Bayi
Berkepala
Dua
Jakarta (Bali Post) -
Dokter
asal Bali
bersama
timnya berhasil
menyelamatkan
kelahiran
bayi
kembar kepala
dua.
Kembar
siam
seperti
ini baru kali
pertama
di Indonesia dan
kedua
di dunia.
Bayi
itu benar-benar
memiliki
dua
kepala
dan
hanya
satu
tubuh.
Secara
fisik,
kondisi bayi
sangat
sehat.
Persalinannya
dilakukan
di RS
Pelni, Petamburan,
Jakarta Pusat.

Bali
Post/ade
TAKKAN DIPISAH - Bayi berkepala dua kini masih dirawat
di rumah sakit. Dokter yang merawatnya menyatakan takkan
ada operasi pemisahan bayi itu
Bayi
ini
lahir Senin
dini
hari, 7 Agustus
lalu.
Tim dokter yang
menanganinya
yakni dr.
Adi
Sukrisna,
Sp.Og.,
dr. Irwan
Amin
dan dr. Ketut Lila
Murti,
Sp.A.
Bayi
ini
merupakan anak
ketiga
pasangan Mulyadi (32)
dan
Nuryati (30).
Keduanya
tinggal
di Slipi, Jakarta
Pusat. ''Baru
kami
ekspos setelah
mendapatkan
persetujuan
orangtua
hari
ini (kemarin-red),''
tegas dr.
Ketut Lila
Murti,
Sp.A. di
Jakarta, Kamis (10/8)
kemarin.
Jenis
kelamin
bayi yaitu
perempuan
dengan
berat badan 3.950
gram, tinggi 45 cm,
lingkar
kepala kanan 32 cm,
lingkar
kepala kiri 34 cm,
dua kaki,
dua
tangan yang kondisinya
normal, dan
dua kaki
lagi
tidak normal berada
di
belakang. Sekarang,
bayi
dirawat
di dalam
inkubator
di
Ruang Kenari RS
Pelni.
''Kondisi
bayi
sehat, bisa
menangis
keras,
bisa kencing,
buang air
besar,
berkaki dua normal,
dan dua
kaki tidak normal
sehingga
mirip
seperti ekor
berjumlah
dua,
besarnya sebesar
kacang
tanah dan
satunya
sebesar ibu
jari
orang dewasa,''
tegas
Kepala UPS RS Pelni
ini.
Kondisi
organ tubuh
lainnya
tampak normal seperti
mata
bisa
melihat normal, hidung
bisa
bernapas, mulut,
telinga,
dua
tangan yang normal, dan
sekujur
tubuhnya tampak
bersih
dan tidak
ada yang
cacat.
Organ dalam
seperti
pau-paru juga normal
dengan
jumlah sepasang,
hati
dan limpa
satu.
Tulang
belakang
berjumlah
dua.
Masing-masing
kepala
disanggah oleh
tulang
belakang. Yang
tampak
tidak normal yaitu
ginjalnya
cuma
satu dan
jantungnya
terdapat
kelainan yang
cukup
kompleks.
Dokter
asal
Desa Gunaksa,
Klungkung
ini
menyatakan jantung
normal seharusnya
memiliki
dua
ventrikal dan
dua atrium.
Pada
bayi
ini terdapat
satu
ventrikal dan
dua atrium.
''Akibatnya,
darah
bersih dan
kotor
bercampur,'' tegasnya.
''Inilah
tantangan RS
Pelni
ke depan,''
akunya.
Dengan bantuan
oksigen,
beberapa
hari ke
depan
sang bayi
masih
bisa tertolong.
Menurut
dr. Ketut Lila,
jenis
bayi
ini sulit
disebut
bayi kembar
siam.
''Ini
varian kembar
siam
karena
tubuhnya hanya
satu,
hanya
kepalanya yang
berjumlah
dua,
bercabang di
pundak,''
katanya.
Ke
depan,
RS Pelni
tidak
akan melakukan
operasi
untuk memisahkan
kepala sang
bayi.
Bayi akan
dibiarkan
seperti
itu. RS
hanya
melakukan tindakan
mengatasi
kelainan
jantung
dan ginjalnya.
''Sekarang RS
Pelni
bekerja
sama dengan RS
Harapan Kita (pusat
jantung
nasional),'' akunya.
Tidak
Mampu
Awal
ditemukannya
pasien
ini ketika dr.
Ketut Lila
sedang
piket
jaga di
RS Pelni.
Tanggal 6
Agustus,
pasien
dirujuk oleh
seorang
bidan yang tidak
mampu
melakukan proses
kelahiran
secara normal.
''Pasien
berasal
dari keluarga
tidak
mampu sehingga
hanya
memeriksakan kandungannya
ke
bidan dan
tidak
pernah di-USG,''
katanya.
Selanjutnya,
pada
hari itu
juga
pemeriksaan medis
dilakukan
secara
lengkap.
Benar,
kondisi bayi
sungsang,
karena
seharusnya
kepalanya
sudah
turun ternyata
tidak
turun.
Lalu
diketahui,
kepala
berjumlah dua.
Saat
itulah
diputuskan oleh
dokter
untuk melakukan
operasi
caesar.
Dini
hari
tanggal 7 Agustus,
bayi
berhasil dikeluarkan.
Dia
dibantu dua
dokter
lainnya, yakni
dr. Adi
Sukrisna,
Sp.Og.
dan dr.
Irwan
Amin. ''Satu
kepala
bayi sempat
nyangkut,
tetapi
tidak lama kemudian
bisa
dikeluarkan semua.
Waktunya
sekitar 15
menit.
Sebab,
kalau lama, bayi
akan
biru.''
(kmb7)