kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Nusatenggara


IKIP Mataram Disegel Mahasiswa

Mataram (Suara NTB)-
Situasi
kampus IKIP Mataram kembali memanas, Kamis (10/8) kemarin, ratusan mahasiswa menyegel kampus setempat. Beberapa ruangan utama seperti ruangan Rektor, ruangan Biro Administrasi Umum dan beberapa ruang lainnya disegel dengan kayu. Akibat penyegelan itu, aktivitas mahasiswa IKIP Mataram lumpuh.

''Penyegelan ini artinya IKIP Mataram saat ini dalam status quo. Tidak ada yang berkuasa di kampus ini, kecuali mahasiswa,'' tegas Korlap yang juga Ketua BEM FPBS IKIP Mataram, Hariyadi. Akibat penyegelan itu, aktivitas mahasiswa yang sebelumnya mulai berjalan, kemarin terhenti total.

Aksi penyegelan diawali dengan orasi yang dipusatkan di ruang tengah Sekretariat Pusat kampus setempat. Dalam orasinya, secara bergantian mahasiswa menegaskan, penolakannya terhadap SK pelantikan Rektor dan pejabar Rektorat yang disahkan melalui SK No.15/YPIM/VII/2006 tertangga25 Juli 2006 yang menetapkan H.L.Said Ruhpina SH sebagai Rektor baru menggantikan Drs.H.Fathurrahim.

''Pengangkatan rektor baru tak prosedural dan sepihak,'' cetusnya. Mereka pun menegaskan bahwa penolakan murni tercetus dari nurani mahasiswa yang merasa proses pergantian rektor ini tak wajar. ''Kami tak ada yang membayar melakukan ini. Apa yang kami lakukan ini cermin dari nurani kami,'' teriak mahasiswa.

Setelah berorasi, sejumlah mahasiswa kemudian mengambil kayu dan paku. Kayu itu kemudian digunakan untuk menyegel pintu masuk ruangan rektor dan kayu lainnya digunakan untuk menyegel ruangan Biro Administrasi Umum serta ruangan lainnya.

Ketegangan tiba-tiba terjadi, ketika sejumlah personel Satpol PP Kota Mataram berada di gerbang kampus IKIP Mataram. Satpol PP yang dipimpin Mariki, S.H., memasuki areal kampus dan naik ke lantai dua tempat para mahasiswa berkumpul. Serentak mahasiswa mendekati Mariki dan meminta agar Satpol PP jangan memasuki areal kampus.

''Kami tidak membutuhkan Satpol PP. Ini kampus kami, ini rumah kami dan kami tidak membutuhkan tenaga Anda untuk mengamankan rumah kami,'' kata mahasiswa seraya meminta Satpol PP segera meninggalkan kampus IKIP Mataram. Mariki berupaya memberi penjelasan soal niat kedatangan mereka. Namun mahasiswa menolak. Sambil menunjukkan selembar kertas bertuliskan kalimat bernada mengusir, petugas tadi akhirnya meninggalkan areal kampus.

Namun demikian di pintu gerbang kampus, sedikitnya 15 personel Satpol PP Kota Mataram tetap melakukan penjagaan. Mahasiswa pun mendekati personel tersebut sambil meminta agar mereka jangan memasuki areal kampus.

Berbagai spanduk dengan beragam tulisan yang isinya menolak rektor baru dibentangkan. Dalam keterangan persnya Hariyadi menegaskan bahwa selama kampus dalam ststus quo, seluruh aktivitas di IKIP Mataram dihentikan. IKIP Mataram akan tetap dikuasai mahasiswa hingga adanya keputusan tetap dari Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Sementara kemarin kasus gugatan rektor yang dipecat sedang berlangsung di PN Mataram. (049)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)