Terus
Meningkat,
Jumlah
Anak
Terlibat
Kriminal
Mataram
(Suara NTB)-
Dari hari
ke hari
jumlah
anak-anak yang terlibat
tindak
kriminal, terus
meningkat.
Kepala
Kantor Wilayah
Depkum
dan HAM NTB, Drs. Arwin
Adityawarman
melalui
Kadiv PAS, Rachmat
Asikin,
Bc.IP, Selasa (22/8)
kemarin
menyebutkan jumlah
anak
terlibat kejahatan
di NTB,
sekitar 50 orang.
Data itu
berdasarkan
hunian
di Lembaga
Pemasyarakatan (LP)
dan
Rumah Tahanan (Rutan)
di
seluruh NTB.
Di
Rutan
Raba Bima
jumlah
napi dan
tahanan
anak tercatat yang
paling banyak.
Napi
anak
jumlahnya 21 orang
dan
tahanan 7 orang.
Jumlah
itu
menempatkan Rutan
ini
pada urutan
pertama
jumlah napi
anak.
LP Mataram
dan LP
Sumbawa Besar
jumlah
napi anak
dan
tahanan di
bawah
umur,
sama yakni 2
tahanan
dan 6 orang
napi.
Sedang di
Rutan
Praya, tercatat 4
napi
anak, Rutan
Selong
satu tahanan
dan LP
Dompu satu
napi.
Kasus
yang membelit
mereka pun
bervariasi.
Ada
yang terlibat
pencurian,
narkoba,
perkelahian
hingga
perbuatan asusila.
Dari beberapa
tindak
pidana itu, yang
terlibat
kasus
pencurian terbilang
paling banyak.
Terjerumusnya
anak-anak
usia
sekolah
itu dalam
dunia
kriminalitas disebabkan
banyak
hal. Antara
lain,
karena faktor
lingkungan
tempat
tinggal, faktor
ekonomi,
kurangnya
perhatian
orang
tua dan
karena
ajakan teman.
Mereka yang
terlibat
kasus
pencurian, kebanyakan
berasal
dari
keluarga
kurang
mampu.
Sedang
untuk
anak-anak yang melakukan
perbuatan
asusila
diduga karena
kurangnya
pengawasan
orangtua
terhadap
anak
bersangkutan.
Sebagaimana
yang sering
terungkap
dalam
persidangan, mereka
tega
mencabuli teman
sepermainannya
sendiri yang
sama-sama
masih
di bawah
umur,
karena terangsang
usai
menyaksikan video porno.
Kurangnya
perhatian
orangtua
terhadap
pergaulan
anak,
bukan tidak
mungkin
dapat membuka
jalan
anak mengenal
narkoba.
(fit)