kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Nusantara


10 Nelayan RI Ditembak di PNG

Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah Indonesia telah mengirimkan nota keprihatinan kepada pemerintah Papua Nugini (PNG) sebagai bentuk protes atas kasus penembakan terhadap sepuluh nelayan Indonesia oleh tentara PNG. Pemerintah Indonesia juga meminta agar pemerintah PNG segera mengusut dan memproses para pelaku penembakan yang mengakibatkan seorang nelayan Indonesia itu meninggal dunia. 

''Kita sudah memanggil Dubes PNG di Jakarta, untuk menyampaikan nota keprihatinan dan meminta pemerintah PNG agar membawa mereka yang bertanggung jawab dalam proses hukum,'' tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda, Kamis (10/8) kemarin. 

Peristiwa penangkapan kapal nelayan Indonesia yang berbuntut dengan penembakan itu terjadi Selasa (8/8) lalu. Saat itu, 10 nelayan yang menaiki kapal Buana Jaya ditangkap oleh tentara PNG. Dalam upaya penangkapan itu, satu orang nelayan bernama Mulyadi tewas. Sementara dua orang rekannya yaitu Hamid dan Gopal mengalami luka-luka. Sementara tujuh orang lainnya ditangkap dan kini ditahan pihak berwenang PNG. 

Menurut Wirajuda, insiden itu merupakan peristiwa yang pertama kali terjadi. Menlu menduga insiden itu disebabkan oleh tidak jelasnya garis batas antara kedua negara. ''Sulit dipastikan apakah mereka (para nelayan) sudah menyeberang wilayah PNG,'' katanya sambil menambahkan, apa pun kesalahan yang dilakukan oleh para nelayan itu, sikap aparat berwenang PNG tetap dinilai berlebihan. (kmb5)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)