kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Paing, 28 Agustus 2006

 Bali


Generasi Muda Hindu Perlu Miliki Filter
 

Denpasar (Bali Post) -
Generasi muda Hindu perlu memiliki filter dalam menghadapi perkembangan global. Langkah antisipasi tersebut bisa diwujudkan dengan mengadakan pelatihan pasraman kilat, dharma tula atau kegiatan keagamaan lainnya. Demikian Ketua LSM Kirana D. Sures Kumar, pada diskusi ''Eksistensi Generasi Muda Hindu Bali di Era Globalisasi dan Hindu Sampradaya'' di Aula IHDN, Minggu (27/8) kemarin.

Menurutnya, ajang pasraman kilat, dharma tula atau kegiatan keagamaan lainnya, akan sangat membantu menumbuhkan spirit generasi muda Hindu dalam menemukan jati dirinya. ''Generasi muda Hindu harus memiliki kesiapan mental dalam menghadapi globalisasi, sehingga tidak sampai terjebak oleh sesuatu yang tabu menurut agama,'' kata D. Sures Kumar.

Pemikir muda Hindu ini menyebut generasi muda Hindu belum sepenuhnya siap menghadapi era global. Semua itu terjadi akibat keterbatasan dalam hal sumber daya manusia. Hal tersebut merupakan tantangan bagi semua pihak untuk menyikapinya.

Sures menyebut ada tiga persoalan kenapa generasi muda Hindu belum siap menghadapi era global. Pertama, kurangnya pengawasan orangtua, sehingga menyebabkan langkah generasi muda terseret pada hal-hal yang kurang bagus menurut agama. Berikutnya, orangtua terlalu menutup-nutupi sesuatu yang dianggap tabu, padahal itu penting bagi perkembangan berpikir anak. ''Seperti masalah AIDS, tidak usah terlalu ditutup-tutupi. Biarkanlah anak itu tahu, sehingga nantinya tidak sampai terjerumus,'' paparnya.

Selain kedua persoalan tersebut, menurut Sures, yang sangat mendesak untuk dibenahi menyangkut pola pendidikan. ''Generasi muda Hindu perlu diberikan pemahaman pendidikan kritis. Artinya, mereka dengan cepat bisa menentukan mana yang baik menurut agama dan mana yang tidak,'' tambahnya.

Sementara Nandhang Risadhe Astika, lebih banyak menyoroti dugaan degradasi moral di kalangan generasi muda Hindu. Menurutnya, dugaan tersebut perlu disikapi secara bijaksana. Soalnya, tidak menutup kemungkinan dugaan tersebut hanya sebatas luapan isu yang dimunculkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. ''Kita perlu jawab semuanya. Siapa tahu dalam hal ini generasi muda hanya dijadikan kambing hitam,'' ujarnya. (015)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)