kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Paing, 28 Agustus 2006

 Bali


Soal
Proyek Geothermal  .....
Dewan
Sikapi Pernyataan Dewa Beratha

Denpasar (Bali Post) -
Pernyataan
Gubernur Dewa Beratha soal proyek geothermal kembali membuat kalangan DPRD Bali gusar. Pasalnya, sejak awal bergulirnya proyek di Bedugul itu, Dewan jelas-jelas menolaknya. ''Kok Gubernur kembali membuat pernyataan agar Dewan membuat surat resmi penolakan,'' ungkap anggota Komisi D Ir. Dauh Wijana, Minggu (27/8) kemarin, menanggapi pernyataan orang nomor satu di Bali tersebut.

Dewan menilai Gubernur plin-plan terkait proyek geothermal  tersebut. Pasalnya, SK penolakan Dewan terhadap proyek itu sudah jelas. ''Gubernur pun sudah didudukkan dalam tim penolakan proyek. Bahkan menjadi ketua tim,'' tambah politisi asal Gianyar ini. Kenapa tiba-tiba Gubernur kembali mentah seolah-olah ada tawar-menawar lagi dengan proyek tersebut.

Mestinya, tambah mantan kontraktor ini, Gubernur tidak lagi membuat statemen lain karena penolakan proyek tersebut  sudah merupakan harga mati. Dauh curiga kalau Dewa Beratha tak serius duduk dalam tim tersebut. Ini didasari surat Gubernur yang diterbitkan sebelumnya, yang bertentangan dengan Dewan soal proyek tersebut. Gubernur saat itu menerbitkan SK yang menekankan agar ada kajian ulang soal geothermal. Kini Gubernur lagi mengeluarkan pernyataan yang seolah-olah penolakan itu belum pasti.

Sebagaimana dilansir Bali Post (26/8), Dewa Beratha mengatakan jika sekarang ini Dewan bersikap lain soal proyek itu, mestinya disampaikan dalam bentuk surat resmi. ''Jika suratnya menolak, kami pun setuju menolak proyek geothermal itu,'' ujar Dewa Beratha. Pernyataan itu tentu membuat Dewan tak habis pikir. Sejumlah anggota Dewan menduga ada sesuatu di balik pernyataan Gubernur tersebut. Apalagi setelah wakil rakyat sempat meninjau proyek sejenis ke Dieng yang mana muncul selentingan kalau setiap proyek sejenis ada dana kompensasinya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Bali Drs. IBG Suryatmaja, bisa saja indikasi dana kompensasi puluhan milyar itu ada. Pihaknya menegaskan tak perlu memasalahkan hal itu, sebab rakyat Bali sudah nyata dan tegas-tegas menolak. ''Kita sudah putuskan menolak,'' tambahnya.

Menurut Dauh, mestinya seluruh komponen termasuk Gubernur tak perlu lagi ada pandangan lain terhadap proyek geothermal. Apalagi menteri terkait sudah tegas-tegas mengatakan siap mengikuti apa yang menjadi aspirasi rakyat Bali bila menolak proyek tersebut. (031)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)