kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Paing, 28 Agustus 2006

 Bali


Mata Air Gebagan Mati, Fasilitas PDAM Karatan
 

Bangli (Bali Post) -
Krisis air bersih di Kintamani mulai menjalar ke wilayah selatan Kintamani. Salah satu sumber mata air yang dikelola PDAM Bangli di Gebagan Desa Kayubihi sejak delapan bulan lalu menguap tanpa tersisa setetes pun. Akibatnya, 241 fasilitas PDAM karatan, ratusan warga kesulitan air bersih.

Sementara sumber mata air di Pebini, Kintamani juga mengalami penurunan drastis. Dari 40 liter per detik pada 1993 lalu, kini tinggal 7 liter per detik. Sumber mata air itu pun digunakan untuk mengairi lima Desa di Kintamani.

Sejumlah karyawan PDAM Bangli yang namanya enggan disebutkan Jumat (25/8) lalu, mengungkapkan penguapan sumber mata air Gebagan Desa Kayubihi, Bangli sudah berlangsung sekitar delapan bulan. Akibatnya, sekitar 241 pelanggan krisis air bersih. Sementara jaringan PDAM masih terpasang.

Anggota Forum Bangli Membangun asal Kintamani I Wayan Suarembawa mengaku kecewa atas krisis air di Kintamani yang tidak tuntas sejak lama. Dari sekitar 60 desa yang ada sudah sejak lama kekeringan dan terpaksa membeli air dengan harga mahal. Harga air bervariasi namun umumnya Rp 100 ribu per satu tangki mobil bermuatan sekitar 200 liter. Rata-rata setiap bulan satu keluarga kecil di Kintamani membeli dua tangki air. Itu pun sudah sangat hemat, untuk kepentingan sehari-hari seperti mandi, minum, dan memasak. Ini ironis, katanya, di mana Kintamani sebagai tuan rumah resapan air justru warganya mengalami krisis air. Sekitar tahun 1993 sempat dibangun jaringan air dari PDAM dengan sumber mata air di Pebini Desa Catur. Waktu itu debit air 40 liter per  detiknya. Tidak ada satu bulan, proyek itu mandek karena air menguap. Dampaknya, jaringan pipa PDAM menjadi karatan dan mubazir.

Terkait bantuan Presiden sekitar Rp 4 milyar di Kintamani memanfaatkan sumber mata air Pebini hanya mampu menghasilkan debit tujuh liter per detik. Air itu hanya digunakan mengairi lima desa. ''Terang saja menyulut kecemburuan sesama warga Kintamani yang sama-sama kehausan,'' paparnya. Desa di Kintamani yang telah teraliri air dana Banpres meliputi Desa Batur Utara, Tengah, dan Selatan, Desa Bayung, dan Desa Sekardadi. (kmb17)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)