kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 9 Agustus 2006

 Bali

 

Kesulitasn Air Bersih,Warga Seraya Menjerit 

Amlapura (Bali Post) -
Aliran air ke Seraya selama ini sangat kecil dan sering macet. Ini akibat mesin pompa air kerap rusak. Akibatnya, sejak dua minggu ini warga Seraya Tengah sampai Timur kembali menjerit karena krisis air bersih.

Sejumlah warga Seraya seperti Wayan Taja dan Gemeh, Selasa (8/8) kemarin, mengemukakan dulu saat keluhan warga melalui media massa, beberapa hari kemudian mesin pompa air di sumber mata air Taman Tirta Ujung, serta mesin kedua di Banjar Palasan Tumbu diperbaiki petugas. Begitu air mengalir, warga pun merasa senang. Namun, beberapa minggu kemudian aliran air dengan proyek pemipaan dengan dana lebih dari Rp 2 milyar itu ngadat lagi. ''Kalau bukan mesin pompanya yang rusak, maka jaringan pipanya yang bocor, begitu terus,'' ujar Taja.

Gemeh mengatakan kalau saja seminggu dua kali air ke Seraya mengucur, maka warga sudah senang karena cukup air itu ditampung di dalam bak. Namun ini berhari-hari, sehingga warga yang mampu akan membeli air dengan harga cukup mahal. Per mobil tangki air sampai di Seraya Timur kerap dibeli warga sampai Rp 60 ribu. Sementara, warga yang tak mampu terpaksa mencari air jauh sampai ke Ujung yang mencapai belasan kilometer.

Krisis air bersih tak cuma dihadapi warga Seraya, juga warga Sadimara, Bias dan Banjar Abianjero, Kecamatan Abang. Krisis air itu dialamai sejak sekitar tiga minggu lalu. Masalahnya, kata anggota DPRD Karangasem Nyoman Subaga, S.T. yang sebelumnya bersama anggota Komisi B lainnya turun ke desa, ngadatnya air akibat mesin pompa di Banjar Gunaksa rusak. Kerusakan mesin diduga akibat masuknya material bekas galian proyek berupa pasir atau pun kerikil. Soalnya, di lokasi dekat mata air itu selain ada proyek normalisasi mata air juga ada proyek perbaikan saluran irigasi sepanjang sekitar 25 meter.

Subaga, anggota DPRD Karangasem asal Desa Tiyingtali itu, mengatakan pihaknya sudah minta Camat Abang IB Suwastika agar menyampaikan masalah itu kepada Bupati Karangasem.

Sementara itu, warga yang bermukim di perbukitan atau pegunungan Kubu juga terus menjerit minta pengadaan air bersih. Hal itu disampaikan salah seorang warga Tianyar Tengah Made Yadnya melalui Bali Terkini. Yadnya minta Bupati Karangasem mendahulukan kebutuhan air bersih bagi warganya seperti yang pernah dijanjikan, dibandingkan mendahulukan pembangunan dermaga kapal pesiar.

Di pihak lain, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya bakal membangun sejumlah embung guna mengatasi kekurangan air bersih yang rutin tiap musim kemarau. Embung itu antara lain dua buah bakal dibangun di wilayah Kecamatan Bebandem, satu di Desa Pempatan, Rendang, serta di Desa Ban, Kubu. Dana proyek itu selain dari APBD kabupaten, juga dari bantuan propinsi dan pusat. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)