menyatakan atas
berkat dan tuntunan yang diberikan oleh Ida Bathara yang
dipuja di pura ini, diharapkan ada ketenteraman batin
dalam setiap individu, rumah tangga serta seluruh
masyarakat Bali. Jika hal ini terwujud maka akan ada
ketenteraman, kedamaian serta kesuksesan dalam
pembangunan di Tabanan dan Bali secara umum. Selain itu,
piodalan yang dilaksanakan sebagai wujud terima kasih
dan rasa bakti ke hadapan Sang Pencipta yang telah
memberikan tuntunan dan berkah kepada umat manusia.
Wirasana berharap melalui kebersamaan dalam
penyelenggaraan karya, terbentuk rasa kekeluargaan yang
menciptakan rasa damai di kalangan umat. Selain itu,
karya yang dilaksanakan sebagai wujud rasa bakti segenap
umat diharapkan turut membawa keteguhan batin dan
kerahayuan jagat, di mana saat ini sebagian besar
wilayah Indonesia mengalami bencana. Melalui berbagai
piodalan, setiap umat Hindu hendaknya lebih memperkuat
keyakinan serta sradha ke hadapan Hyang Widhi, serta
mampu menunjukkan sikap yang baik terhadap sesamanya.
* surpi