IKIP
Mataram
Disegel Mahasiswa
Mataram
(Suara NTB)-
Situasi
kampus IKIP
Mataram
kembali memanas,
Kamis (10/8)
kemarin,
ratusan
mahasiswa menyegel
kampus
setempat.
Beberapa
ruangan
utama seperti
ruangan
Rektor, ruangan Biro
Administrasi
Umum
dan beberapa
ruang
lainnya disegel
dengan
kayu.
Akibat
penyegelan
itu,
aktivitas mahasiswa
IKIP Mataram
lumpuh.
''Penyegelan
ini
artinya IKIP Mataram
saat
ini dalam status quo.
Tidak
ada yang
berkuasa
di
kampus ini,
kecuali
mahasiswa,'' tegas
Korlap yang
juga
Ketua BEM FPBS IKIP Mataram,
Hariyadi.
Akibat
penyegelan
itu,
aktivitas mahasiswa
yang sebelumnya
mulai
berjalan, kemarin
terhenti total.
Aksi
penyegelan
diawali
dengan orasi yang
dipusatkan
di
ruang tengah
Sekretariat
Pusat
kampus setempat.
Dalam
orasinya,
secara
bergantian mahasiswa
menegaskan,
penolakannya
terhadap SK
pelantikan
Rektor
dan pejabar
Rektorat yang
disahkan
melalui SK No.15/YPIM/VII/2006
tertangga25 Juli 2006 yang
menetapkan
H.L.Said
Ruhpina SH
sebagai
Rektor baru
menggantikan
Drs.H.Fathurrahim.
''Pengangkatan
rektor
baru tak
prosedural
dan
sepihak,'' cetusnya.
Mereka pun
menegaskan
bahwa
penolakan murni
tercetus
dari
nurani mahasiswa yang
merasa
proses pergantian
rektor
ini tak
wajar.
''Kami
tak ada yang
membayar
melakukan
ini.
Apa
yang kami
lakukan
ini cermin
dari
nurani kami,''
teriak
mahasiswa.
Setelah
berorasi,
sejumlah
mahasiswa
kemudian
mengambil
kayu
dan paku.
Kayu
itu
kemudian digunakan
untuk
menyegel pintu
masuk
ruangan rektor
dan
kayu lainnya
digunakan
untuk
menyegel ruangan Biro
Administrasi
Umum
serta ruangan
lainnya.
Ketegangan
tiba-tiba
terjadi,
ketika
sejumlah personel
Satpol PP Kota
Mataram
berada di
gerbang
kampus IKIP Mataram.
Satpol
PP yang dipimpin
Mariki, S.H.,
memasuki
areal
kampus dan
naik ke
lantai
dua tempat
para
mahasiswa berkumpul.
Serentak
mahasiswa
mendekati
Mariki
dan meminta agar
Satpol PP
jangan
memasuki areal
kampus.
''Kami
tidak
membutuhkan Satpol
PP. Ini
kampus kami,
ini
rumah kami
dan
kami tidak
membutuhkan
tenaga
Anda untuk
mengamankan
rumah
kami,'' kata
mahasiswa
seraya
meminta Satpol PP
segera
meninggalkan kampus
IKIP Mataram.
Mariki
berupaya
memberi
penjelasan soal
niat
kedatangan mereka.
Namun
mahasiswa
menolak.
Sambil
menunjukkan
selembar
kertas
bertuliskan kalimat
bernada
mengusir, petugas
tadi
akhirnya meninggalkan
areal
kampus.
Namun
demikian
di
pintu gerbang
kampus,
sedikitnya 15 personel
Satpol PP Kota
Mataram
tetap melakukan
penjagaan.
Mahasiswa
pun mendekati
personel
tersebut
sambil
meminta agar mereka
jangan
memasuki areal
kampus.
Berbagai
spanduk
dengan beragam
tulisan yang
isinya
menolak rektor
baru
dibentangkan.
Dalam
keterangan
persnya
Hariyadi menegaskan
bahwa
selama kampus
dalam
ststus quo, seluruh
aktivitas
di IKIP
Mataram dihentikan.
IKIP Mataram
akan
tetap
dikuasai mahasiswa
hingga
adanya keputusan
tetap
dari Pengadilan
Negeri (PN)
Mataram.
Sementara
kemarin
kasus gugatan
rektor yang
dipecat
sedang berlangsung
di PN
Mataram. (049)