Generasi Muda Hindu Perlu Miliki Filter
Denpasar (Bali Post) -
Generasi muda Hindu perlu memiliki filter dalam
menghadapi perkembangan global. Langkah antisipasi
tersebut bisa diwujudkan dengan mengadakan pelatihan
pasraman kilat, dharma tula atau kegiatan keagamaan
lainnya. Demikian Ketua LSM Kirana D. Sures Kumar, pada
diskusi ''Eksistensi Generasi Muda Hindu Bali di Era
Globalisasi dan Hindu Sampradaya'' di Aula IHDN, Minggu
(27/8) kemarin.
Menurutnya, ajang pasraman kilat, dharma tula atau
kegiatan keagamaan lainnya, akan sangat membantu
menumbuhkan spirit generasi muda Hindu dalam menemukan
jati dirinya. ''Generasi muda Hindu harus memiliki
kesiapan mental dalam menghadapi globalisasi, sehingga
tidak sampai terjebak oleh sesuatu yang tabu menurut
agama,'' kata D. Sures Kumar.
Pemikir muda Hindu ini menyebut generasi muda Hindu
belum sepenuhnya siap menghadapi era global. Semua itu
terjadi akibat keterbatasan dalam hal sumber daya
manusia. Hal tersebut merupakan tantangan bagi semua
pihak untuk menyikapinya.
Sures menyebut ada tiga persoalan kenapa generasi muda
Hindu belum siap menghadapi era global. Pertama,
kurangnya pengawasan orangtua, sehingga menyebabkan
langkah generasi muda terseret pada hal-hal yang kurang
bagus menurut agama. Berikutnya, orangtua terlalu
menutup-nutupi sesuatu yang dianggap tabu, padahal itu
penting bagi perkembangan berpikir anak. ''Seperti
masalah AIDS, tidak usah terlalu ditutup-tutupi.
Biarkanlah anak itu tahu, sehingga nantinya tidak sampai
terjerumus,'' paparnya.
Selain kedua persoalan tersebut, menurut Sures, yang
sangat mendesak untuk dibenahi menyangkut pola
pendidikan. ''Generasi muda Hindu perlu diberikan
pemahaman pendidikan kritis. Artinya, mereka dengan
cepat bisa menentukan mana yang baik menurut agama dan
mana yang tidak,'' tambahnya.
Sementara Nandhang Risadhe Astika, lebih banyak
menyoroti dugaan degradasi moral di kalangan generasi
muda Hindu. Menurutnya, dugaan tersebut perlu disikapi
secara bijaksana. Soalnya, tidak menutup kemungkinan
dugaan tersebut hanya sebatas luapan isu yang
dimunculkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung
jawab. ''Kita perlu jawab semuanya. Siapa tahu dalam hal
ini generasi muda hanya dijadikan kambing hitam,''
ujarnya. (015)