Mata Air Gebagan Mati, Fasilitas PDAM Karatan
Bangli (Bali Post) -
Krisis air bersih di Kintamani mulai menjalar ke wilayah
selatan Kintamani. Salah satu sumber mata air yang
dikelola PDAM Bangli di Gebagan Desa Kayubihi sejak
delapan bulan lalu menguap tanpa tersisa setetes pun.
Akibatnya, 241 fasilitas PDAM karatan, ratusan warga
kesulitan air bersih.
Sementara sumber mata air di Pebini, Kintamani juga
mengalami penurunan drastis. Dari 40 liter per detik
pada 1993 lalu, kini tinggal 7 liter per detik. Sumber
mata air itu pun digunakan untuk mengairi lima Desa di
Kintamani.
Sejumlah karyawan PDAM Bangli yang namanya enggan
disebutkan Jumat (25/8) lalu, mengungkapkan penguapan
sumber mata air Gebagan Desa Kayubihi, Bangli sudah
berlangsung sekitar delapan bulan. Akibatnya, sekitar
241 pelanggan krisis air bersih. Sementara jaringan PDAM
masih terpasang.
Anggota Forum Bangli Membangun asal Kintamani I Wayan
Suarembawa mengaku kecewa atas krisis air di Kintamani
yang tidak tuntas sejak lama. Dari sekitar 60 desa yang
ada sudah sejak lama kekeringan dan terpaksa membeli air
dengan harga mahal. Harga air bervariasi namun umumnya
Rp 100 ribu per satu tangki mobil bermuatan sekitar 200
liter. Rata-rata setiap bulan satu keluarga kecil di
Kintamani membeli dua tangki air. Itu pun sudah sangat
hemat, untuk kepentingan sehari-hari seperti mandi,
minum, dan memasak. Ini ironis, katanya, di mana
Kintamani sebagai tuan rumah resapan air justru warganya
mengalami krisis air. Sekitar tahun 1993 sempat dibangun
jaringan air dari PDAM dengan sumber mata air di Pebini
Desa Catur. Waktu itu debit air 40 liter per
detiknya. Tidak ada satu bulan, proyek itu mandek karena
air menguap. Dampaknya, jaringan pipa PDAM menjadi
karatan dan mubazir.
Terkait bantuan Presiden sekitar Rp 4 milyar di
Kintamani memanfaatkan sumber mata air Pebini hanya
mampu menghasilkan debit tujuh liter per detik. Air itu
hanya digunakan mengairi lima desa. ''Terang saja
menyulut kecemburuan sesama warga Kintamani yang
sama-sama kehausan,'' paparnya. Desa di Kintamani yang
telah teraliri air dana Banpres meliputi Desa Batur
Utara, Tengah, dan Selatan, Desa Bayung, dan Desa
Sekardadi. (kmb17)