PU Ambil
Alih
Perbaikan
Saluran
Subak
Kendran
Gianyar
(Bali Post) -
Setelah
menelan
korban saat
melakukan
perbaikan,
akhirnya
perbaikan
saluran air
Subak
Kendran, Tegallalang
diambil
alih Dinas PU
Kabupaten
Gianyar.
Bahkan,
untuk
pengerjaannya sudah
dimulai
Selasa (8/8) kemarin.
Over handle ini
dilakukan
oleh
Dinas PU kemungkinan
melihat
kondisi mental dari
anggota
subak yang trauma untuk
melakukan
perbaikan
terhadap
saluran
tersebut.
Kades
PU Gianyar IB
Kesawa,
Selasa kemarin,
membenarkan
telah
dilakukan over handle untuk
pengerjaan
saluran air
tersebut.
Sewaktu
berada
di lokasi
anggota
subak sendiri
menginginkan agar
dibuatkan
pengalihan
saluran air yang
baru
tanpa menggunakan
terowongan yang
ada
saat ini.
Kesawa
memberikan limit waktu
untuk
pengerjaan saluran
irigasi
tersebut. ''Jika
sekadar
mengalir air tersebut
diperkirakan
perlu
waktu sekitar
satu
minggu.
Namun
bila
pengerjaannya dilakukan
secara
permanen dibutuhkan
waktu
sekitar 20 hari,''
katanya.
Mengenai
dana
yang diperlukan
untuk
perbaikan saluran
tersebut
diperkirakan
Rp 30
juta.
Sementara
itu,
meninggalnya Dewa
Nyoman Alit
saat
melakukan gotong
royong
membawa duka yang
mendalam
bagi
keluarga dan
seluruh
anggota Subak
Kendran.
Selama
ini,
almarhum dikenal
sangat
lugu dan
ulet di
dalam
mengambil setiap
pekerjaannya.
Almarhum
yang merupakan
keluarga
pra-KS
ini meninggalkan
tiga
orang anak
dan
istri Dewa
Ayu
Jepun.
Anaknya
yang nomor
satu
hanya tamatan SMP,
sedangkan
dua
anaknya kini
masih
duduk di
bangku SMP.
Sementara
Bupati
dan Komisi B
melakukan
sidak
ke lokasi
dan
berkunjung ke
rumah
duka.
Dalam
kunjungannya,
Bupati
Gianyar A.A. Bharata
memberikan
penghargaan
kepada
almarhum sebagai
pahlawan
pertanian.
Sedangkan
anak
dari almarhum yang
kini
sedang mengeyam
pendidikan
mendapatkan
beasiswa
dari
Bupati Bharata.
Dalam
kesempatan
tersebut,
Bupati
juga mengimbau
kepada
Camat Tegallalang I
Ketut
Suweta dan
Kapolsek agar
memberikan
peringatan
bagi
daerah rawan
dan
jika perlu
dipasang polis line.
Sedangkan
Komisi B DPRD
Gianayar
melakukan
sidak yang
dihadiri
empat
angggota yakni
Pande
Ketut Suralaga,
Ondo
Wirawan, IB Pawana,
dan I Made
Libur.
Dikatakan,
perbaikan
saluran air
tersebut
mesti
segera disikapi.
''Dalam
hal ini
yang namanya
subak
satu minggu
tidak
mendapatkan air maka
akan
sama dengan
gagal
panen,'' kata
Mada
Libur.
Saat
ini di
Gianyar
terdapat 497 subak
dengan
luas lahan
sekitar 14.856
hektar.
Untuk
wilayah
Tegallalang mempunyai
64 subak,
sedangkan
untuk
Desa Kendran
mempunyai 12
subak.
(dar)