Tanggul
Lumpur Jebol,
Jalan
Raya
Porong Ditutup
Surabaya (Bali Post)
Penanganan
banjir
lumpur Lapindo
amburadul.
Sebab,
tanggul lumpur
Lapindo yang
terletak
di
belakang kantor
Koramil
Porong jebol
sekitar
pukul 09.30 WIB Kamis
(10/8) kemarin.
Akibatnya,
lumpur
meluber deras
menggenangi
rumah
penduduk di
delapan RT
Kelurahan Siring
Kecamatan
Porong,
jalan Siring, rel KA
hingga
jalan Raya
Porong.
Tidak hanya
kepanikan
warga yang
rumahnya
tergenangi
lumpur
secara mendadak
tetapi
kemacetan panjang
terjadi
karena jalan
Raya
Porong ditutup.
Ketinggian
lumpur
di rel
kereta
api mencapai
setengah meter
sehingga
mengganggu
arus
perjalanan kereta
api.
Demikian juga
dengan
jalan Raya
Porong
jalur Gempol -
Sidoarjo
ditutup
sehingga lalulintas
macet.
Untuk sementara,
lalulintas
dialihkan
lewat
Mojosari Mojokerto.
Itupun
tidak mengatasi
masalah,
karena
menambah kemacetan.
''Saat
ini lumpur
tidak
seperti semula.
Hanya
mencapai 30 cm. Tidak
hanya
kampung yang tergenangi
lumpur,
sekitar 5,5 hektar
sawah
milik warga
juga
tergenang lumpur.
Untungnya,
sawah
tersebut sudah
panen,''
kata
Lurah Siring, Moch
Pain Ghozali,
kepada
wartawan Kamis (10/8)
kemarin.
Melubernya
lumpur
ke perkampungan
Kelurahan Siring
tidak
berangsur lama. Karena
lumpur
mengalir menuju
Desa
Kedungbendo. Akibatnya
lumpur yang
sempat
menggenangi rel
kereta
api itu
mengaliri
tiga RT
di Desa
Kedungbendo.
Wilayah
tersebut diantaranya
RT 1, 2 dan 3
dengan
ketinggian air mencapai
1 meter.

BP/rtr
Jebol - Setelah tanggul yang dibuat PT Lapindo Brantas
jebol. Warga sejumlah desa di Sidoarjo dan Porong harus
mengungsi. Sejumlah anggota TNI turut membantu proses
penyelamatan warga.
Ia
menambahkan,
seluruh
warga Siring yang terimbas
rembesan
lumpur
diungsikan ke
Pasar
Porong Baru (PPB).
Ia
berharap, kepada
seluruh
warganya agar mengutamakan
keselamatan
jiwanya.
Sementara
untuk
menutup luberan
lumpur,
Lapindo Brantas Inc (LBI)
terus
melakukan peninggian
pada Pond 3
dan 4
arah Desa
Jabon.
''Saya
sudah perintahkan
kepada
seluruh warga agar
segera
pindah dari
rumahnya. Dan
saat
ini diperkirakan
sedikitnya
ada 5.680
jiwa yang
saat
ini tinggal
di 8 RT
sudah pindah
kepenampungan,''
ujarnya.
Berdasarkan
pengamatan,
warga yang
terimbas
luapan air
lumpur,
satu persatu
mengangkuti
seluruh
barangnya untuk
diselamatkan.
Mereka
membawa
barang berharga
seperti TV, Radio
serta
baju-baju. ''Bisanya
hanya
ini mas yang
saya
bawa. Sebab
tidak
mampu mengangkut.
Apalagi,
dua
anak saya
sekarang
sedang
sekolah,'' kata
salah
satu warga RT 5 RW 1
Kelurahan Siring,
Andeng.
Sementara untuk
mengevakuasi
seluruh
barang milik
warga,
sedikitnya 13 unit truk
dari
gabungan Kodim 0816
Sidoarjo, Yon
Arhanudse 8
Gedangan,
Satpol PP,
Polres
Sidoarjo dan
Dinas
Kessos diterjunkan.
''Guna
menyelamatkan penduduk
dan
pengevakuasian barang
milik
warga, kami
juga
menurunkan 1 kompi,''
kata
Letnan Satu
Ketut.
Sementara untuk
mengangkut
anak-anak
menuju
ke sekolah, 5 unit
truk
dari Kodim 0816
Sidoarjo
diturunkan.
Mereka
diangkut menuju
lokasi
sekolah mereka
masing-masing.
Ini
kami sediakan, agar
anak-anak
proses
belajarnya tidak
terganggu,
kata
Danramil 0816/01 Sidoarjo,
Kapten Inf.
Bambang
Subiyanto.
Untuk
mengalihkan
arus
lalu lintas
akibat
kemacetan dampak
jebolnya
tanggul Pond I,
Wakapolres
Sidoarjo,
Kompol
Amin Litarso
mengatakan,
akan
mengalihkan arus
lalin
kearah Kecamatan
Taman,
Keramaian, Larangan,
Wonoayu,
Krian
dan Prambon
Mojokerto. (059)