kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Nusantara


Tanggul
Lumpur Jebol, Jalan Raya Porong Ditutup  

Surabaya (Bali Post)
Penanganan
banjir lumpur Lapindo amburadul. Sebab, tanggul lumpur Lapindo yang terletak di belakang kantor Koramil Porong jebol sekitar pukul 09.30 WIB Kamis (10/8) kemarin. Akibatnya, lumpur meluber deras menggenangi rumah penduduk di delapan RT Kelurahan Siring Kecamatan Porong, jalan Siring, rel KA hingga jalan Raya Porong. Tidak hanya kepanikan warga yang rumahnya tergenangi lumpur secara mendadak tetapi kemacetan panjang terjadi karena jalan Raya Porong ditutup.

Ketinggian lumpur di rel kereta api mencapai setengah meter sehingga mengganggu arus perjalanan kereta api. Demikian juga dengan jalan Raya Porong jalur Gempol - Sidoarjo ditutup sehingga lalulintas macet. Untuk sementara, lalulintas dialihkan lewat Mojosari Mojokerto. Itupun tidak mengatasi masalah, karena menambah kemacetan.

''Saat ini lumpur tidak seperti semula. Hanya mencapai 30 cm. Tidak hanya kampung yang tergenangi lumpur, sekitar 5,5 hektar sawah milik warga juga tergenang lumpur. Untungnya, sawah tersebut sudah panen,'' kata Lurah Siring, Moch Pain Ghozali, kepada wartawan Kamis (10/8) kemarin.

Melubernya lumpur ke perkampungan Kelurahan Siring tidak berangsur lama. Karena lumpur mengalir menuju Desa Kedungbendo. Akibatnya lumpur yang sempat menggenangi rel kereta api itu mengaliri tiga RT di Desa Kedungbendo. Wilayah tersebut diantaranya RT 1, 2 dan 3 dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

BP/rtr
Jebol -  Setelah tanggul yang dibuat PT Lapindo Brantas jebol. Warga sejumlah desa di Sidoarjo dan Porong harus mengungsi. Sejumlah anggota TNI turut membantu proses penyelamatan warga.

Ia menambahkan, seluruh warga Siring yang terimbas rembesan lumpur diungsikan ke Pasar Porong Baru (PPB). Ia berharap, kepada seluruh warganya agar mengutamakan keselamatan jiwanya. Sementara untuk menutup luberan lumpur, Lapindo Brantas Inc (LBI) terus melakukan peninggian pada Pond 3 dan 4 arah Desa Jabon.

''Saya sudah perintahkan kepada seluruh warga agar segera pindah dari rumahnya. Dan saat ini diperkirakan sedikitnya ada 5.680 jiwa yang saat ini tinggal di 8 RT sudah pindah kepenampungan,'' ujarnya. Berdasarkan pengamatan, warga yang terimbas luapan air lumpur, satu persatu mengangkuti seluruh barangnya untuk diselamatkan.

Mereka membawa barang berharga seperti TV, Radio serta baju-baju. ''Bisanya hanya ini mas yang saya bawa. Sebab tidak mampu mengangkut. Apalagi, dua anak saya sekarang sedang sekolah,'' kata salah satu warga RT 5 RW 1 Kelurahan Siring, Andeng. Sementara untuk mengevakuasi seluruh barang milik warga, sedikitnya 13 unit truk dari gabungan Kodim 0816 Sidoarjo, Yon Arhanudse 8 Gedangan, Satpol PP, Polres Sidoarjo dan Dinas Kessos diterjunkan.

''Guna menyelamatkan penduduk dan pengevakuasian barang milik warga, kami juga menurunkan 1 kompi,'' kata Letnan Satu Ketut. Sementara untuk mengangkut anak-anak menuju ke sekolah, 5 unit truk dari Kodim 0816 Sidoarjo diturunkan. Mereka diangkut menuju lokasi sekolah mereka masing-masing. Ini kami sediakan, agar anak-anak proses belajarnya tidak terganggu, kata Danramil 0816/01 Sidoarjo, Kapten Inf. Bambang Subiyanto.

Untuk mengalihkan arus lalu lintas akibat kemacetan dampak jebolnya tanggul Pond I, Wakapolres Sidoarjo, Kompol Amin Litarso mengatakan, akan mengalihkan arus lalin kearah Kecamatan Taman, Keramaian, Larangan, Wonoayu, Krian dan Prambon Mojokerto. (059)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)