kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 23 Agustus 2006

 Nusatenggara


Terus
Meningkat, Jumlah Anak Terlibat Kriminal

Mataram (Suara NTB)-
Dari hari ke hari jumlah anak-anak yang terlibat tindak kriminal, terus meningkat.
Kepala Kantor Wilayah Depkum dan HAM NTB, Drs. Arwin Adityawarman melalui Kadiv PAS, Rachmat Asikin, Bc.IP, Selasa (22/8) kemarin menyebutkan jumlah anak terlibat kejahatan di NTB, sekitar 50 orang.

Data itu berdasarkan hunian di Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Rumah Tahanan (Rutan) di seluruh NTB. Di Rutan Raba Bima jumlah napi dan tahanan anak tercatat yang paling banyak. Napi anak jumlahnya 21 orang dan tahanan 7 orang. Jumlah itu menempatkan Rutan ini pada urutan pertama jumlah napi anak.

LP Mataram dan LP Sumbawa Besar jumlah napi anak dan tahanan di bawah umur, sama yakni 2 tahanan dan 6 orang napi. Sedang di Rutan Praya, tercatat 4 napi anak, Rutan Selong satu tahanan dan LP Dompu satu napi. Kasus yang membelit mereka pun bervariasi. Ada yang terlibat pencurian, narkoba, perkelahian hingga perbuatan asusila.

Dari beberapa tindak pidana itu, yang terlibat kasus pencurian terbilang paling banyak. Terjerumusnya anak-anak usia sekolah itu dalam dunia kriminalitas disebabkan banyak hal. Antara lain, karena faktor lingkungan tempat tinggal, faktor ekonomi, kurangnya perhatian orang tua dan karena ajakan teman. Mereka yang terlibat kasus pencurian, kebanyakan berasal dari keluarga  kurang mampu.

Sedang untuk anak-anak yang melakukan perbuatan asusila diduga karena kurangnya pengawasan orangtua terhadap anak bersangkutan. Sebagaimana yang sering terungkap dalam persidangan, mereka tega mencabuli teman sepermainannya sendiri yang sama-sama masih di bawah umur, karena terangsang usai menyaksikan video porno. Kurangnya perhatian orangtua terhadap pergaulan anak, bukan tidak mungkin dapat membuka jalan anak mengenal narkoba. (fit)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)