kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 11 Agustus 2006

 Nusantara


Bayi Berkepala Dua

Jakarta (Bali Post) -
Dokter
asal Bali bersama timnya berhasil menyelamatkan kelahiran bayi kembar kepala dua.  Kembar siam seperti ini baru kali pertama di Indonesia dan kedua di duniaBayi itu benar-benar memiliki dua kepala dan  hanya satu tubuh Secara fisik, kondisi bayi sangat sehat. Persalinannya dilakukan di RS Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat.  

Bali Post/ade
TAKKAN DIPISAH - Bayi berkepala dua kini masih dirawat di rumah sakit. Dokter yang merawatnya menyatakan takkan ada operasi pemisahan bayi itu

Bayi ini lahir Senin dini hari, 7 Agustus lalu.  Tim dokter yang menanganinya yakni dr. Adi Sukrisna, Sp.Og., dr. Irwan Amin dan dr. Ketut Lila Murti, Sp.A. Bayi ini merupakan anak ketiga pasangan Mulyadi (32) dan Nuryati (30). Keduanya tinggal di Slipi, Jakarta Pusat. ''Baru kami ekspos setelah mendapatkan persetujuan orangtua hari ini (kemarin-red),''  tegas dr. Ketut Lila Murti, Sp.A. di Jakarta, Kamis (10/8) kemarin.  

Jenis kelamin bayi yaitu perempuan dengan berat badan 3.950 gram,  tinggi 45 cm, lingkar kepala kanan 32 cm, lingkar kepala kiri 34 cm, dua kaki, dua tangan yang kondisinya normal, dan dua kaki lagi tidak normal berada di belakang. Sekarangbayi dirawat di dalam inkubator di Ruang Kenari RS Pelni.  

''Kondisi bayi sehat, bisa menangis keras, bisa kencing, buang air besar, berkaki dua normal, dan dua kaki tidak normal sehingga mirip seperti ekor berjumlah dua, besarnya sebesar kacang tanah dan satunya sebesar ibu jari orang dewasa,'' tegas Kepala UPS RS Pelni ini.  

Kondisi organ tubuh lainnya tampak normal seperti mata  bisa melihat normal, hidung bisa bernapas, mulut, telinga, dua tangan yang normal, dan sekujur tubuhnya tampak bersih dan tidak ada yang cacat. Organ dalam seperti pau-paru juga normal dengan jumlah sepasang, hati dan limpa satu. Tulang belakang berjumlah dua. Masing-masing kepala disanggah oleh tulang belakang. Yang tampak tidak normal yaitu ginjalnya cuma satu dan jantungnya terdapat kelainan yang cukup kompleks.  

Dokter asal Desa Gunaksa, Klungkung ini menyatakan jantung normal seharusnya memiliki dua ventrikal dan dua atrium. Pada bayi ini terdapat satu ventrikal dan dua atrium. ''Akibatnya, darah bersih dan kotor bercampur,'' tegasnya.  ''Inilah tantangan RS Pelni ke depan,'' akunya. Dengan bantuan oksigen, beberapa hari ke depan  sang bayi masih bisa tertolong.  

Menurut dr. Ketut Lilajenis bayi ini sulit disebut bayi kembar siam. ''Ini varian kembar siam karena tubuhnya hanya satuhanya kepalanya yang berjumlah dua, bercabang di pundak,'' katanya.  

Ke depan,  RS Pelni tidak akan melakukan operasi untuk memisahkan kepala sang bayi. Bayi akan dibiarkan  seperti itu. RS hanya melakukan tindakan mengatasi kelainan jantung dan ginjalnya. ''Sekarang RS Pelni bekerja sama dengan RS Harapan Kita (pusat jantung nasional),'' akunya.  

Tidak Mampu  

Awal ditemukannya pasien ini ketika dr. Ketut Lila sedang  piket jaga di RS PelniTanggal 6 Agustus, pasien dirujuk oleh seorang bidan yang tidak mampu melakukan proses kelahiran secara normal. ''Pasien berasal dari keluarga tidak mampu sehingga hanya memeriksakan kandungannya ke bidan dan tidak pernah di-USG,'' katanya.  

Selanjutnya, pada hari itu juga pemeriksaan medis dilakukan secara lengkap.  Benar, kondisi bayi sungsangkarena seharusnya kepalanya sudah turun ternyata tidak turun. Lalu diketahui, kepala berjumlah dua. Saat itulah diputuskan oleh dokter untuk melakukan operasi caesar. Dini hari tanggal 7 Agustus, bayi berhasil dikeluarkan. Dia dibantu dua dokter lainnya, yakni dr. Adi Sukrisna, Sp.Og. dan dr. Irwan Amin. ''Satu kepala bayi sempat nyangkut, tetapi tidak lama kemudian bisa dikeluarkan semua. Waktunya sekitar 15 menit. Sebab, kalau lama, bayi akan biru.'' (kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)