Gonzalez Penyelamat
Liverpool
Liverpool -
Pemain
debutan Mark Gonzalez
muncul
sebagai penyelamat
Liverpool dalam
laga
pertama kualifikasi
Liga Champions,
Kamis (10/8)
dini
hari kemarin.
Gonzalez
menyarangkan gol
ke
gawang Maccabi
Haifa
(Israel) dua
menit
menjelang bubaran
untuk
kemenangan 2-1 The Reds.
Prediksi
yang mengatakan
Haifa
bakal
menyulitkan Liverpool
ternyata tidak
meleset.
Terbukti
Haifa mampu
unggul
lebih dulu
lewat kaki
gelandang
asal
Brazil, Gustavo
Boccoli,
pada
menit ke-30.
Gol
tersebut
membuat
Stadion Anfield
bergemuruh
oleh
suporter fanatik
Haifa.
Kubu
tuan
rumah
akhirnya menyamakan
kedudukan
melalui bomber
anyar Craig Bellamy. Bellamy
berhasil
memanfaatkan bola rebound
hasil
tembakan Momo
Sissoko yang
diblok
kiper Haifa.
Kedudukan
imbang 1-1
membuat Haifa
semakin
gencar melakukan
serangan.
Rafael Benitez
terpaksa menarik
Bellamy dan
menurunkan Peter Crouch.
Pelatih
Spanyol
itu juga
menunjuk Luis Garcia
menggantikan Bolo
Zenden.
Otomatis
skema
permainan Liverpool berubah
menjadi
satu striker
di
depan.
Meskipun
memegang
kendali
permainan, Liverpool belum
juga
memecah kebuntuan.
Baru
setelah Benitez menurunkan
Gonzalez
lima
menit
menjelang pertandingan
berakhir,
gol
penentu kemenangan
LIverpool
tercipta.
Gonzalez
mengeksekusi dengan
apik
umpan silang yang
diciptakan
Xabi Alonso
pada
menit ke-88.
Gol
Gonzalez disambut
suka
cita oleh
kubu Liverpool.
Benitez
menyatakan kepuasaannya
setelah
membuat keputusan
yang tepat
dengan
menurunkan pemain
yang sudah 12
bulan
menunggu debutnya
itu.
"Dia
mengawali
lima
menit
debutnya dengan
hebat.
Tetapi
kami
harus mengakui
Haifa
bukan
lawan yang mudah.
Meski
menguasai
permainan,
kami
membuat sedikit
peluang,"
ujar Benitez.
Manajer
Haifa, Roni Levy,
sangat
menyesalkan kekalahan
timnya.
Pihaknya
sudak
mendekati hasil
imbang.
Dia
berharap
bisa
memanfaatkan laga
kedua
nanti meski
tidak
dilangsungkan di
Israel,
melainkan
di Kiev
atau Siprus.
"Saya
cukup
kecewa karena
partai
kedua nanti
tidak
digelar di Tel Aviv.
Itu
mungkin menjadi
partai
sulit buat
kami,"
tandas Levy.
Kubu
Haifa tetap
merasa
terhibur dengan
loyalitas
penontonnya yang
memberi
dukungan dengan
penuh
semangat hingga
di
akhir pertandingan.
Padahal
negara
mereka sedang
mengalami
krisis
dahsyat akibat
aksi
perang dengan
gerilyawan
Hezbullah
di Lebanon.
"Kami
sangat
menikmati pertandingan
malam
ini.
Namun,
tentu
saja perhatian
kami
terbagi karena
memikirkan
keadaan
di
Israel yang
tidak
aman," jelas
salah
seorang suporter yang
mengaku
istri dan
putrinya
masih
berada di Haifa.
(adn/afp)