kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Olahraga


Gonzalez Penyelamat Liverpool
 

Liverpool -
Pemain
debutan Mark Gonzalez muncul sebagai penyelamat Liverpool dalam laga pertama kualifikasi Liga Champions, Kamis (10/8) dini hari kemarin. Gonzalez menyarangkan gol ke gawang Maccabi Haifa (Israel) dua menit menjelang bubaran untuk kemenangan 2-1 The Reds.

Prediksi yang mengatakan Haifa bakal menyulitkan Liverpool ternyata tidak meleset. Terbukti Haifa mampu unggul lebih dulu lewat kaki gelandang asal Brazil, Gustavo Boccoli, pada menit ke-30. Gol tersebut membuat Stadion Anfield bergemuruh oleh suporter fanatik Haifa.

Kubu tuan rumah akhirnya menyamakan kedudukan melalui bomber anyar Craig Bellamy. Bellamy berhasil memanfaatkan bola rebound hasil tembakan Momo Sissoko yang diblok kiper Haifa.

Kedudukan imbang 1-1 membuat Haifa semakin gencar melakukan serangan. Rafael Benitez terpaksa menarik Bellamy dan menurunkan Peter Crouch. Pelatih Spanyol itu juga menunjuk Luis Garcia menggantikan Bolo Zenden. Otomatis skema permainan Liverpool berubah menjadi satu striker di depan.

Meskipun memegang kendali permainan, Liverpool belum juga memecah kebuntuan. Baru setelah Benitez menurunkan Gonzalez lima menit menjelang pertandingan berakhir, gol penentu kemenangan LIverpool tercipta. Gonzalez mengeksekusi dengan apik umpan silang yang diciptakan Xabi Alonso pada menit ke-88.

Gol Gonzalez disambut suka cita oleh kubu Liverpool. Benitez menyatakan kepuasaannya setelah membuat keputusan yang tepat dengan menurunkan pemain yang sudah 12 bulan menunggu debutnya itu. "Dia mengawali lima menit debutnya dengan hebat. Tetapi kami harus mengakui Haifa bukan lawan yang mudah. Meski menguasai permainan, kami membuat sedikit peluang," ujar Benitez.

Manajer Haifa, Roni Levy, sangat menyesalkan kekalahan timnya. Pihaknya sudak mendekati hasil imbang. Dia berharap bisa memanfaatkan laga kedua nanti meski tidak dilangsungkan di Israel, melainkan di Kiev atau Siprus. "Saya cukup kecewa karena partai kedua nanti tidak digelar di Tel Aviv. Itu mungkin menjadi partai sulit buat kami," tandas Levy.

Kubu Haifa tetap merasa terhibur dengan loyalitas penontonnya yang memberi dukungan dengan penuh semangat hingga di akhir pertandingan. Padahal negara mereka sedang mengalami krisis dahsyat akibat aksi perang dengan gerilyawan Hezbullah di Lebanon.

"Kami sangat menikmati pertandingan malam ini. Namun, tentu saja perhatian kami terbagi karena memikirkan keadaan di Israel yang tidak aman," jelas salah seorang suporter yang mengaku istri dan putrinya masih berada di Haifa. (adn/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)