Kesulitasn
Air Bersih,Warga Seraya Menjerit
Amlapura (Bali Post) -
Aliran air ke Seraya selama ini sangat kecil dan sering
macet. Ini akibat mesin pompa air kerap rusak. Akibatnya,
sejak dua minggu ini warga Seraya Tengah sampai Timur
kembali menjerit karena krisis air bersih.
Sejumlah warga Seraya seperti Wayan Taja dan Gemeh,
Selasa (8/8) kemarin, mengemukakan dulu saat keluhan
warga melalui media massa, beberapa hari kemudian mesin
pompa air di sumber mata air Taman Tirta Ujung, serta
mesin kedua di Banjar Palasan Tumbu diperbaiki petugas.
Begitu air mengalir, warga pun merasa senang. Namun,
beberapa minggu kemudian aliran air dengan proyek
pemipaan dengan dana lebih dari Rp 2 milyar itu ngadat
lagi. ''Kalau bukan mesin pompanya yang rusak, maka
jaringan pipanya yang bocor, begitu terus,'' ujar Taja.
Gemeh mengatakan kalau saja seminggu dua kali air ke
Seraya mengucur, maka warga sudah senang karena cukup
air itu ditampung di dalam bak. Namun ini berhari-hari,
sehingga warga yang mampu akan membeli air dengan harga
cukup mahal. Per mobil tangki air sampai di Seraya Timur
kerap dibeli warga sampai Rp 60 ribu. Sementara, warga
yang tak mampu terpaksa mencari air jauh sampai ke Ujung
yang mencapai belasan kilometer.
Krisis air bersih tak cuma dihadapi warga Seraya, juga
warga Sadimara, Bias dan Banjar Abianjero, Kecamatan
Abang. Krisis air itu dialamai sejak sekitar tiga minggu
lalu. Masalahnya, kata anggota DPRD Karangasem Nyoman
Subaga, S.T. yang sebelumnya bersama anggota Komisi B
lainnya turun ke desa, ngadatnya air akibat mesin pompa
di Banjar Gunaksa rusak. Kerusakan mesin diduga akibat
masuknya material bekas galian proyek berupa pasir atau
pun kerikil. Soalnya, di lokasi dekat mata air itu
selain ada proyek normalisasi mata air juga ada proyek
perbaikan saluran irigasi sepanjang sekitar 25 meter.
Subaga, anggota DPRD Karangasem asal Desa Tiyingtali itu,
mengatakan pihaknya sudah minta Camat Abang IB Suwastika
agar menyampaikan masalah itu kepada Bupati Karangasem.
Sementara itu, warga yang bermukim di perbukitan atau
pegunungan Kubu juga terus menjerit minta pengadaan air
bersih. Hal itu disampaikan salah seorang warga Tianyar
Tengah Made Yadnya melalui Bali Terkini. Yadnya minta
Bupati Karangasem mendahulukan kebutuhan air bersih bagi
warganya seperti yang pernah dijanjikan, dibandingkan
mendahulukan pembangunan dermaga kapal pesiar.
Di pihak lain, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg
beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya bakal membangun
sejumlah embung guna mengatasi kekurangan air bersih
yang rutin tiap musim kemarau. Embung itu antara lain
dua buah bakal dibangun di wilayah Kecamatan Bebandem,
satu di Desa Pempatan, Rendang, serta di Desa Ban, Kubu.
Dana proyek itu selain dari APBD kabupaten, juga dari
bantuan propinsi dan pusat.
(013)