10
Nelayan RI Ditembak di PNG
Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah Indonesia telah mengirimkan nota keprihatinan
kepada pemerintah Papua Nugini (PNG) sebagai bentuk
protes atas kasus penembakan terhadap sepuluh nelayan
Indonesia oleh tentara PNG. Pemerintah Indonesia juga
meminta agar pemerintah PNG segera mengusut dan
memproses para pelaku penembakan yang mengakibatkan
seorang nelayan Indonesia itu meninggal dunia.
''Kita sudah memanggil Dubes PNG di Jakarta, untuk
menyampaikan nota keprihatinan dan meminta pemerintah
PNG agar membawa mereka yang bertanggung jawab dalam
proses hukum,'' tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan
Wirajuda, Kamis (10/8) kemarin.
Peristiwa penangkapan kapal nelayan Indonesia yang
berbuntut dengan penembakan itu terjadi Selasa (8/8)
lalu. Saat itu, 10 nelayan yang menaiki kapal Buana Jaya
ditangkap oleh tentara PNG. Dalam upaya penangkapan itu,
satu orang nelayan bernama Mulyadi tewas. Sementara dua
orang rekannya yaitu Hamid dan Gopal mengalami luka-luka.
Sementara tujuh orang lainnya ditangkap dan kini ditahan
pihak berwenang PNG.
Menurut Wirajuda, insiden itu merupakan peristiwa yang
pertama kali terjadi. Menlu menduga insiden itu
disebabkan oleh tidak jelasnya garis batas antara kedua
negara. ''Sulit dipastikan apakah mereka (para nelayan)
sudah menyeberang wilayah PNG,'' katanya sambil
menambahkan, apa pun kesalahan yang dilakukan oleh para
nelayan itu, sikap aparat berwenang PNG tetap dinilai
berlebihan. (kmb5)